Selamat datang dalam rasa dan pikiran

Jangan pernah membuang satu pun rasa atau pikiran yang ada!

Friday, August 6, 2010

Hujan Bercerita, Sembuhkanlah dengan Rintikmu

Bila orang lain benci dengan hujan,
aku malah jatuh cinta pada hujan.
Hujan membawa embun pembicaraan tersembunyimu. Hujan selalu melimpahkan tetes demi tetes air untuk membius kemarau.

Bila orang lain dengan hujan, aku malah jatuh cinta pada hujan.
Hujan membawa sosok atas deburannya. Rintiknya mengambarkan perasaan tersembunyi. Dan tetesnya yang tak terhitung adalah cerminan waktu untuk kami.

Hujan bercerita, sembuhkanlah dengan rintikmu

Bicarakan

Ada yang berteriakteriak
Mengetuk
Menyiksa dirinya sendiri
Atas teriakannya

Memang klise
Semoga tidak sekedar
Ujaran dalam asap

Setelah berteriak baiknya kau bicarakan, Juli 2010

Ketuklah untuk Sekadar Melihat

Mengapa harus ramai sih?
Ini bukan pasar,
ini ruangan tertutup.
Suara ini dapat memecahkan telinga.

Tolong diam!
Karena ruangan ini masih tertutup rapat
dan sengaja tidak diberikan cahaya.
Bila ingin,
ketuk saja untuk sekedar melihatnya.



Ketuklah untuk sekadar melihat, Juli penuh cinta

Jakarta Menunggu Terik kota Bandung

Kemarau yang dipenuhi terik telah berganti
Berganti musim,
musim hujan
Padahal aku butuh terik
terik yang menyengat
Membara dan membakar

Hujan di kota Jakarta
Menghancurkan harapanku
Membiaskan angananganku

Hujan di kota Jakarta
Merupakan tangisan atas terik pada kota Bandung
Terik terakhir yang membius
lalu mematikan

Terik pada kota Bandung,
disini hujan
Apakah kalian tidak akan bertemu pada terik yang membakar?



Jakarta Hujan untuk Terik di kota Bandung

Untuk kisah pada malam

Derap langkahnya samar terdengar
suaranya teriak berbisik
Menyapa shymphoni hari dan
menjadikannya malam yang indah
Kasat mata dipejamkan
karena ini merupakan satu ritual sambutan
Yaa,, sambutan yang indah

Sudahlah, mari masuk kedalam
Tersedia jamuan hangat untukmu
Hilangkan samar langkahmu dengan
hentakan keras.
Biar semua orang tahu!

Duduklah, bersandarlah pada dinding ruangan yang bersedia
mendekapmu
Bukakan pejaman mata
dengan satu sorot tajam
pandangi atmosfer ruangan ini.
Biar semua tahu!

Hanya sebatas berbicara
pada atmosfer ruangan ini,
didepan jamuan yang kusediakan
tanpa cahaya.
Redup Bersina.

Untuk kisah pada malam, 11 Juli 2010. 21:03