(03/01/11) bantu saya mengungkapkan ingatan saya dengan kata-kata, saya tak perlu mengingat terlebih dahulu. Saya sangat ingat apa yang terjadi, tak ada alasan untuk saya lupa. Beberapa orang bilang saya gila. Gila. Apa saya terlihat gila? Sepertinya tidak saya pikir. Jangan bilang saya gila karena semua ini realita yang nyata, bukan khayalan saya. Ya sudah lupakanlah mengenai hal gila yang orang bicarakan.
Hampir dua bulan lalu saya mengenal sosok pria yang hebat. Begitu hebat. Pria hebat dengan kehebatannya, menyalurkannya untuk saya. Pria hebat sangat lihai menaklukan hati saya. Kejadian kemarin begitu indah, namun kali ini begitu berwarna. Terima kasih atas warnawarna yang bermakna. Dirimu memang tak memberikan apaapa tapi saya merasa mendapatkan hadiah yang begitu besar dan nikmat. Tuhan sampai sekarang saya masih belum dapat memenangkan hatinya saya ingin menjadi juara tunggal untuk hal ini. Tuhan saya mohon beri saya banyak energi positif dalam segala jalan. Dia mengurung hati saya, memenjarakannya dalam keindahan yang tertulis banyak namanya. Penuh tanpa celah. Saya tak pernah memberikan suatu hal yang indah Tuhan kepadanya, terlihat itu. Saya hanya dapat menyita banyak waktunya dan mengelapkan pikiran dia akan profesionalitasnya. Benarbenar selalu yang saya ucapkan hanya "maaf". Maaf menyita waktunya.
(05/01/11) Meramal diri bersama temanku, hari ini saya tuliskan beberapa nama pria dan Gustav adalah salah satu orang didalam tulisan itu. Empat kali meramalkan dan membaca mantra yang telah disuruh oleh teman saya, keempat kali pula nama Gustav yang keluar. Saya bercerita namun ia tak percaya kejadian ini. Tapi tak apalah, hanya orang dan temanteman saya yang membaca tulisan ini tahu kebenaran itu.
Tuhan, saya benar gila. Tapi saya begitu yakin tidak ada yang tidak mungkin. Bolehlah Tuhan membuat saya lebih gila, agar saya tidak terlihat lemah. Saya sudah tidak mau berpurapura kuat.
------------------------------------------------
Saya tak bingung harus memulainya dari mana. Terasa sekali rasa lemah bila saya menulis ini semua. Karena saya tanpa harus mengingat saya telah selalu ingat kejadian selama ini. Tuhan terima kasih Gustav masih menjadi penyemangat hariku. Sejauh ini entah mengapa semakin dalam Tuhan, semakin dan jauh mendalam. Terima kasih masih diberi waktu untuk memelihara ini semua Tuhan dengan Kau saya merasa selalu bisa melewati ini semua. Terima kasih juga ya untuk pria bernama Gustav Sangaji, selalu memberikan sesuatu yang hebat, lihat saya! Saya menjadi wanita yang hebat.
Kalau saya boleh bercerita sedikit mengenai Gustav, saya bercerita. Seandainya tidak, saya juga akan tetap bercerita. Mengingat jelas selalu ketika dalam hadapan menyeramkan dan menyedihkan saya tak pernah lagi menangis, karena selalu terngiang ucapan, "aku gak suka ah cewek nangis, aku nggak suka kamu cengeng". Saya selalu ingat itu, maka saya akan tersenyum dan mengatakan bila saya menangis berarti saya mengecewakan dia, saya tidak memperdulikan apa yang dia katakan dan saya selalu ingin menghargai dia.
Gustav mengajarkan hal-hal yang kecil secara tidak langsung. Gustav mengajarkan saya tawa, tawa yang dicari dari kesepian yang penuh. Ya, tak banyak kawanku. Saya hanya bercerita tentang kesenangan dan kebahagiaanku saja untuk kesedihanku jarang sekali kubagi dengan kawan, saya tak ingin membuat kawan cemas. Gustav mengajarkan saya untuk kuat, kuat menghadapi sikap dinginnya. Mengajarkan kuat akan menerima keadaan yang penuh dengan uji kesabaran. Gustav mengajarkan saya untuk menunggu impian yang sebelumnya tak pernah saya lihat dan temukan. Gustav mengajarkan saya banyak hal, hal-hal yang gila. Hal-hal gila memberikan kebenaran diri akan saya 'kebenaran diri' yang dimaksudkan kebenaran mengenai saya. Kebenaran mulai dari aktifitas, olah pikiran, olah rasa dan kejadian kecil besar yang terjadi. Gustav adalah doadoa setelah sholatku. Keinginanku hanya meminta gustav dan hatinya serta halhal dalam gustav.
Temanteman kenapa sih? Saya belum gila. Kalian tidak percaya bahwa suatu hari nanti saya akan bertemu dengan Gustav? Saya percaya sekali dengan itu. Berhenti mengatakan saya gila, saya itu waras! Waras dan jelas berpikir bahwa Tuhan telah memperkenalkan kami dan suatu hari nanti akan bertemu dan lebih mempunyai ujung yang menyenangkan.
Ceritaaaaa, kau tahu? Dia pernah bertanya seperti ini padaku, "kenapa sih (aku) baik, perhatian dan sabar menghadapi (Gustav) walau jahat". Pertanyaaan yang jawabannya, "ya, karena itu kamu! Coba orang lain? Saya tak akan seperti itu". Gustav meragukanku dia berpikir, "mungkin saya baik seperti ini terhadap banyak pria". Tapi dia bisa melihat kehidupan saya di Jakarta ini. Tak ada pria yang masuk kedalam ruang jiwaku. Memang benar ada pria lain yang menyukaiku, tapi saya tak menyukainnya. Gustav sudah menamai ruang rasa milikku. Beberapa pria itu takku biarkan masuk dan takkan ku mainkan.
Kalian tahu? Saya berpikir , saya menyakiti Gustav. Menyakiti tidak bila saya, mencintanya. Bila saya, merindunya sedangkan dia tidak. Bila saya, menyita waktunya sedangkan dia tidak. Bila saya, menunggu dia datang sementara dia tak berjalan. Tapi maaf itu adalah saaya. Gustav pernah bertanya, "kenapa saya begitu baik?" Dan pertanyaan lainnya, "apakah saya menyayanginya?" Jawabannya ada dalam "tindakanku". Munafik sekali kalau saya mengikuti banyak orang diluar bahwa "CINTA TAK HARUS MEMILIKI". Saya sebagai orang yang menyayangi dan mencinta dia, pasti ingin memiliki dia, memiliki dia seorang dia. Tapi saya perempuan yang menunggu maka bersabar-sabarlah saya. Dia belum lihat saya menjadi hebat karena dia. Dia pernah berkata lagi pada saya, "sabar ya, aku mencari yang pasti. Tidak mau bermain-main lagi" --> Tuhan mengapa Kau tak pertemukan saya? Saya menjaga hati saya. Berharap dia akan mengambil hati saya. Tuhan yang tahu mengapa selama ini saya begitu percaya terhadap dia, dan percaya akan kejujuran dia? Karena saya menjaga komitmen yang saya ujarkan. Saya benar tak ingin dan tak mau pria lain, saya ingin dia!!!! Setiap pagi saya bangun dan berharap pagi membawa dia dihadapanku. Namun sampai sekarang belum bisa.
Tuhan, Tuhan pasti tahu. Kemarin mama bilang "mama tidak akan memaksakan target waktu dan menyuruhku cepat-cepat mempunyai kekasih". Tuhan tahu itu petanda apa? Itu petanda bahwa terima kasih atas kesempatanMu, itu petanda bahwa saya memang harus menunggu Gustav berusaha untuk memenangkan hati Gustav. Walau suatu saat waktunya nanti saya tetap tidak bisa memenangkan hati Gustav tetap merupakan anugrah bagi saya, kehebatan yang saya miliki diberikan melalui dia.
Buat gustav, selalu bebaskanlah dirimu. Cari hal yang memenangkan hatimu dan terbaik untukmu. Walau saya berharap saya bisa ikut bersama. Tapi pikirkanlah dirimu. Akan biasa saya menjadi wanita yang menunggu tapi hanya untuk kau! Wanita yang menunggu dengan kerendahan hati bukan diri yang rendahan. Saya merendah hati untuk menjadi pemenangnya. Terima kasih Jagoanku, kisah selanjutnya akan ada dan ku yakin pasti ada.
Gustav , bagai pagi dan kau senja. Saya akan menanti setiap harinya dirimu. Kalau bertanya sampai kapan, ya sampai saya lelah. Saya perempuan yang bersabar dan menjadi yang terbaik entah untuk siapa yang di kehendakiNya. Kisah kita akan tetap ada. Walau masih menjadi rahasia.
Saturday, January 8, 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)