Kayuh sampai malam itu terpelosok dan tak ada gelap!
Yang tinggal hanya peri dengan senapan yang bisa kapan pun ia lepaskan
Gelapnya hilang, walau dua-tiga langkah
kedepan tak akan ada lagi
Biarkan
Senapan?
Dan semoga bukan kita
Malam Disebuah Kertas
Tuesday, May 18, 2010
Rahasia Akhir
"Aku punya rahasiaku sendiri setibanya prediksi itu hadir dalam paruh nafas yang menghentikan durasi hidup. Tuhan hari ini jangan jadikan akhir dari jalan cerita yang baru aku mulai dengannya, detik dursiku harus tetap berjalan mengubah satu demi satu angka yang bernafas. Aku punya jalanku. Peranku bersamanya harus terjadi"
Di depannya, Malam
Di depannya, Malam
Lima huruf
Sayang kamu itu sederhana
Hanya Lima huruf yang bisa aku berikan dan kecup
dalam liur bibirmu yaitu "cinta".
Satu yang sulit diberi makna
Sayang sekarang kau berikan aku kesederhanaan
Hanya Lima hruruf yang kau berikan dan kau kecup
yaitu "pergi". untuk bola mata
yang sedang menjadi awan.
Lalu hujan
Sayang bila Kau lakukan itu, 18 Mei 2010
Hanya Lima huruf yang bisa aku berikan dan kecup
dalam liur bibirmu yaitu "cinta".
Satu yang sulit diberi makna
Sayang sekarang kau berikan aku kesederhanaan
Hanya Lima hruruf yang kau berikan dan kau kecup
yaitu "pergi". untuk bola mata
yang sedang menjadi awan.
Lalu hujan
Sayang bila Kau lakukan itu, 18 Mei 2010
Ayatmu
"Bila ini tetap tidak membawaku menjadi seorang kekasih, sambut hangat lalu dekap aku sebagai kehalalanmu melalui satu per satu ayat setelah tiap rakaatmu"
Satu yang akan tetap hangat, 23:04, 04 Mei 2010
Satu yang akan tetap hangat, 23:04, 04 Mei 2010
Hujannya mana?
Kalian tidak perlu iri
Aku ternyata istimewa di mata Allah
Buktinya saja kemelut hangat ini sedang meraja
Dan terguran menjatuh bangunkan aku
Kalian jangan iri ya
Karena Allah memilihku
Menjadi emas dalam julur korek apiku
Hujannya mana?, 9:34
Aku ternyata istimewa di mata Allah
Buktinya saja kemelut hangat ini sedang meraja
Dan terguran menjatuh bangunkan aku
Kalian jangan iri ya
Karena Allah memilihku
Menjadi emas dalam julur korek apiku
Hujannya mana?, 9:34
Semoga,
Lihat
Pantai menguncang-uncangkan kakinya
Dia tetap santai menunggu kita melihat ombak dan butir pasir yang menyelimuti dia
Kamu tahu kita dibiarkan menjadi penghuninya,
Sebentar lagi udara yang bernafas, ombak berirama, dan butir pasir akan menjadi bagian dari kita
Semoga,
Jakarta, 13:14
Dini Iskandar
Pantai menguncang-uncangkan kakinya
Dia tetap santai menunggu kita melihat ombak dan butir pasir yang menyelimuti dia
Kamu tahu kita dibiarkan menjadi penghuninya,
Sebentar lagi udara yang bernafas, ombak berirama, dan butir pasir akan menjadi bagian dari kita
Semoga,
Jakarta, 13:14
Dini Iskandar
Kenali Dirimu
Aku hanya dapat berbisik
Kenali dirimu
Dengan potret maupun cermin kecilmu
Dengan gelap maupun terang
Aku pagi untukmu, bila kamu lakukan itu sore akan menyisihkan pagi
Lalu
kedua dari bisikan pertamaku,
Terima kasih
Satu lembar dari halamanhalamanku
Terdapat puisi yang berjudul Kamu,
00:07
Kenali dirimu
Dengan potret maupun cermin kecilmu
Dengan gelap maupun terang
Aku pagi untukmu, bila kamu lakukan itu sore akan menyisihkan pagi
Lalu
kedua dari bisikan pertamaku,
Terima kasih
Satu lembar dari halamanhalamanku
Terdapat puisi yang berjudul Kamu,
00:07
Syahwat yang Terteguk
Membiarkan syahwat terteguk,
memang ini racun bagi kesucian
Namun tak apa, sekiranya syahwat yang terteguk olehku dapat membunuh sebagian dari diriku, berhentikan nyawa!
Jakarta, 23:47
memang ini racun bagi kesucian
Namun tak apa, sekiranya syahwat yang terteguk olehku dapat membunuh sebagian dari diriku, berhentikan nyawa!
Jakarta, 23:47
Subscribe to:
Comments (Atom)