saat itu yang saya baca adalah sebuah nama, "Gustav Sangaji" ya, tanganku tergerak cepat mengarahkan kursornya dalam icon "add as a friend". Ya ya ya, sungguh berbeda. Saya begitu berasa penasaran mengetahui halhal tentangnya. Sampai-sampai see older post, saya lihat. Memang sungguh berbeda. Berbeda. Rasa penasaran. P-e-n-a-s-a-r-a-n, biar lebih jelas lagi saya eja satu per satu hurufnya.
Mungkin maaf yang saya harus ucapkan, terlalu lancang saya menginginkan banyak halhal mengenainnya "Gustav Sangaji". Tahu?. Saya semakin penasaran dengan apa yang saya lihat. Saya melihat sebuah kata berupa campuran abjad dan angka "2263ABB5". Senyum yang saya ekspresikan malumalu didepan komputer saya.
Rasa penasaran saya pun tak berkurang. Dalam hati saya berucap, "bolehlah saya melihat bagaimana dirinya?" Berupa pertanyaan, yang saya kira tidak akan orang jawab, karena hanya ada saya dan komputer saya. Waaaah, hanya ada satu albumphoto di akunnya. Album "CAN", tak banyak foto yang dia unggah dalam album tersebut. Ya ya ya, satu lagi, dia memakai seragam tentara. Apakah Gustav seorang tentara? Jawabannya, pasti iya. Terlihat.
------------------------------------------------------------
Jangka satu minggu
------------------------------------------------------------
Trut.. Trut.. Alert notification facebook "Gustav Sangaji has been confirm you". Saya hanya bisa tersenyum dan mengingat bahwa saya tahu pin blackberrynya. Lagilagi saya bertanya, "bolehlah saya invite pinnya?" Semoga. Boleh atau tidak saya tetap lakukan itu. Selang waktu dalam hitungan detik! Ya, begitu cepat. Terdaftarlah "Gustav" data kontak saya.
Menyapalah kami, pertanyaan pertama yang sudah saya persiapkan jawabannya, "darimana tahu pin bb?" "Dari facebook". Kejujuran penting dalam memulai suatu hal. Pria yang benar baik, menyenangkan, penuh dengan keceplosan, semoga juga apaadanya. Memang benar begitulah Gustav. Saya memang tak pernah melihatnya namun, saya begitu besar mempunyai keyakinan bahwa ia adalah orang yang baik. Baik selalu membuat saya senang dan mendengarkan ceritacerita saya yang sebenarnya memang tidak sangat penting.
Memang baru hitungan hari, saya pun tak pernah melihatnya. Tapi ketahuilah. Merasakan itu jauh lebih kuat, walau lawannya adalah sebuah kelemahan. Pertama kalinya, dia menyentuh hati dengan bujuk rayunya. Saya tahu. Saya tahu saya sedang dirayu, dengan cara yang umum dilakukan orang biasanya. Pria yang begitu hangat dan menyenangkan. Saya tak pernah peduli kapan saya akan diberi kesempatan untuk bertemu. Karena saya begitu meyakini, hal ini bisa terjadi karena Allah dan Allah memberikan jalan terbaik untuk umatnya.
Ketahuilah, beberapa orang yang pernah datang menghampiri pergi begitu saja. Hal ini pun mungkin akan seperti itu. Penuh dengan ketakutan yang terus saya usaha usir. Saya dibuatnya jatuh hati terhadap dirinya "Gustav Sangaji". Gustav Sangaji, dia saya panggil dengan sebutan JAGOAN. Tahu mengapa aku menamainya seperti itu? Karena dia sangat JAGO menghibur saya, bisa membuat saya tertawa dengan tulus. Benerbener orang yang menyenangkan.
Tuhan, setiap harinya semakin ada yang berbeda. Dia mengajarkan aku untuk membutuhkannya, mencarinya, bersandar, dan meletakan hati kepadanya. Apakah hal ini benar ya Allah? Bolehkah saya mempunyai perasaan seperti ini? Tentu bolehboleh saja. Lihat dan terima. Konsekuensi, ya!.
-----------------------------------------------------------
Ya Allah saya begitu menyita waktunya. Seringkali saya mengganggunya dan saya sadar itu. Saya usaha dan semakin berusaha mengerti, mungkin terlalu sulit dikarenakan, saya sudah tak mengenal apa itu cinta dan saya lupa bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Benarbenar saya tidak tahu. Rasa yang banyak orang milik. Dicintai dan mencintai, ya itu.
Saya hanya bisa berbicara sendiri, "Ka, ajaran kamu seperti membutuhkan kamu dan mencintai kamu. Sudah menyetubuhi saya. Saya tak kuasa menahan. Menahan sebuah romantika cinta seperti, cemburu, khawatir, dan kelebihan lainnya dalam bersikap". Kau? Jatuh cinta padamu seperti harihari dalam hitungan 1-10 dan melupakanmu seandainya, seperti detik dalam satu hari dan seperti saya tak pernah melihat orang yang belum pernah saya lihat.
Saya menunggu waktu, waktu yang detaknya perlahan tak menentu melangkah, melangkah yang belum jelas arahnya mengarah. Saya ingin dia mengurung waktu bersama saya. Maaf saya untuk kesekian kalinya, semoga dia lihat.
------------------------------------------------------------
13 Desember 2010- 17 Desember 2010
Jangka yang sangat pendek, hitungannya hanya sampai 4. Namun entah mengapa rasa bersyukurku begitu besar. ya Allah mungkin benar sangat sulit diterima saya jatuh hati dan tak terbangun lagi dengan orang yang belum pernah saya temui sosoknya. Hanya hatihati kami saja yang selalu bermain dan mempertemukan jiwajiwa kami tanpa tempat dan hanya sekedar menjamin waktu. Tuhanku waktu ini simpan baik untuk kami. Ini memang nikmat, menentramkan hati kami. Tuhan jangan jauhkan Gustav dariku. Dekatkanlah dia. Kirimkan semua energi positif dariMu untuknya. Semua jalan ini milikMu, saya pun tak kuasa sebab itu jaga semua ini ya Allah. Bantu dan tolonglah.
***Dpastikan akan ada kelanjutan cerita ini
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment