Identitas Buku
Judul buku : Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
Pengarang : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2006
Cetakan pertama tahun 2006
Cetakan kedua tahun 2006
Tebal buku : 124 halaman
Resensi Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
Buku cerita pendek tentang cerita cinta pendek salah satu karya Djenar Maesa Ayu, cerita pendek tentang cerita cinta pendek merupakan buku keempatnya setelah buku yang berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet!, Jangan Main-main (dengan kelaminmu), dan Nayla. Buku ini merupakan kumpulan cerpen karya Djenar Maesa Ayu. Djenar dalam penulisan Ia telah meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2005. adapun karya Djenar yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Richard Oh karena mendapatkan Cerpen terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dengan judul cerpen Menyusu Ayah.
Djenar adalah feminis tanpa jargon. Sejumlah cerpennya dianggap banyak kritikus sastra sebagai karya yang mengelaborasi tema seksualitas dan dunia perempuan. Tak jarang, setiap karyanya terbit, selalu saya disertai kontroversi. Djenar sendiri tak sungkan memasukan sejumlah tema-tema krusial seksualitas berikut idiom dan frasanya. Hubungan tak lazim dalam dunia seks, dan sejumlah tema pemberontakan perempuan yang selama ini masih jarang dijamah penulis seangakatannya sekalipun. Djenar termasuk perempuan penulis yang produktif
Dengan buku sebelumnya, buku ini sama. Yang dimaksudkan sama adalah buku ini merupakan kumpulan-kumpulan cerpen. Djenar dalam Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek kekhasan Djenar dalam kumpulan cerpen ini tidak hilang, masih saja berbau seksual. Djenar tidak sungkan-sungkan menulis hal-hal mengenai seks. Dalam pemilihan kata dan cara penulisan berirama, bernada namun terlihat tidak disengaja sehingga indah untuk dibaca.
Buku ini sangat mempunyai kekhasan dari buku sebelumnya, karena disetiap cerpen mempunyai ilustrasi gambar sendiri dari masing-masing cerpen. Keromantisan dan kecupan-kecupan hangat Djenar dalam menggunakan bahasa membuat pembaca terperanggah. Membuat pembaca menjadi samar-samar dalam menentukan ending cerita, gaya puitis Djenar selalu indah dan tidak murahan. Kepandaian Djenar dalam memilih kata dapat diacungi jempol.
Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek berisi tentang percintaan. Namun, Djenar membuat hal yang lebih khas dalam karya-karyanya lebih kompleks dari karya-karya pengarang lain yang pastinya dalam tema percintaan itu akan sama “memiliki happy ending-sad ending, cinta remaja, cinta sekolah”. Tapi Djenar memilih percintaan yang tidak lazim perselingkuhan, pelacuran, dan bahkan insect. Ini yang membuat karya Djenar itu berbeda dengan karya pengarang lain.
Bagi pembaca yang awam dan pembaca yang sulit mencerna terhadap suatu bacaan, buku Djenar ini dapat membuat bingung pembacanya. Mungkin pembaca akan membaca berkali-kali agar mengerti atas maksud pesan yang disampaikan. Itu sedikit kekurangan yang ada dari buku ini.
Kesan saya terhadap buku ini adalah buku yang mnyenangkan dan memberikan saya insprisasi dan menyadarkan saya dalam menulis tidak pernah ada batasan. Tidak harus malu-malu menuangkan apa yang ada dipikiran dan apa ynag kita lihat. Serta memberikan sedikit pencerahan dalam memilih kata dan cara penulisan agar lebih bernada. Sangat dibutuhkan juga untuk pengetahuan seputar seksual, karena selama ini banyak orang yang menutup diri untuk tahu tentang seksualitas.
Apakah buku ini berterima untuk dikonsumsi? Pastinya berterima dan bahkan suatu yang bagus bila orang mengonsumsi bacaan buku ini , kumpulan ncerpen karya Djenar Maesa Ayu. Apa saja yang didapat dari karya Djenat ini? Banyak, kehidupan percintaan yang berkonflik perselingkuhan, pelacuran, bahkan konflik yang belum banyak dipakai pengarang lainnya.
Sinopsis
Jangan mencari kisah cinta yang berakhir happy ending di dalam buku ini. Cinta dilukiskan Djenar sebagai sesuatu yang memiliki banyak segi dan banyak arah. Para pelakunya pun bukan seperti Cinderella dan pangeran tampan. Mereka adalah karakter yang berkutat dengan kegetiran. Tokoh-tokoh perempuannya adalah steel magnolia yang mengakhiri kisah cinta tidak dengan kalimat and they live happily ever after. Pengkhianatan, perselingkuhan, perbedaan orientasi seksual, pelecehan seksual, penganiayaan anak, diangkat Djenar dalam beberapa cerpennya. Tidak cukup dengan menulis, Djenar pun membuat sketsa untuk mengekpresikan pikiran dan kegelisahannya. Buku ini diperuntukkan bagi pembaca dewasa dengan pikiran dan hati terbuka untuk melihat bahwa ada sisi-sisi lain yang tak semuanya bahagia dan baik-baik saja di dunia ini. Percintaan yang ditampilkan bukan sekedar cinta biasa yang ada namun lebih kompleks dan kita sebagai pembaca akan sulit menebak ending dari cerpen-cerpennya.
Ia menghampiri saya sambil membawa sekeping koin dan sebotol minyak angina. Tubuh saya tergolek lemah diatas sofa. Saya begitu tak bertenaga, begitu pasrah ketika Ia melucuti pakaian saya. Ketika Ia menelungkupkan tubuh saya. Ketika tangan Ia mengerikan koin yang sudah dilumuri minyak angin di atas pungung saya. (Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek). Cerpen ini menggunakan pemilihan kata yang indah dan sangat berani dalam pengunaan kata untuk menggambarkan pesan si pengarang.
Pada cerpen Ha… HA… Ha… “setan! Ia berdoa lagi. Bersimpul kanan kiri jari. Bertekuk lutu kaki” Djenar sedikit menyulitkan sebenarnya apa yang dimaksud dalam kalimat ini. Sulit ditebak namun membuat penasaran untuk diketahui. Seperti yang sudah dikatakan dimana pengarang sangan romantis dan menadakan penulisan agar mudah untuk dipahami.
“Membalas dekapan ketika kami tidur, Membalas kecupan hangat di unujng bibirnya. Membalas sedikit julur lidahnya dengan isapan lebih dalam bibir saya. Membalas belaiannya di rambut saya dengan belaian yang jauh lebih lembut di rambut kelaminnya. Membalas dengan lebih, asal saya diperblehkan memanggilnya Alex. Mencintainya sperti alex.” Pengarang fulgar dalam menggambarkannya. Tapi itu karena dalam karya sastra apa yang dituangkan tidak ada batasannya. Semuanya dapat diterima dan pemilihan kata itu tepat dalam penggambaran. Memang kekhasan karya Djenar dalam feminisme juga seksualitas.
Kelemahan dan kelebihan Buku
Beberapa kelemahan , bagi sebagian kecil orang akan sulit memaknai apa yang ditulis oleh Djenar. Dan dalam penggunaan Ejaan belum baik. Masih terdapat ejaan yang salah. Seperti hruf capital setelah tanda koma “,”. Sedangkan kelebihan yang terdapat dari buku ini adalah, buku ini merupakan kumpulan dari cerpen-cerpen karya Djenar dan seperti cerpen-cerpen sebelumnya cerpen ini pun merupakan cerpen terbaik entah dari versi apa (penilaian banyak orang). Disetiap karya cerpennya terdapat ilustrasi yang melatari dari setiap masing-masing cerpen. Dari jumlah halaman sangat cukup berpotensi, dan bicara dengan cover desain, cover dari buku ini mencakup dan serasi dengan judul serta isi. Sangat menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan oleh Djenar itu tidak berbelit-belit, karena apa yang dia tulis itu sperti tidak disengaja. Ditulis secara alamiah sejalan yang dia fikirkan.
Buku ini sangat cocok untuk penulis pemula, untuk dijadikan insprirasi. Agar dapat dikembangkan kemampuan yang dimilikinya. Dan bagi orang yang cukup dewasa boleh membaca buku ini, karena dari bacaan karya ini kita dapat mengetahuui penggambaran dari dunia seksualitas dan tidak menutup diri untuk mengetahuinya. Bagi yang sudah jauh lebih baik juga dapat membaca ini untuk membandingkan atau sekedar melihat perkembangan sastra dalam masa ini.
Friday, April 16, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment