Selamat datang dalam rasa dan pikiran

Jangan pernah membuang satu pun rasa atau pikiran yang ada!

Saturday, January 8, 2011

Hadiah yang akan Kulihat Nanti

(03/01/11) bantu saya mengungkapkan ingatan saya dengan kata-kata, saya tak perlu mengingat terlebih dahulu. Saya sangat ingat apa yang terjadi, tak ada alasan untuk saya lupa. Beberapa orang bilang saya gila. Gila. Apa saya terlihat gila? Sepertinya tidak saya pikir. Jangan bilang saya gila karena semua ini realita yang nyata, bukan khayalan saya. Ya sudah lupakanlah mengenai hal gila yang orang bicarakan.

Hampir dua bulan lalu saya mengenal sosok pria yang hebat. Begitu hebat. Pria hebat dengan kehebatannya, menyalurkannya untuk saya. Pria hebat sangat lihai menaklukan hati saya. Kejadian kemarin begitu indah, namun kali ini begitu berwarna. Terima kasih atas warnawarna yang bermakna. Dirimu memang tak memberikan apaapa tapi saya merasa mendapatkan hadiah yang begitu besar dan nikmat. Tuhan sampai sekarang saya masih belum dapat memenangkan hatinya saya ingin menjadi juara tunggal untuk hal ini. Tuhan saya mohon beri saya banyak energi positif dalam segala jalan. Dia mengurung hati saya, memenjarakannya dalam keindahan yang tertulis banyak namanya. Penuh tanpa celah. Saya tak pernah memberikan suatu hal yang indah Tuhan kepadanya, terlihat itu. Saya hanya dapat menyita banyak waktunya dan mengelapkan pikiran dia akan profesionalitasnya. Benarbenar selalu yang saya ucapkan hanya "maaf". Maaf menyita waktunya.

(05/01/11) Meramal diri bersama temanku, hari ini saya tuliskan beberapa nama pria dan Gustav adalah salah satu orang didalam tulisan itu. Empat kali meramalkan dan membaca mantra yang telah disuruh oleh teman saya, keempat kali pula nama Gustav yang keluar. Saya bercerita namun ia tak percaya kejadian ini. Tapi tak apalah, hanya orang dan temanteman saya yang membaca tulisan ini tahu kebenaran itu.

Tuhan, saya benar gila. Tapi saya begitu yakin tidak ada yang tidak mungkin. Bolehlah Tuhan membuat saya lebih gila, agar saya tidak terlihat lemah. Saya sudah tidak mau berpurapura kuat.

------------------------------------------------


Saya tak bingung harus memulainya dari mana. Terasa sekali rasa lemah bila saya menulis ini semua. Karena saya tanpa harus mengingat saya telah selalu ingat kejadian selama ini. Tuhan terima kasih Gustav masih menjadi penyemangat hariku. Sejauh ini entah mengapa semakin dalam Tuhan, semakin dan jauh mendalam. Terima kasih masih diberi waktu untuk memelihara ini semua Tuhan dengan Kau saya merasa selalu bisa melewati ini semua. Terima kasih juga ya untuk pria bernama Gustav Sangaji, selalu memberikan sesuatu yang hebat, lihat saya! Saya menjadi wanita yang hebat.

Kalau saya boleh bercerita sedikit mengenai Gustav, saya bercerita. Seandainya tidak, saya juga akan tetap bercerita. Mengingat jelas selalu ketika dalam hadapan menyeramkan dan menyedihkan saya tak pernah lagi menangis, karena selalu terngiang ucapan, "aku gak suka ah cewek nangis, aku nggak suka kamu cengeng". Saya selalu ingat itu, maka saya akan tersenyum dan mengatakan bila saya menangis berarti saya mengecewakan dia, saya tidak memperdulikan apa yang dia katakan dan saya selalu ingin menghargai dia.

Gustav mengajarkan hal-hal yang kecil secara tidak langsung. Gustav mengajarkan saya tawa, tawa yang dicari dari kesepian yang penuh. Ya, tak banyak kawanku. Saya hanya bercerita tentang kesenangan dan kebahagiaanku saja untuk kesedihanku jarang sekali kubagi dengan kawan, saya tak ingin membuat kawan cemas. Gustav mengajarkan saya untuk kuat, kuat menghadapi sikap dinginnya. Mengajarkan kuat akan menerima keadaan yang penuh dengan uji kesabaran. Gustav mengajarkan saya untuk menunggu impian yang sebelumnya tak pernah saya lihat dan temukan. Gustav mengajarkan saya banyak hal, hal-hal yang gila. Hal-hal gila memberikan kebenaran diri akan saya 'kebenaran diri' yang dimaksudkan kebenaran mengenai saya. Kebenaran mulai dari aktifitas, olah pikiran, olah rasa dan kejadian kecil besar yang terjadi. Gustav adalah doadoa setelah sholatku. Keinginanku hanya meminta gustav dan hatinya serta halhal dalam gustav.

Temanteman kenapa sih? Saya belum gila. Kalian tidak percaya bahwa suatu hari nanti saya akan bertemu dengan Gustav? Saya percaya sekali dengan itu. Berhenti mengatakan saya gila, saya itu waras! Waras dan jelas berpikir bahwa Tuhan telah memperkenalkan kami dan suatu hari nanti akan bertemu dan lebih mempunyai ujung yang menyenangkan.

Ceritaaaaa, kau tahu? Dia pernah bertanya seperti ini padaku, "kenapa sih (aku) baik, perhatian dan sabar menghadapi (Gustav) walau jahat". Pertanyaaan yang jawabannya, "ya, karena itu kamu! Coba orang lain? Saya tak akan seperti itu". Gustav meragukanku dia berpikir, "mungkin saya baik seperti ini terhadap banyak pria". Tapi dia bisa melihat kehidupan saya di Jakarta ini. Tak ada pria yang masuk kedalam ruang jiwaku. Memang benar ada pria lain yang menyukaiku, tapi saya tak menyukainnya. Gustav sudah menamai ruang rasa milikku. Beberapa pria itu takku biarkan masuk dan takkan ku mainkan.

Kalian tahu? Saya berpikir , saya menyakiti Gustav. Menyakiti tidak bila saya, mencintanya. Bila saya, merindunya sedangkan dia tidak. Bila saya, menyita waktunya sedangkan dia tidak. Bila saya, menunggu dia datang sementara dia tak berjalan. Tapi maaf itu adalah saaya. Gustav pernah bertanya, "kenapa saya begitu baik?" Dan pertanyaan lainnya, "apakah saya menyayanginya?" Jawabannya ada dalam "tindakanku". Munafik sekali kalau saya mengikuti banyak orang diluar bahwa "CINTA TAK HARUS MEMILIKI". Saya sebagai orang yang menyayangi dan mencinta dia, pasti ingin memiliki dia, memiliki dia seorang dia. Tapi saya perempuan yang menunggu maka bersabar-sabarlah saya. Dia belum lihat saya menjadi hebat karena dia. Dia pernah berkata lagi pada saya, "sabar ya, aku mencari yang pasti. Tidak mau bermain-main lagi" --> Tuhan mengapa Kau tak pertemukan saya? Saya menjaga hati saya. Berharap dia akan mengambil hati saya. Tuhan yang tahu mengapa selama ini saya begitu percaya terhadap dia, dan percaya akan kejujuran dia? Karena saya menjaga komitmen yang saya ujarkan. Saya benar tak ingin dan tak mau pria lain, saya ingin dia!!!! Setiap pagi saya bangun dan berharap pagi membawa dia dihadapanku. Namun sampai sekarang belum bisa.

Tuhan, Tuhan pasti tahu. Kemarin mama bilang "mama tidak akan memaksakan target waktu dan menyuruhku cepat-cepat mempunyai kekasih". Tuhan tahu itu petanda apa? Itu petanda bahwa terima kasih atas kesempatanMu, itu petanda bahwa saya memang harus menunggu Gustav berusaha untuk memenangkan hati Gustav. Walau suatu saat waktunya nanti saya tetap tidak bisa memenangkan hati Gustav tetap merupakan anugrah bagi saya, kehebatan yang saya miliki diberikan melalui dia.

Buat gustav, selalu bebaskanlah dirimu. Cari hal yang memenangkan hatimu dan terbaik untukmu. Walau saya berharap saya bisa ikut bersama. Tapi pikirkanlah dirimu. Akan biasa saya menjadi wanita yang menunggu tapi hanya untuk kau! Wanita yang menunggu dengan kerendahan hati bukan diri yang rendahan. Saya merendah hati untuk menjadi pemenangnya. Terima kasih Jagoanku, kisah selanjutnya akan ada dan ku yakin pasti ada.

Gustav , bagai pagi dan kau senja. Saya akan menanti setiap harinya dirimu. Kalau bertanya sampai kapan, ya sampai saya lelah. Saya perempuan yang bersabar dan menjadi yang terbaik entah untuk siapa yang di kehendakiNya. Kisah kita akan tetap ada. Walau masih menjadi rahasia.

Friday, December 17, 2010

Hadiah yang Tak Pernah Terlihat

saat itu yang saya baca adalah sebuah nama, "Gustav Sangaji" ya, tanganku tergerak cepat mengarahkan kursornya dalam icon "add as a friend". Ya ya ya, sungguh berbeda. Saya begitu berasa penasaran mengetahui halhal tentangnya. Sampai-sampai see older post, saya lihat. Memang sungguh berbeda. Berbeda. Rasa penasaran. P-e-n-a-s-a-r-a-n, biar lebih jelas lagi saya eja satu per satu hurufnya.



Mungkin maaf yang saya harus ucapkan, terlalu lancang saya menginginkan banyak halhal mengenainnya "Gustav Sangaji". Tahu?. Saya semakin penasaran dengan apa yang saya lihat. Saya melihat sebuah kata berupa campuran abjad dan angka "2263ABB5". Senyum yang saya ekspresikan malumalu didepan komputer saya.



Rasa penasaran saya pun tak berkurang. Dalam hati saya berucap, "bolehlah saya melihat bagaimana dirinya?" Berupa pertanyaan, yang saya kira tidak akan orang jawab, karena hanya ada saya dan komputer saya. Waaaah, hanya ada satu albumphoto di akunnya. Album "CAN", tak banyak foto yang dia unggah dalam album tersebut. Ya ya ya, satu lagi, dia memakai seragam tentara. Apakah Gustav seorang tentara? Jawabannya, pasti iya. Terlihat.



------------------------------------------------------------

Jangka satu minggu

------------------------------------------------------------



Trut.. Trut.. Alert notification facebook "Gustav Sangaji has been confirm you". Saya hanya bisa tersenyum dan mengingat bahwa saya tahu pin blackberrynya. Lagilagi saya bertanya, "bolehlah saya invite pinnya?" Semoga. Boleh atau tidak saya tetap lakukan itu. Selang waktu dalam hitungan detik! Ya, begitu cepat. Terdaftarlah "Gustav" data kontak saya.



Menyapalah kami, pertanyaan pertama yang sudah saya persiapkan jawabannya, "darimana tahu pin bb?" "Dari facebook". Kejujuran penting dalam memulai suatu hal. Pria yang benar baik, menyenangkan, penuh dengan keceplosan, semoga juga apaadanya. Memang benar begitulah Gustav. Saya memang tak pernah melihatnya namun, saya begitu besar mempunyai keyakinan bahwa ia adalah orang yang baik. Baik selalu membuat saya senang dan mendengarkan ceritacerita saya yang sebenarnya memang tidak sangat penting.



Memang baru hitungan hari, saya pun tak pernah melihatnya. Tapi ketahuilah. Merasakan itu jauh lebih kuat, walau lawannya adalah sebuah kelemahan. Pertama kalinya, dia menyentuh hati dengan bujuk rayunya. Saya tahu. Saya tahu saya sedang dirayu, dengan cara yang umum dilakukan orang biasanya. Pria yang begitu hangat dan menyenangkan. Saya tak pernah peduli kapan saya akan diberi kesempatan untuk bertemu. Karena saya begitu meyakini, hal ini bisa terjadi karena Allah dan Allah memberikan jalan terbaik untuk umatnya.



Ketahuilah, beberapa orang yang pernah datang menghampiri pergi begitu saja. Hal ini pun mungkin akan seperti itu. Penuh dengan ketakutan yang terus saya usaha usir. Saya dibuatnya jatuh hati terhadap dirinya "Gustav Sangaji". Gustav Sangaji, dia saya panggil dengan sebutan JAGOAN. Tahu mengapa aku menamainya seperti itu? Karena dia sangat JAGO menghibur saya, bisa membuat saya tertawa dengan tulus. Benerbener orang yang menyenangkan.



Tuhan, setiap harinya semakin ada yang berbeda. Dia mengajarkan aku untuk membutuhkannya, mencarinya, bersandar, dan meletakan hati kepadanya. Apakah hal ini benar ya Allah? Bolehkah saya mempunyai perasaan seperti ini? Tentu bolehboleh saja. Lihat dan terima. Konsekuensi, ya!.



-----------------------------------------------------------

Ya Allah saya begitu menyita waktunya. Seringkali saya mengganggunya dan saya sadar itu. Saya usaha dan semakin berusaha mengerti, mungkin terlalu sulit dikarenakan, saya sudah tak mengenal apa itu cinta dan saya lupa bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Benarbenar saya tidak tahu. Rasa yang banyak orang milik. Dicintai dan mencintai, ya itu.



Saya hanya bisa berbicara sendiri, "Ka, ajaran kamu seperti membutuhkan kamu dan mencintai kamu. Sudah menyetubuhi saya. Saya tak kuasa menahan. Menahan sebuah romantika cinta seperti, cemburu, khawatir, dan kelebihan lainnya dalam bersikap". Kau? Jatuh cinta padamu seperti harihari dalam hitungan 1-10 dan melupakanmu seandainya, seperti detik dalam satu hari dan seperti saya tak pernah melihat orang yang belum pernah saya lihat.



Saya menunggu waktu, waktu yang detaknya perlahan tak menentu melangkah, melangkah yang belum jelas arahnya mengarah. Saya ingin dia mengurung waktu bersama saya. Maaf saya untuk kesekian kalinya, semoga dia lihat.



------------------------------------------------------------



13 Desember 2010- 17 Desember 2010

Jangka yang sangat pendek, hitungannya hanya sampai 4. Namun entah mengapa rasa bersyukurku begitu besar. ya Allah mungkin benar sangat sulit diterima saya jatuh hati dan tak terbangun lagi dengan orang yang belum pernah saya temui sosoknya. Hanya hatihati kami saja yang selalu bermain dan mempertemukan jiwajiwa kami tanpa tempat dan hanya sekedar menjamin waktu. Tuhanku waktu ini simpan baik untuk kami. Ini memang nikmat, menentramkan hati kami. Tuhan jangan jauhkan Gustav dariku. Dekatkanlah dia. Kirimkan semua energi positif dariMu untuknya. Semua jalan ini milikMu, saya pun tak kuasa sebab itu jaga semua ini ya Allah. Bantu dan tolonglah.



***Dpastikan akan ada kelanjutan cerita ini

Ketidakwarasaan

Jangan sebut aku gila.
Mungkin masuk kedalam ketidakwarasan.
Itu, belum berarti gila.

Siapa yang dianggap waras bila diotaknya hanya ada satu hal. Ya, sekali lagi itu yang dinamakan ketidakwarasan. Waras atau tidak waras kau memujiku, mengapa kau selalu ada? Membuat kantuk menjadi terjaga, membuat dingin menjadi kehangatan, segala menjadi senyum.

Kalau ketidakwarasan harus dikurangi? Sebaiknya dihilangkan.

Lihat nanti, pengambilan nyawalah yang dapat menghilangkan ketidakwarasan. Nyawaku terbawa oleh kau hal itu, saat itulah tak ada nyawa akan aku. Kau membawa penuh nyawaku dan menyatukannya pada nyawamu. Menjadikan satu sebagai manusia yang baru.

Ketidakwarasan sebuah jawaban, Jakarta

Bersyukurlah

Semua ini untuk para sahabatku yang beruntung dan mendapat nikmatnya Allah. Tapi yang pasti gue cuma bisa bilang "patut syukuri dan patut jaga hubungan kalian dengan pasangan kalian. Kalau berbeda pendapat atau terdapat kekurangan dari diri pasangan kalian harap dimaklumi. Karena semua yang diinginkan itu tidak pasti semua terwujud. Jaga, syukuri, dan saling menghargai. Mungkin semua hal itu dapat mempertahankan dan memberikan umur panjang terhadap hubungan"


Bersyukurlah kalian masih dapat merasakan mencintai dalam keadaan dicintai.

Bersyukurlah kalian masih dapat melihat orang yang dalam keadaan memiliki, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat mencurahkan perhatian, kemanjaan, keegoisan, keamarahan dalam keadaan kalian tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

bersyukurlah kalian masih dapat berbagi kesedihan dan kesenangan dalam keadaan tahu dan memliki orang yang dicinta, karena memang ada. sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat menunjukan sebuah kebanggaan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih tetap hidup dalam kesepian, dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat diistimewakan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat mempunyai hari indah dalam keadaan apapun, karena memang ada. Sedang yang tidak?



Suatu yang indah itu terletak dalam proses. Sesuatu yang indah akan sadar betapa pentingnya dan hidupnya, ketika sesuatu yang indah itu pergi. Kebersamaan, saling menghargai, optimistik yang kuat, dan bersyukur semua itu merupakan kunci dari pertahanan hubungan.

Sedangkan yang tidak, yakinkan dia akan berusaha menjaga hatinya untuk orang yang akan datang.


Untuk sahabat, pembicaraan cinta. Tak pernah merasakan.
(Mungkin, ada yang bilang ini omong kosong karena saya tak pernah merasakan apa yang kalian rasakan selebihnya. Tapi ni hanya yang sekadar dipikirkan)



with love,

Dini Iskandar


untuk para sahabat :)

Tak Ada Ujung Aliran

Jangan katakan langit akan gelap,
lihat didepanmu
dan melangkahlah!
Setelah itu
kau akan lihat
pelangi dengan spektrum indahnya.

Jadikan hujan sebagai nikmat,
kau dapat bercengkrama dengannya
melalui airair
yang kau tadahi.

Sisanya,
pasti menunggu diujung aliran.


"Aliran air tak berujung, Jakarta hujan"

Angsa Putihku

Angsaku, biarkan aku menyentuh air
bersamamu dengan jubah putih yang kau kenakan.
Tapi jangan kau sentuh air sendiri.
Angsaku, bawa aku dengan jejak air
yang terseret olehmu.


Angsa putih, bawa aku. Jakarta

"Rumah"

Benar, ini "rumah"ku
Datang dan mengetuk
Kau membutuhkan sesuatu?
Ataukah kau adalah sesuatu yang dikirimkan Dia, setelahku meminta?

Jangan diam!
Bicaralah..

Aku takkan mengetahui apaapa
Sebelum kau mengabjad satu per satu kata ke kalimat yang bermakna.

Yasudah,
Apakah kau ingin masuk dan berkunjung?
Tapi maaf,
"Rumah" ini reyot, tak berbentuk, tak mempunyai nilai nominalnya
Jadi kau harus memahaminya
Bahwa "rumah" ini kan kau perindah sesudah kakimu melangkah


Aku membuka "rumah" ku untuk siapa saja berupa doa


"Rumah" adalah umpama, 2010.