Selamat datang dalam rasa dan pikiran

Jangan pernah membuang satu pun rasa atau pikiran yang ada!

Sunday, April 18, 2010

Fiksi mini by me

Fiksi mini adalah cerita yang hanya 140 karakter. Melatih seseorang yang mempunyai bakat menulis. Beberapa fiksi mini yang telah saya buat.


cinta kamu dimana? cinta jangan datang kesini yah? karena aku sudah tidak membutuhkan kamu. 8:58 AM Apr 17th via TweetDeck

Mama, kenapa mama bilang cinta aku cinta monyet? Emang aku monyet ma? #fiksimini 7:03 AM Apr 17th via Snaptu

Cinta? Kata sederhana memiliki makna yang luar biasa. 6:59 AM Apr 17th via Snaptu

Saya ingin tak ingin rhasiany trbongkar! "ibuny sorg pelacur. ankny jg placur. blm sempat brtemu ayahnya, anak melacur dgn ayah" @fiksimini 10:02 AM Apr 12th via Snapt

ak ingn mengencani anaknya sj drpd ibunya, ibunya sm skali tdk mmbuat akuterayu. Apa tarif semalamnya? pasti tidak sama dgn ibuny @fiksimini 10:29 AM Apr 11th via TweetDeck

bagaimana aku yang merayumu lalu, kau tertidur disebelahku, dan ku lepas @fiksimini 10:20 AM Apr 11th via TweetDeck

"sudah tiga tahun berpacaran denganmu, mengapa kau tak pernah menyiumku?", "aku tak suka bibir pria, aku lebih suka bibir wanita" @fiksimini 12:59 AM Apr 10th via TweetDeck


"larut mlm bgini km br plg syg?Apkh mlm ini kt brcnta?","Iy syg","cetakan lipstik syp yg ad dpunggungmu?" "pelacur","oh baiklah". @fiksimini 8:42 PM Apr 9th via Snaptu
Dgn snang hati. knp km tdk mngenalkan ak pd prempuan it? Pdhl nnt dy akn mjd partnerku melayanimu. Dy sbg istri kduamu. @fiksimini 11:47 AM Apr 9th via mobile web

Kalenderku belum habis menghitung tanggalnya. Mngapa kisah kami sudah berakhir? smakin parah kisah kami sebatas hitungan 1-31 sj #fiksimini

ak tdk brhrp surat cinta yg dtg kpdku syg..yg ak hrpkn itu surat srtifikat rmh, surat kendaraan, surat stfikat berlian ats namaku @fiksimini 1:58 AM Apr 9th via Snaptu

harga diri ddalam kcantikannya dpt dibeli dgn sebotol alkhol dan sisanya dgn rayuan murahan #fiksimini 7:31 PM Apr 8th via TweetDeck

Tuhan telah menyediakan telapak-telapak berbaris untuk kita injak. #fiksimini 8:45 AM Apr 8th via web

"sayang.. hubungan kita sampai disini saja", "mengapa?" karena laptopku rusak dan tidak bisa melanjutkan cerita cinta kita"

yhnda ; bunda bunda tahu tidak bahwa bunda itu surga aku? 8:35 AM Apr 7th via Seesmic

Gadis! prkenalkan saya Toto. Saya org kaya punya banyak warung soto juga punya banyak oto. Lihat saya keren punya tato "soto very delicious" 4:42 AM Apr 7th via web

"neng soto?", tukang soto. "bukannn abang..! " cewek baju hitam. "hah?", tukang soto. "aye ntu siti bukan soto bang" cwek baju hitam. 4:39 AM Apr 7th via web

Kamu melihat, mengajak bicara tentang hubungan kita dan menawarkan hal memabukan tapi percuma aku sudah mati! Sudah mati sayang

PENGERTIAN DAN HAKIKAT PENDEKATAN STILISTIKA

Stilistika dalam konteks bahasa dan sastra mengarah pada pengertian studi tentang style (gaya bahasa), kajian terhadap wujud performasi kebahasaan (Nugrgiyantoro, 1998:2179). Menurut Roland Barthes (dalam Aminuddin, 1995: 1-38)… style is a historical concept. Seiring pengertian itu, konsep bidang kajian dan metode stilistika tentunya terus mengalami perkembangan yang beragam/ berbeda-beda dalam setiap disiplin ilmu, tetapi dapat saling melengkapi.

Dengan memahami gaya dalam perspektif kesejarahan, dapat diketahui bahwa studi stilistika dalam konteks kajian sastra secara rasional dapat memanfaatkan berbagai wawasan untuk menentukan sudut pandang maupun sikap dan sifat kajian. Studi stilistika seakan-akan hanya perpanjangan tangan kajian linguistic. Sedangkan dalam kenyataannya, studi stilistika tersebut ditinjau dari sejarah perkembangannya dapat dihubungkan dengan sejumlah disiplin keilmuan, baik retorika, semiotika, linguistic, maupun teori sastra (Aminuddin, 1995:2)

Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro, 1998:280) stilistika kesastraan merupakan sebuah metode analisis karya sastra yang mengkaji berbagai bentuk dan tanda-tanda kebahasaan yang digunakan sperti yang terlihat pada struktur laihirnya. Metode analisis ini menjadi penting, karena dapat memberikan informasi tentang karakteristik khusus sebuah karya sastra. Bahkan, menurut WEllek dan Warren, ia dapat memberikan manfaat yang besar bagi studi sastra jika dapat menentukan prisip yang mendasari kesatuan karya sastra, dan jika dapat menemukan suatu tujuan estetika umum yang menonjol dalam sebuah karya sastra dari keseluruhan unsurnya (Wellek dan Warren).

Melalui pendekatan stilistika dapat dijelaskan interaksi yang rumit antara bentuk dan makna yang sering luput dari perhatian dan pengamatan para kritikus sastra (Panuti Sudjiman, 1993:vii). Sebab, kajian stilistika dalam ssatra melihat bagaimana unsure-unsur bahasa digunakan untuk melahirkan peasan-pesan dalam karya sastra. Atau dengan kata lain, kajian stilistika berhubungan dengan pengkajian pola-pola bahasa dan bagaimana bahasa digunakan dalam teks sastra secara khas. Analisis bahasa yang dipolakan secara khas tersebut kita tuntut untuk dapat menunjukkan kekompleksitasan dan kedalaman bahasa teks sastra tersebut dan juga menjawab bagaimana bahasa tersebut memiliki kekuatan yang menakjubkan, kekuatan kreatifitas karyaa sastra (Cummings dan Simmons, 1986:vii).

Langkah pertama yang lazim diambil dalam analisis stalistika adalah mengamati deviasi-deviasi seperti pengulangan bunyi, inverse susunan kata, susunan hierarki klausa, yang semuanya mempunyai fungsi estetis seperti penekanan, atau membuat kejelasan atau justru kebalikannya: usaha estetis untuk mengaburkan dan membuat makna menjadi tidak jelas (Wellek dan Waren, 1993: 226).

Untuk mengetahui cirri pembeda gaya sebuah teks dari teks lain, perlu dilakukan penghitungan frekuensi pemunculan tanda-tanda linguistik yang terdapat di dalamnya. Gaya kemudian “diukur” berdasarkan kadar deviasinya terhadap bahasa yang wajar dan baku. Data kuantitatif yang diperoleh dari analisis seperti ini dapat memberikan bukti-bukti konkret yang dapat menopang deskripsi stilistika sebuah karya dengan cara yang lebih dapat dipertanggungjawabkan (Nurgiatoro, 1998:283)

Stilistika adalah pendekatan kritis yang mempergunakan metode-metode dan pengetahuan linguistik untuk mempelajari karya sastra dan non-sastra. Pendekatan ini bertujuan untuk mempelajari cara fitur-fitur linguistik mempengaruhi makna sebuah karya secara keseluruhan dan efek-efeknya pada pembaca.

Pada mulanya, stilistika lebih terbatas pada persoalan bahasa dalam karya sastra. Namun dalam perkembangannya, pengertian gaya juga dilihat dalam hubungannya di luar karya sastra. Maka dibedakan anatar gaya sastra dan gaya non sastra. Jalan pikiran yang nmenyebutkan betapa eratnya hubungan antara bahasa sastra dapat dikemukakan sebagai berikut. Pada perinsipnya , ‘seni sastra’ (baca juga ‘seni bahasa’) dapat dipandang dari dua segi kemungkinan. Pertama, ‘seni sastra’ dipandang sebagai bagian dari seni pada umumnya. Di sini, karya sastra dikaji sebagi objek estetika, dengan mengkhususkan perhatiannya pada gejala bahasa , plastik bahasa, dan penggunaan bahasa kias/majas atau bahasa figurative(figurative language), serta sarana retorika yang lain. Jadi pengkajiannya masuk kedalam kajian stilistika, retorika dan estetika. Kedua, seni sastra dipandang sebagai bagian dari ilmu bahasa (linguistics) pada umunnya.Dalam hal ini seni sastra dikaji dengan berdasarkan penggunaan bahasa yang khas. Jadi masuk pada lingustik terapan. Ia dikaji ragam bahasa yang digunakan. Apa jenisnya. Penekanannya pada pengkajian teks sastra. Landasan teorinya adalah konvensi-konvensi atauu konsepsi-konsepsi sastra atau bahasa.


Ragam Bahasa: fungsi, Teks, dan Unsur Stilistika

Bernand Asmuth dan LUIS Berg-Ehlers (1978:61) menamakan gaya bahasa sastra dan gaya bahasa non sastra ke dalam ‘gaya fungsional’, berhubungan dengan fungsi tertentu dan bersifat sosiologis , seperti apa yang dikatakan oleh William O. Hendricks (1976:34). Juga dikutip oleh Asmuth dan Luise Berg-Ehlers cirri gaya fungsional dari Elise reisel yang berhubungan dengan pemakaian bahasa Jerman (DALAN Junus, 1989:xi-xiii) berikut.

a. gaya bahasa Pergaulan resmi

fungsi : melaksanakan hubungan resmi antara pegawai pemerintah dengan rakyat.
Teks : bersifat perintah, melukiskan dengan berbelit-belit.
Unsur Stilistika : konstruksi kalimat pernyataan yang rumit; gagal menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan perasaan.




b. gaya bahasa Ilmu

Fungsi : penyampaian kebenaran ilmu dan hukumnya dengan pembuktian logic dan objektif.
Teks : karangan ilmiah, komentar, kuliah.
Unsur stilistika : kata-kata yang netral dari nilai sastra dan tanpa warna emosi jarang ditemuni ungkapan-ungkapan pepatah; jalinan yang padu anatara kalimat atau kelompok kata-katanya.

c. Gaya bahasa surat kabar

Fungsi : informasi, menjelaskan sehingga orang tahu dengan jelas tentang peristiwa yang dilaporkan.
Teks : artikel surat kabar dan sebagainya.
Unsur stilistika : lukisan tentang apa yang terjadi, penggunaan slogan, perifrase dan kata pemula (yang menarik).

d. gaya bahasa sehari-hari

Fungsi : digunakan dalam pergaulan santai yang alamiah.
Teks : bahasa sehari-hari
Unsur Stilistika :kesantaian, mudah, ketegangan emosi terlihat pada kelancaran dan hambatan dalam pembicaraan, cenderung pada kaliamat pendek, yang mementingkan ketepatan gramatikal.

e. Gaya bahasa sastra

Fungsi : penyampaian fikiran melalui bahasa yang bergaya.
Teks : karya sastra
Unsur stilistika : unsur dari segala gaya; menghasilkan srgala kemungkinan kesan bahasa.



Kriteria Pendekatan
Menurut Atmazaki (1990:97), seorang peneliti yang ingin menggunakan pendekatan stilistika dalam menguraikan sebuah karya sastra harus menguasai dengan baik konsep-konsep linguistik. Perinsip-prinsip yang harus diketahui sebelum
Meslipun para ahli dalam mendefinisikan gaya (style) sudah persoalan tersndiri sebagaimana diakui Greimas dan Courttes ( 1979: 318) bahwa

Prosedur Kajian Stilistika
Kajian Stilistika merupakan bentuk kajian yang menggunakan pendekatan obyektif. Dinyatakan demikian karena ditinjau dari sasaran kajian dan penjelasan yang dibuahkan, kajian stilistika merupakan kajian yang berfokus pada wujud penggunaan system tanda dalam karya sastra yang diperoleh secara rasional-empirik dapat dipertanggung jawabkan. Landasan empiric merujuk pada kesesuian landasan konseptual dengan cara kerja yang digunakan bila dihubungkan dengan karakteristik fakta yang dijadikan sasaran kajian.
Pada apresiasi sastra, analisis kajian stilistika digunakan untuk memudahkan menikmati,memahami,dan menghayati system tanda yang digunakan dalam karya sastra yang berfungsi untuk mengetahui ungkapan ekspresif yang ingin diungkapkan oleh pengarang.
Dari penjelasan selintas di atas dapat ditarik kesimpulan tentang analisis yang dilakukan apresiasi sastra meliputi :
1. Analisis tanda baca yang digunakan pengarang.
2. Analisis hubungan antara system tanda yang satu dengan yang lainnya.
3. Analisis kemungkinan terjemahan satuan tanda yang ditentukan serta kemungkinan bentuk ekspresi yang dikandungnya (Aminuddin : 1995 :98).
Kaitannya dengan kritik sastra, kajian stilistika digunakan sebagai metode untuk menghindari kritik sastra yang bersifat impesionistis dan subyektif. Melalui kajian stilistika ini diharapkan dapat memperoleh hasil yang memenuhi kriteria obyektifitas dan keilmiahan (Aminuddin :1995 : 42).
Pada kritik sastra ini prosedur analisis yang digunakan dalam kajian stilistika, diantaranya :
1. Analisis aspek gaya dalam karya sastra.
2. Analisis aspek-aspek kebahasaan seperti manipulasi paduan bunyi, penggunaan tanda baca dan cara penulisan.
3. Analisis gagasan atau makna yang dipaparkan dalam karya sastra (Aminuddin : 1995 :42-43).

Friday, April 16, 2010

Identitas Buku

Judul buku : Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
Pengarang : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2006
Cetakan pertama tahun 2006
Cetakan kedua tahun 2006
Tebal buku : 124 halaman

Resensi Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek

Buku cerita pendek tentang cerita cinta pendek salah satu karya Djenar Maesa Ayu, cerita pendek tentang cerita cinta pendek merupakan buku keempatnya setelah buku yang berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet!, Jangan Main-main (dengan kelaminmu), dan Nayla. Buku ini merupakan kumpulan cerpen karya Djenar Maesa Ayu. Djenar dalam penulisan Ia telah meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2005. adapun karya Djenar yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Richard Oh karena mendapatkan Cerpen terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dengan judul cerpen Menyusu Ayah.

Djenar adalah feminis tanpa jargon. Sejumlah cerpennya dianggap banyak kritikus sastra sebagai karya yang mengelaborasi tema seksualitas dan dunia perempuan. Tak jarang, setiap karyanya terbit, selalu saya disertai kontroversi. Djenar sendiri tak sungkan memasukan sejumlah tema-tema krusial seksualitas berikut idiom dan frasanya. Hubungan tak lazim dalam dunia seks, dan sejumlah tema pemberontakan perempuan yang selama ini masih jarang dijamah penulis seangakatannya sekalipun. Djenar termasuk perempuan penulis yang produktif

Dengan buku sebelumnya, buku ini sama. Yang dimaksudkan sama adalah buku ini merupakan kumpulan-kumpulan cerpen. Djenar dalam Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek kekhasan Djenar dalam kumpulan cerpen ini tidak hilang, masih saja berbau seksual. Djenar tidak sungkan-sungkan menulis hal-hal mengenai seks. Dalam pemilihan kata dan cara penulisan berirama, bernada namun terlihat tidak disengaja sehingga indah untuk dibaca.

Buku ini sangat mempunyai kekhasan dari buku sebelumnya, karena disetiap cerpen mempunyai ilustrasi gambar sendiri dari masing-masing cerpen. Keromantisan dan kecupan-kecupan hangat Djenar dalam menggunakan bahasa membuat pembaca terperanggah. Membuat pembaca menjadi samar-samar dalam menentukan ending cerita, gaya puitis Djenar selalu indah dan tidak murahan. Kepandaian Djenar dalam memilih kata dapat diacungi jempol.

Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek berisi tentang percintaan. Namun, Djenar membuat hal yang lebih khas dalam karya-karyanya lebih kompleks dari karya-karya pengarang lain yang pastinya dalam tema percintaan itu akan sama “memiliki happy ending-sad ending, cinta remaja, cinta sekolah”. Tapi Djenar memilih percintaan yang tidak lazim perselingkuhan, pelacuran, dan bahkan insect. Ini yang membuat karya Djenar itu berbeda dengan karya pengarang lain.

Bagi pembaca yang awam dan pembaca yang sulit mencerna terhadap suatu bacaan, buku Djenar ini dapat membuat bingung pembacanya. Mungkin pembaca akan membaca berkali-kali agar mengerti atas maksud pesan yang disampaikan. Itu sedikit kekurangan yang ada dari buku ini.

Kesan saya terhadap buku ini adalah buku yang mnyenangkan dan memberikan saya insprisasi dan menyadarkan saya dalam menulis tidak pernah ada batasan. Tidak harus malu-malu menuangkan apa yang ada dipikiran dan apa ynag kita lihat. Serta memberikan sedikit pencerahan dalam memilih kata dan cara penulisan agar lebih bernada. Sangat dibutuhkan juga untuk pengetahuan seputar seksual, karena selama ini banyak orang yang menutup diri untuk tahu tentang seksualitas.

Apakah buku ini berterima untuk dikonsumsi? Pastinya berterima dan bahkan suatu yang bagus bila orang mengonsumsi bacaan buku ini , kumpulan ncerpen karya Djenar Maesa Ayu. Apa saja yang didapat dari karya Djenat ini? Banyak, kehidupan percintaan yang berkonflik perselingkuhan, pelacuran, bahkan konflik yang belum banyak dipakai pengarang lainnya.


Sinopsis

Jangan mencari kisah cinta yang berakhir happy ending di dalam buku ini. Cinta dilukiskan Djenar sebagai sesuatu yang memiliki banyak segi dan banyak arah. Para pelakunya pun bukan seperti Cinderella dan pangeran tampan. Mereka adalah karakter yang berkutat dengan kegetiran. Tokoh-tokoh perempuannya adalah steel magnolia yang mengakhiri kisah cinta tidak dengan kalimat and they live happily ever after. Pengkhianatan, perselingkuhan, perbedaan orientasi seksual, pelecehan seksual, penganiayaan anak, diangkat Djenar dalam beberapa cerpennya. Tidak cukup dengan menulis, Djenar pun membuat sketsa untuk mengekpresikan pikiran dan kegelisahannya. Buku ini diperuntukkan bagi pembaca dewasa dengan pikiran dan hati terbuka untuk melihat bahwa ada sisi-sisi lain yang tak semuanya bahagia dan baik-baik saja di dunia ini. Percintaan yang ditampilkan bukan sekedar cinta biasa yang ada namun lebih kompleks dan kita sebagai pembaca akan sulit menebak ending dari cerpen-cerpennya.

Ia menghampiri saya sambil membawa sekeping koin dan sebotol minyak angina. Tubuh saya tergolek lemah diatas sofa. Saya begitu tak bertenaga, begitu pasrah ketika Ia melucuti pakaian saya. Ketika Ia menelungkupkan tubuh saya. Ketika tangan Ia mengerikan koin yang sudah dilumuri minyak angin di atas pungung saya. (Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek). Cerpen ini menggunakan pemilihan kata yang indah dan sangat berani dalam pengunaan kata untuk menggambarkan pesan si pengarang.

Pada cerpen Ha… HA… Ha… “setan! Ia berdoa lagi. Bersimpul kanan kiri jari. Bertekuk lutu kaki” Djenar sedikit menyulitkan sebenarnya apa yang dimaksud dalam kalimat ini. Sulit ditebak namun membuat penasaran untuk diketahui. Seperti yang sudah dikatakan dimana pengarang sangan romantis dan menadakan penulisan agar mudah untuk dipahami.

“Membalas dekapan ketika kami tidur, Membalas kecupan hangat di unujng bibirnya. Membalas sedikit julur lidahnya dengan isapan lebih dalam bibir saya. Membalas belaiannya di rambut saya dengan belaian yang jauh lebih lembut di rambut kelaminnya. Membalas dengan lebih, asal saya diperblehkan memanggilnya Alex. Mencintainya sperti alex.” Pengarang fulgar dalam menggambarkannya. Tapi itu karena dalam karya sastra apa yang dituangkan tidak ada batasannya. Semuanya dapat diterima dan pemilihan kata itu tepat dalam penggambaran. Memang kekhasan karya Djenar dalam feminisme juga seksualitas.

Kelemahan dan kelebihan Buku

Beberapa kelemahan , bagi sebagian kecil orang akan sulit memaknai apa yang ditulis oleh Djenar. Dan dalam penggunaan Ejaan belum baik. Masih terdapat ejaan yang salah. Seperti hruf capital setelah tanda koma “,”. Sedangkan kelebihan yang terdapat dari buku ini adalah, buku ini merupakan kumpulan dari cerpen-cerpen karya Djenar dan seperti cerpen-cerpen sebelumnya cerpen ini pun merupakan cerpen terbaik entah dari versi apa (penilaian banyak orang). Disetiap karya cerpennya terdapat ilustrasi yang melatari dari setiap masing-masing cerpen. Dari jumlah halaman sangat cukup berpotensi, dan bicara dengan cover desain, cover dari buku ini mencakup dan serasi dengan judul serta isi. Sangat menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan oleh Djenar itu tidak berbelit-belit, karena apa yang dia tulis itu sperti tidak disengaja. Ditulis secara alamiah sejalan yang dia fikirkan.

Buku ini sangat cocok untuk penulis pemula, untuk dijadikan insprirasi. Agar dapat dikembangkan kemampuan yang dimilikinya. Dan bagi orang yang cukup dewasa boleh membaca buku ini, karena dari bacaan karya ini kita dapat mengetahuui penggambaran dari dunia seksualitas dan tidak menutup diri untuk mengetahuinya. Bagi yang sudah jauh lebih baik juga dapat membaca ini untuk membandingkan atau sekedar melihat perkembangan sastra dalam masa ini.

Saturday, April 10, 2010

Melanjutkan cerita dalam kisah

Pintunya tertutup
Ada orang disana
Pasti tidak,

Aku boleh berkunjung lagi?
Sekarang aku berkunjung tanpa tangan kosong
Bisa kamu lihat aku membawa sesuatu
Untukmu

Aku membawa kalender, buku dan satu buah pena
Kamu tidak mempersilahkan aku masuk?
Baiklah, bukan suatu hal
Karna aku sudah pernah
Bahkan bermalam

Aku jawab pertanyaanmu
Sayang kalender ini belum selesai menghitung tanggalnya
Aku juga belum menyelesaikan tulisanku, masih banyak halaman kosong
Masih banyak halamanhalaman kosong yang belum tertanggal dan bercerita

Aku beri kesempatan untuk kamu menulis di satu halaman

Aku tunggu

"habis"
mengapa?
Bukankah masih ada halaman selanjutnya

Kerangka kamar, 10 April 2010

Sambutan Untukmu

ketika saat aku menyambut sosokmu, jangan kau bertindak mundur.

Jangan lakukan itu!

Walau satu langkah kebelakang aku takut kau jatuh !

Aku akan mengulurkan tanganku untuk menggapaimu, jangankan satu tangan kedua tangan pun kan dihadapan mata.

Jangan Hitung Hujan yang Turun

Tuhan hujan ini semakin deras jauh, aku telah basah pada kemarau-Mu dan bercumbu dengan jalanku

"saat tidak hujan Jakarta, 23 Maret 2010"

Pesan

terkirim atau tidak pesan
bahwa kasih dan sayang semakin

aku mengirimkan surat yang tak pernah sampai
tapi, jelmaku bukanlah sehelai kertas
melainkan visualisasi dalam realita tentang hadiah Tuhan
terlimpah pada aku atas dua nama
yaitu, kamu dan cinta


untuk kekasih yang tak ku miliki
Jakarta, 25 Maret 2010

Edelwish cinta satu kecupan

Panggil saja Edelwish. Tak sebanding dengan mawarmawar berwarna. Warnaku putih, tak bercorak. Aku hanya segenggam. Sungguh sulit cinta memetiknya, bukan pertangkai. Edelwish tak punya keindahan dipandang banyak mata, tak punya keharuman dicium udara pagi. Edelwish sederhana, yang mengeluarkan keindahan bagi yang mengenggamnya dan harum bagi kecupan sederhana ditengah kelopak. Edelwish tak mengenal seorang pun namun ia memiliki pemiliknya sendiri. Yang Edelwish damba hanya cinta itu sendiri diatas satu kecupan dan membekas kelopak sederhana.

Edelwish layu takkan perlihatkan uap air yang menetes. Dia akan memperlihatkan dimana kesederhanaan itu akan menjadi sorot indah dalam cinta. Edelwish hanya ingin cinta itu sendiri, lemah berarti, kuat dirasa, menjadikan satu doa dalam harapan.--


Kejujuran Edelwish ibarat aku

Menjadi Puisi Baru

Aku tak pernah mengirimkan apaapa
kecuali aku akan mengirimkan puisi baru
untuk mengubahsatu jalan yang disertai romanroman
tapi aku ingin pikirmu ikut

karena aku sadar
aku bukan buku barumu yang tertulis dalam puisi
biarkan aku menjadi halamanhalaman indah
tertulis dalam puisi

dan aku yang lakukan itu


Jakarta, 17 Maret 2010

Syair gila

Kamu tahu tidak? Aku berbicara sendiri seperti orang gila didepan orang gila karena hal yang gila. Kamu tahu tidak? aku ini gila, semakin gila akan hal gila. Dasar gila! sudah tahu aku gila, mengapa menggilai aku? Dasar gila! sudah tahu ini hal gila, mengapa menghina hal ini gila? Dalam keadaan yang gila aku menjadi orang gila atas halhal yang gila.

Cuplikan cinta

"aku punya hanya cinta sesungguhnya, walau terhitung ini bukan syahwat romantisme yang menjadikan kita menjadi sebuah luka--"

Petik Klasik Muhammad dan Aisyah

Cantikku tak menyerupai Aisyahmu, Muhammad
Ketampanannya pun tak bernama Muhammadmu, wahai Aisyah

Muhammadmu adalah lafaz kekuatan cintamu wahai wanita cantik...
Aisyahmu adalah pelengkap lafazmu...

Aku tak tahu bagaimana rupa kalian, sepasang kekasih Tuhan!

Kau dan Wanitamu bercengkrama digaris Alloh, sambil melafazkan keabadian dan penyejuk keindahan dalam sifat yang ikhlas. Tahu? Kami pun seperti kalian, dipertemukan oleh Alloh! Tapi, Kami tidak akan seperti kalian, karna kami bukan kalian.

Kami hamba-hamba Alloh yang lemah, yang menjadikan Alloh sebagai kekuatan kami. Persilahkan kami, malam ini berdoa untuk memetik klasik kisahmu. Agar halalnya Aisyah untukmu dapat kami rasakan. Mersakan hari-hari terakhir seperti klasik hari terakhirmu.

Doa Kami Dalam Syair

"Setelah tarikan nafas lalu ku hembuskan disetiap fikiranku, berikan setetes air dengan tanganmu Tuhan!. Agar disetiap tarikan nafas selanjutnya aku dapat dikatakan terus bernafas."

Nama

"Aku hidup dengan bagian-bagian yang sempurna. Namun, separuh kesempurnaan itu terkait dengan satu nama "cinta *****". Aku terdiri dari nafas-nafas, terdiri dari nadi-nad, terdiri dari rusuk-rusuk, terdiri dari darah yang mengalir!

Tengoklah!
Nama itu telah merebut sebagian nafas, rusuk-rusuk terangkai indah memenuhi kelabu kosong dipojok sinar dan membawa aliran sampai kedalaman.

Aku dan Kamu mempertahankan nama itu bersamaan kita mengeja satu per satu nadi kita atas kekuatannya. Dari teduhnya telapak tangan-Mu, di bawahnya aku dan kamu akan terbaring di tanah-Mu"