saat itu yang saya baca adalah sebuah nama, "Gustav Sangaji" ya, tanganku tergerak cepat mengarahkan kursornya dalam icon "add as a friend". Ya ya ya, sungguh berbeda. Saya begitu berasa penasaran mengetahui halhal tentangnya. Sampai-sampai see older post, saya lihat. Memang sungguh berbeda. Berbeda. Rasa penasaran. P-e-n-a-s-a-r-a-n, biar lebih jelas lagi saya eja satu per satu hurufnya.
Mungkin maaf yang saya harus ucapkan, terlalu lancang saya menginginkan banyak halhal mengenainnya "Gustav Sangaji". Tahu?. Saya semakin penasaran dengan apa yang saya lihat. Saya melihat sebuah kata berupa campuran abjad dan angka "2263ABB5". Senyum yang saya ekspresikan malumalu didepan komputer saya.
Rasa penasaran saya pun tak berkurang. Dalam hati saya berucap, "bolehlah saya melihat bagaimana dirinya?" Berupa pertanyaan, yang saya kira tidak akan orang jawab, karena hanya ada saya dan komputer saya. Waaaah, hanya ada satu albumphoto di akunnya. Album "CAN", tak banyak foto yang dia unggah dalam album tersebut. Ya ya ya, satu lagi, dia memakai seragam tentara. Apakah Gustav seorang tentara? Jawabannya, pasti iya. Terlihat.
------------------------------------------------------------
Jangka satu minggu
------------------------------------------------------------
Trut.. Trut.. Alert notification facebook "Gustav Sangaji has been confirm you". Saya hanya bisa tersenyum dan mengingat bahwa saya tahu pin blackberrynya. Lagilagi saya bertanya, "bolehlah saya invite pinnya?" Semoga. Boleh atau tidak saya tetap lakukan itu. Selang waktu dalam hitungan detik! Ya, begitu cepat. Terdaftarlah "Gustav" data kontak saya.
Menyapalah kami, pertanyaan pertama yang sudah saya persiapkan jawabannya, "darimana tahu pin bb?" "Dari facebook". Kejujuran penting dalam memulai suatu hal. Pria yang benar baik, menyenangkan, penuh dengan keceplosan, semoga juga apaadanya. Memang benar begitulah Gustav. Saya memang tak pernah melihatnya namun, saya begitu besar mempunyai keyakinan bahwa ia adalah orang yang baik. Baik selalu membuat saya senang dan mendengarkan ceritacerita saya yang sebenarnya memang tidak sangat penting.
Memang baru hitungan hari, saya pun tak pernah melihatnya. Tapi ketahuilah. Merasakan itu jauh lebih kuat, walau lawannya adalah sebuah kelemahan. Pertama kalinya, dia menyentuh hati dengan bujuk rayunya. Saya tahu. Saya tahu saya sedang dirayu, dengan cara yang umum dilakukan orang biasanya. Pria yang begitu hangat dan menyenangkan. Saya tak pernah peduli kapan saya akan diberi kesempatan untuk bertemu. Karena saya begitu meyakini, hal ini bisa terjadi karena Allah dan Allah memberikan jalan terbaik untuk umatnya.
Ketahuilah, beberapa orang yang pernah datang menghampiri pergi begitu saja. Hal ini pun mungkin akan seperti itu. Penuh dengan ketakutan yang terus saya usaha usir. Saya dibuatnya jatuh hati terhadap dirinya "Gustav Sangaji". Gustav Sangaji, dia saya panggil dengan sebutan JAGOAN. Tahu mengapa aku menamainya seperti itu? Karena dia sangat JAGO menghibur saya, bisa membuat saya tertawa dengan tulus. Benerbener orang yang menyenangkan.
Tuhan, setiap harinya semakin ada yang berbeda. Dia mengajarkan aku untuk membutuhkannya, mencarinya, bersandar, dan meletakan hati kepadanya. Apakah hal ini benar ya Allah? Bolehkah saya mempunyai perasaan seperti ini? Tentu bolehboleh saja. Lihat dan terima. Konsekuensi, ya!.
-----------------------------------------------------------
Ya Allah saya begitu menyita waktunya. Seringkali saya mengganggunya dan saya sadar itu. Saya usaha dan semakin berusaha mengerti, mungkin terlalu sulit dikarenakan, saya sudah tak mengenal apa itu cinta dan saya lupa bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Benarbenar saya tidak tahu. Rasa yang banyak orang milik. Dicintai dan mencintai, ya itu.
Saya hanya bisa berbicara sendiri, "Ka, ajaran kamu seperti membutuhkan kamu dan mencintai kamu. Sudah menyetubuhi saya. Saya tak kuasa menahan. Menahan sebuah romantika cinta seperti, cemburu, khawatir, dan kelebihan lainnya dalam bersikap". Kau? Jatuh cinta padamu seperti harihari dalam hitungan 1-10 dan melupakanmu seandainya, seperti detik dalam satu hari dan seperti saya tak pernah melihat orang yang belum pernah saya lihat.
Saya menunggu waktu, waktu yang detaknya perlahan tak menentu melangkah, melangkah yang belum jelas arahnya mengarah. Saya ingin dia mengurung waktu bersama saya. Maaf saya untuk kesekian kalinya, semoga dia lihat.
------------------------------------------------------------
13 Desember 2010- 17 Desember 2010
Jangka yang sangat pendek, hitungannya hanya sampai 4. Namun entah mengapa rasa bersyukurku begitu besar. ya Allah mungkin benar sangat sulit diterima saya jatuh hati dan tak terbangun lagi dengan orang yang belum pernah saya temui sosoknya. Hanya hatihati kami saja yang selalu bermain dan mempertemukan jiwajiwa kami tanpa tempat dan hanya sekedar menjamin waktu. Tuhanku waktu ini simpan baik untuk kami. Ini memang nikmat, menentramkan hati kami. Tuhan jangan jauhkan Gustav dariku. Dekatkanlah dia. Kirimkan semua energi positif dariMu untuknya. Semua jalan ini milikMu, saya pun tak kuasa sebab itu jaga semua ini ya Allah. Bantu dan tolonglah.
***Dpastikan akan ada kelanjutan cerita ini
Friday, December 17, 2010
Ketidakwarasaan
Jangan sebut aku gila.
Mungkin masuk kedalam ketidakwarasan.
Itu, belum berarti gila.
Siapa yang dianggap waras bila diotaknya hanya ada satu hal. Ya, sekali lagi itu yang dinamakan ketidakwarasan. Waras atau tidak waras kau memujiku, mengapa kau selalu ada? Membuat kantuk menjadi terjaga, membuat dingin menjadi kehangatan, segala menjadi senyum.
Kalau ketidakwarasan harus dikurangi? Sebaiknya dihilangkan.
Lihat nanti, pengambilan nyawalah yang dapat menghilangkan ketidakwarasan. Nyawaku terbawa oleh kau hal itu, saat itulah tak ada nyawa akan aku. Kau membawa penuh nyawaku dan menyatukannya pada nyawamu. Menjadikan satu sebagai manusia yang baru.
Ketidakwarasan sebuah jawaban, Jakarta
Mungkin masuk kedalam ketidakwarasan.
Itu, belum berarti gila.
Siapa yang dianggap waras bila diotaknya hanya ada satu hal. Ya, sekali lagi itu yang dinamakan ketidakwarasan. Waras atau tidak waras kau memujiku, mengapa kau selalu ada? Membuat kantuk menjadi terjaga, membuat dingin menjadi kehangatan, segala menjadi senyum.
Kalau ketidakwarasan harus dikurangi? Sebaiknya dihilangkan.
Lihat nanti, pengambilan nyawalah yang dapat menghilangkan ketidakwarasan. Nyawaku terbawa oleh kau hal itu, saat itulah tak ada nyawa akan aku. Kau membawa penuh nyawaku dan menyatukannya pada nyawamu. Menjadikan satu sebagai manusia yang baru.
Ketidakwarasan sebuah jawaban, Jakarta
Bersyukurlah
Semua ini untuk para sahabatku yang beruntung dan mendapat nikmatnya Allah. Tapi yang pasti gue cuma bisa bilang "patut syukuri dan patut jaga hubungan kalian dengan pasangan kalian. Kalau berbeda pendapat atau terdapat kekurangan dari diri pasangan kalian harap dimaklumi. Karena semua yang diinginkan itu tidak pasti semua terwujud. Jaga, syukuri, dan saling menghargai. Mungkin semua hal itu dapat mempertahankan dan memberikan umur panjang terhadap hubungan"
Bersyukurlah kalian masih dapat merasakan mencintai dalam keadaan dicintai.
Bersyukurlah kalian masih dapat melihat orang yang dalam keadaan memiliki, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat mencurahkan perhatian, kemanjaan, keegoisan, keamarahan dalam keadaan kalian tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
bersyukurlah kalian masih dapat berbagi kesedihan dan kesenangan dalam keadaan tahu dan memliki orang yang dicinta, karena memang ada. sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat menunjukan sebuah kebanggaan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih tetap hidup dalam kesepian, dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat diistimewakan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat mempunyai hari indah dalam keadaan apapun, karena memang ada. Sedang yang tidak?
Suatu yang indah itu terletak dalam proses. Sesuatu yang indah akan sadar betapa pentingnya dan hidupnya, ketika sesuatu yang indah itu pergi. Kebersamaan, saling menghargai, optimistik yang kuat, dan bersyukur semua itu merupakan kunci dari pertahanan hubungan.
Sedangkan yang tidak, yakinkan dia akan berusaha menjaga hatinya untuk orang yang akan datang.
Untuk sahabat, pembicaraan cinta. Tak pernah merasakan.
(Mungkin, ada yang bilang ini omong kosong karena saya tak pernah merasakan apa yang kalian rasakan selebihnya. Tapi ni hanya yang sekadar dipikirkan)
with love,
Dini Iskandar
untuk para sahabat :)
Bersyukurlah kalian masih dapat merasakan mencintai dalam keadaan dicintai.
Bersyukurlah kalian masih dapat melihat orang yang dalam keadaan memiliki, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat mencurahkan perhatian, kemanjaan, keegoisan, keamarahan dalam keadaan kalian tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
bersyukurlah kalian masih dapat berbagi kesedihan dan kesenangan dalam keadaan tahu dan memliki orang yang dicinta, karena memang ada. sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat menunjukan sebuah kebanggaan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih tetap hidup dalam kesepian, dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat diistimewakan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?
Bersyukurlah kalian masih dapat mempunyai hari indah dalam keadaan apapun, karena memang ada. Sedang yang tidak?
Suatu yang indah itu terletak dalam proses. Sesuatu yang indah akan sadar betapa pentingnya dan hidupnya, ketika sesuatu yang indah itu pergi. Kebersamaan, saling menghargai, optimistik yang kuat, dan bersyukur semua itu merupakan kunci dari pertahanan hubungan.
Sedangkan yang tidak, yakinkan dia akan berusaha menjaga hatinya untuk orang yang akan datang.
Untuk sahabat, pembicaraan cinta. Tak pernah merasakan.
(Mungkin, ada yang bilang ini omong kosong karena saya tak pernah merasakan apa yang kalian rasakan selebihnya. Tapi ni hanya yang sekadar dipikirkan)
with love,
Dini Iskandar
untuk para sahabat :)
Tak Ada Ujung Aliran
Jangan katakan langit akan gelap,
lihat didepanmu
dan melangkahlah!
Setelah itu
kau akan lihat
pelangi dengan spektrum indahnya.
Jadikan hujan sebagai nikmat,
kau dapat bercengkrama dengannya
melalui airair
yang kau tadahi.
Sisanya,
pasti menunggu diujung aliran.
"Aliran air tak berujung, Jakarta hujan"
lihat didepanmu
dan melangkahlah!
Setelah itu
kau akan lihat
pelangi dengan spektrum indahnya.
Jadikan hujan sebagai nikmat,
kau dapat bercengkrama dengannya
melalui airair
yang kau tadahi.
Sisanya,
pasti menunggu diujung aliran.
"Aliran air tak berujung, Jakarta hujan"
Angsa Putihku
Angsaku, biarkan aku menyentuh air
bersamamu dengan jubah putih yang kau kenakan.
Tapi jangan kau sentuh air sendiri.
Angsaku, bawa aku dengan jejak air
yang terseret olehmu.
Angsa putih, bawa aku. Jakarta
bersamamu dengan jubah putih yang kau kenakan.
Tapi jangan kau sentuh air sendiri.
Angsaku, bawa aku dengan jejak air
yang terseret olehmu.
Angsa putih, bawa aku. Jakarta
"Rumah"
Benar, ini "rumah"ku
Datang dan mengetuk
Kau membutuhkan sesuatu?
Ataukah kau adalah sesuatu yang dikirimkan Dia, setelahku meminta?
Jangan diam!
Bicaralah..
Aku takkan mengetahui apaapa
Sebelum kau mengabjad satu per satu kata ke kalimat yang bermakna.
Yasudah,
Apakah kau ingin masuk dan berkunjung?
Tapi maaf,
"Rumah" ini reyot, tak berbentuk, tak mempunyai nilai nominalnya
Jadi kau harus memahaminya
Bahwa "rumah" ini kan kau perindah sesudah kakimu melangkah
Aku membuka "rumah" ku untuk siapa saja berupa doa
"Rumah" adalah umpama, 2010.
Datang dan mengetuk
Kau membutuhkan sesuatu?
Ataukah kau adalah sesuatu yang dikirimkan Dia, setelahku meminta?
Jangan diam!
Bicaralah..
Aku takkan mengetahui apaapa
Sebelum kau mengabjad satu per satu kata ke kalimat yang bermakna.
Yasudah,
Apakah kau ingin masuk dan berkunjung?
Tapi maaf,
"Rumah" ini reyot, tak berbentuk, tak mempunyai nilai nominalnya
Jadi kau harus memahaminya
Bahwa "rumah" ini kan kau perindah sesudah kakimu melangkah
Aku membuka "rumah" ku untuk siapa saja berupa doa
"Rumah" adalah umpama, 2010.
Sejuk Semoga Datang
Sejuk semoga datang
Pada yang tak pernah terlihat, sejuk hantarkan.
Ngilu tulang.
Dengan diam tanpa tindakan.
Semoga tidak akan hilang.
Datang.
Jakarta , 16:31.
Pada yang tak pernah terlihat, sejuk hantarkan.
Ngilu tulang.
Dengan diam tanpa tindakan.
Semoga tidak akan hilang.
Datang.
Jakarta , 16:31.
Filosofi
"Filosofi"
Ya, seperti seragammu
Penuh dengan filosofi yang bermisteri tanpa kebanyakan orang tahu
Tapi apakah kau ketahui dari hal itu?
Semoga
Sungguhnya, kau mengetahuinya
Filosofinya takbeda, 2010
Ya, seperti seragammu
Penuh dengan filosofi yang bermisteri tanpa kebanyakan orang tahu
Tapi apakah kau ketahui dari hal itu?
Semoga
Sungguhnya, kau mengetahuinya
Filosofinya takbeda, 2010
"Orang Gila"
Sekolah lagi, sekolah lagi, tapi bedanya tidak memakai seragam putih abu-abu. Tempat baru, suasana baru, lingkungan baru, orang-orang baru, hari yang baru, perubahan baru, begitupun sahabat baru..
Tak mengenal satupun rekanku kecuali sahabat kecilku, Safira. Safira sahabat dari aku duduk disekolah dasar. Sekarang pun samasama duduk dikursi kuliah dalam kelas yang sama.
Saat MPA seperti aku tidak membuka diriku untuk mengenal rekan lainnya, namun aku harus tetap lakukan itu "membuka, mengembangkan sikap sosialku, karena mereka akan menjadi rekan, teman bahkan sahabat yang baik"
"kaaaa, maaaf saya MABA dari jalur Penmaba. Saya masuk dibarisan mana ya ka?"
"barisan tengah ini ya. Hampir telat! Cepat masuk barisan"
Aku melangkah dan berbaris dalam barisan itu bersama beberapa rekan baru (termasuk welinda). Teman baru yang cantik, aku kira dia benar keturunan cina asli, ternyata tidak. Sambut hangat dia dengan pembicaraan yang menyapa. Ku pikir bukanlah teman yang sombong.
(memang benar terbukti hingga saat ini).
Teman kelompokku yang lainnya, saat itu seperti bisu. Pendiam (hanya sehari). Sella yang diam, cuek dengan keadaan sekitar. Iis yang jutek melihat orang. Dintia yang diam dan sedikit berbicara. Rara wanita kalem yang aku dapat dilihat dikelompok lain. Tapi semua itu pandanganku sementara. Mereka tidaklah seperti itu. Mereka ternyata orang gila, bahkan lebih gila dari pada orang gila.
Hari berikutnya sudahlah kami mengakrabkan diri. Mulai dari tidak menaati peraturan (smsan saat orientasi, ngobrol saat orientasi, mencela senior, dan keonaran lainnya). Kekonyolan yang kami buat dimana safira menjatuhkan mata (karena tidak jatuh cinta, maka tidak menjatuhkan hati) kepada Ka Harris ;senior dari jurusan bahasa Inggris, sella dengan pria pujaannya --> Ka Nadi, Aku sendiri dengan pria bernama Difta.
Masa orientasi yang sangat gila.
Masuk dalam perkulihan tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah orang gila. Mulai dari lelucon yang seru, bolos bersama, dan sikapsikap konyol dari setiap diri kami. Perkenalkan saja, Dintia Chairunnisa dimana wanita cantik ini tidak mau dipanggil dintia, dia lebih senang dipanggil DT. Dt yang selalu buat suasana jadi lebih ramai bahkan terlalu ramai. Lelucon dia sering kali dia lontarkan untuk sella. Mungkin master lelucon di Geng C adalah Dt, semuanya juga akan terkena celaan Dt. Mantan seorang dokter ini sangat baik dan sangat solid dalam persahabatan kami. Mantan seorang dokter dimana juga master POKER, dt buka private poker dan alhasil kami semua bisa berpoker. Dt selalu punya lelucon konyol dan responrespon konyol untuk halhal kecil ataupun besar. I love you my best, forgive me of all my mistake. Bestfriend is number one yaaa beib. A man wouldnt make us separated. I promise that.
Safira, susah untuk berubah. Jam waktu yang ia miliki berbeda dengan waktu yang dimiliki orang lain. Sampaisampai dari sejak SMA seringkali ia terlambat sekolah. Safira mahasiswa jurusan kebatinan (kata Bu Fat, Dosen Dk. Menulis saat itu). Fira yang seringkali dikerjain anakanak tapi entah mengapa dia selalu percaya dengan omongan kami (Teringat peristiwa kebohongan kami ! "dia yang dipanggil bu Lia"). Cewek arab yang buat kami panik karena ketika saat dia absen, dia mengatakan bahwa kakeknya meninggal tapi ternyata meninggalnya sudah lama. Ckck memang cewek arab yang aneh.
Welinda, kalau aku boleh katakan dia orang yang sangat setia pada kekasihnya. keluguannya selalu buat kami tertawa, ketidakmengertian ia menanggapi pembicaraan pun membuat kami terbahakbahak. Waanita ini mempunyai pria pujaan, yaitu Mang Atep. Pria yang menjemputnya sepulangnya kuliah. Kami sayang kepada welinda dari sebab itu kami pengen welinda lebih survive menghadapi masalah yang terjadi.
Sahabatku yang satu lagi ini bernama Iis, iis yang sangat ikhlas ketika pacarnya dibagi oleh kami. Dia memperbolehkan Robi berpacaran juga dengan kami. Sahabatku yang satu ini sangat cerdas dalam menanggapi halhal. Ia juga kritis dalam segala hal. Iis semoga bisa menjadi contoh buat sella dimana keikhlasannya berbagi kekasih (hehe bercanda ya sayang) we love you.
Yang aku lihat sahabatku Sella adalah wanita yang cantik dan baik tapi entah mengapa dt bilang dia "gajah"? Sebenarnya dia bukanlah gajah, dia baru "anak" dari seekor gajah. Sahabat yang benerbener sabar kalau sedang dicela sama kami. Sahabat yang menjadi bahan celaan, bukan hanya geng C yang mencela tapi mama papa nya pun ikut mencela. Tanpa sella harihari sepi. Tanpa sella atau tidak akan tetap ada Sella dalam segala pembicaraan. Sella adalah pacar keduanya Bedun (pacar pertama bedun soalnya dt). Tawa Geng C adalah sella.
Rara yang terakhir, sahabat kami yang paling lebay. Kalau kata dia kenapa dia bisa lebay, itu karena penyakit yang diturunkan orang tuanya. Dia paling konyol tapi pintar. Aku prihatin dengan keadaan rara, karena kegilaannya tidak bisa sembuh. Lebaynyaaaaaa rara itu adalah hidupnya geng C. Sahabat aku yang hebat sampai bisa bertemu dengan Nenden Lilis secara langsung.
Tidak akan habis dan terlalu banyak cerita tentang geng C. Entah berapa ribu malam yang akan dimakan bila aku terus menceritakan tentang kami. Tapi yang pasti, geng C adalah sebuah kehidupan dari masingmasing diri kami. jadi, salah satu diantara kami ada yang sedang lemah geng C tidak akan kuat, dari sebab itu geng C saling mensuport dan mendulung satu sama lain. Satu yang pernah aku ambil untuk menjadikan pelajaran yaitu, "aku akan memilih persahabatan, karena persahabatan adalah semangat dalam hidup". I love Geng C
gue sayang kalian
Tak mengenal satupun rekanku kecuali sahabat kecilku, Safira. Safira sahabat dari aku duduk disekolah dasar. Sekarang pun samasama duduk dikursi kuliah dalam kelas yang sama.
Saat MPA seperti aku tidak membuka diriku untuk mengenal rekan lainnya, namun aku harus tetap lakukan itu "membuka, mengembangkan sikap sosialku, karena mereka akan menjadi rekan, teman bahkan sahabat yang baik"
"kaaaa, maaaf saya MABA dari jalur Penmaba. Saya masuk dibarisan mana ya ka?"
"barisan tengah ini ya. Hampir telat! Cepat masuk barisan"
Aku melangkah dan berbaris dalam barisan itu bersama beberapa rekan baru (termasuk welinda). Teman baru yang cantik, aku kira dia benar keturunan cina asli, ternyata tidak. Sambut hangat dia dengan pembicaraan yang menyapa. Ku pikir bukanlah teman yang sombong.
(memang benar terbukti hingga saat ini).
Teman kelompokku yang lainnya, saat itu seperti bisu. Pendiam (hanya sehari). Sella yang diam, cuek dengan keadaan sekitar. Iis yang jutek melihat orang. Dintia yang diam dan sedikit berbicara. Rara wanita kalem yang aku dapat dilihat dikelompok lain. Tapi semua itu pandanganku sementara. Mereka tidaklah seperti itu. Mereka ternyata orang gila, bahkan lebih gila dari pada orang gila.
Hari berikutnya sudahlah kami mengakrabkan diri. Mulai dari tidak menaati peraturan (smsan saat orientasi, ngobrol saat orientasi, mencela senior, dan keonaran lainnya). Kekonyolan yang kami buat dimana safira menjatuhkan mata (karena tidak jatuh cinta, maka tidak menjatuhkan hati) kepada Ka Harris ;senior dari jurusan bahasa Inggris, sella dengan pria pujaannya --> Ka Nadi, Aku sendiri dengan pria bernama Difta.
Masa orientasi yang sangat gila.
Masuk dalam perkulihan tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah orang gila. Mulai dari lelucon yang seru, bolos bersama, dan sikapsikap konyol dari setiap diri kami. Perkenalkan saja, Dintia Chairunnisa dimana wanita cantik ini tidak mau dipanggil dintia, dia lebih senang dipanggil DT. Dt yang selalu buat suasana jadi lebih ramai bahkan terlalu ramai. Lelucon dia sering kali dia lontarkan untuk sella. Mungkin master lelucon di Geng C adalah Dt, semuanya juga akan terkena celaan Dt. Mantan seorang dokter ini sangat baik dan sangat solid dalam persahabatan kami. Mantan seorang dokter dimana juga master POKER, dt buka private poker dan alhasil kami semua bisa berpoker. Dt selalu punya lelucon konyol dan responrespon konyol untuk halhal kecil ataupun besar. I love you my best, forgive me of all my mistake. Bestfriend is number one yaaa beib. A man wouldnt make us separated. I promise that.
Safira, susah untuk berubah. Jam waktu yang ia miliki berbeda dengan waktu yang dimiliki orang lain. Sampaisampai dari sejak SMA seringkali ia terlambat sekolah. Safira mahasiswa jurusan kebatinan (kata Bu Fat, Dosen Dk. Menulis saat itu). Fira yang seringkali dikerjain anakanak tapi entah mengapa dia selalu percaya dengan omongan kami (Teringat peristiwa kebohongan kami ! "dia yang dipanggil bu Lia"). Cewek arab yang buat kami panik karena ketika saat dia absen, dia mengatakan bahwa kakeknya meninggal tapi ternyata meninggalnya sudah lama. Ckck memang cewek arab yang aneh.
Welinda, kalau aku boleh katakan dia orang yang sangat setia pada kekasihnya. keluguannya selalu buat kami tertawa, ketidakmengertian ia menanggapi pembicaraan pun membuat kami terbahakbahak. Waanita ini mempunyai pria pujaan, yaitu Mang Atep. Pria yang menjemputnya sepulangnya kuliah. Kami sayang kepada welinda dari sebab itu kami pengen welinda lebih survive menghadapi masalah yang terjadi.
Sahabatku yang satu lagi ini bernama Iis, iis yang sangat ikhlas ketika pacarnya dibagi oleh kami. Dia memperbolehkan Robi berpacaran juga dengan kami. Sahabatku yang satu ini sangat cerdas dalam menanggapi halhal. Ia juga kritis dalam segala hal. Iis semoga bisa menjadi contoh buat sella dimana keikhlasannya berbagi kekasih (hehe bercanda ya sayang) we love you.
Yang aku lihat sahabatku Sella adalah wanita yang cantik dan baik tapi entah mengapa dt bilang dia "gajah"? Sebenarnya dia bukanlah gajah, dia baru "anak" dari seekor gajah. Sahabat yang benerbener sabar kalau sedang dicela sama kami. Sahabat yang menjadi bahan celaan, bukan hanya geng C yang mencela tapi mama papa nya pun ikut mencela. Tanpa sella harihari sepi. Tanpa sella atau tidak akan tetap ada Sella dalam segala pembicaraan. Sella adalah pacar keduanya Bedun (pacar pertama bedun soalnya dt). Tawa Geng C adalah sella.
Rara yang terakhir, sahabat kami yang paling lebay. Kalau kata dia kenapa dia bisa lebay, itu karena penyakit yang diturunkan orang tuanya. Dia paling konyol tapi pintar. Aku prihatin dengan keadaan rara, karena kegilaannya tidak bisa sembuh. Lebaynyaaaaaa rara itu adalah hidupnya geng C. Sahabat aku yang hebat sampai bisa bertemu dengan Nenden Lilis secara langsung.
Tidak akan habis dan terlalu banyak cerita tentang geng C. Entah berapa ribu malam yang akan dimakan bila aku terus menceritakan tentang kami. Tapi yang pasti, geng C adalah sebuah kehidupan dari masingmasing diri kami. jadi, salah satu diantara kami ada yang sedang lemah geng C tidak akan kuat, dari sebab itu geng C saling mensuport dan mendulung satu sama lain. Satu yang pernah aku ambil untuk menjadikan pelajaran yaitu, "aku akan memilih persahabatan, karena persahabatan adalah semangat dalam hidup". I love Geng C
gue sayang kalian
Sandi Untuk Membuka Cinta
1:4:8:9:13, 9 12:15:22:5 22:21:15
Sandi cinta untuk membuka, September 2010
Sandi cinta untuk membuka, September 2010
Sepi yang Ramai
Sepi itu meramaikan hati saya,
sepi berteriak kencang
memekakan telinga
hingga dapat bercerita sendiri
atas sepi yang berpesta
September 2010
sepi berteriak kencang
memekakan telinga
hingga dapat bercerita sendiri
atas sepi yang berpesta
September 2010
Kerinduan Si Gila
Merindukan orang yang belum aku temui sebelumnya,
namun sosoknya berada dalam horizon mata
Kerinduan yang gila, 2010
namun sosoknya berada dalam horizon mata
Kerinduan yang gila, 2010
Diskusi Bersama Peri
Ayah bangun memanggil
Kata ayah ada yang datang
Dalam keadaan tidak terjaga
Setelah kubangun dan melihat yang datang
"Peri kecil? Untuk apa kau datang sebelum larut?"
"ya, sayang.
Lihat ini! Aku hanya ingin sekedar mengingatkan keindahan ini"
"Aku ingat jelas, peri. Keindahan ini tetap sama seperti sekian ratus jam yang lalu, tanpa kusam dan muram merajamnya. Masih terlihat indah. Peri, bungkus keindahan ini tetap sama, dengan kain oranye membalutnya"
"Baik sekali kau mengingat jelas, untuk malam ini coba sadarlah. Bangun! bahwa ini bukan mimpi. kau tak lagi ditempat tidurmu, kau tak lagi merangkai bunga tidurmu, kini kau terjaga"
"peri, tetaplah seperti ini"
Dialog peri dengan setengah terjagaku, 2010
Kata ayah ada yang datang
Dalam keadaan tidak terjaga
Setelah kubangun dan melihat yang datang
"Peri kecil? Untuk apa kau datang sebelum larut?"
"ya, sayang.
Lihat ini! Aku hanya ingin sekedar mengingatkan keindahan ini"
"Aku ingat jelas, peri. Keindahan ini tetap sama seperti sekian ratus jam yang lalu, tanpa kusam dan muram merajamnya. Masih terlihat indah. Peri, bungkus keindahan ini tetap sama, dengan kain oranye membalutnya"
"Baik sekali kau mengingat jelas, untuk malam ini coba sadarlah. Bangun! bahwa ini bukan mimpi. kau tak lagi ditempat tidurmu, kau tak lagi merangkai bunga tidurmu, kini kau terjaga"
"peri, tetaplah seperti ini"
Dialog peri dengan setengah terjagaku, 2010
Langkah Membawa Pertanyaan
Saat pertama yang dipandang dalam langkah karpet merah
Sorot bergarisgaris dengan senyum dan mengukir namanya
Seolah membiarkan aku membaca, ini sebuah jalan.
Kau melangkah membawa langkahlangkah berikutnya
untuk menjadikan ini sebuah derivasi yang terisi oleh mulut-Nya.
Dan terima kasih.
Maaf aku membaca gramatikal untuk penyebutan dirimu, Jakarta 2010
Diperuntukkan untuk : Aulia Arif
Sorot bergarisgaris dengan senyum dan mengukir namanya
Seolah membiarkan aku membaca, ini sebuah jalan.
Kau melangkah membawa langkahlangkah berikutnya
untuk menjadikan ini sebuah derivasi yang terisi oleh mulut-Nya.
Dan terima kasih.
Maaf aku membaca gramatikal untuk penyebutan dirimu, Jakarta 2010
Diperuntukkan untuk : Aulia Arif
Tak Mengundang Bertamu
Seraya mengetahuinya
hanya melihat dalam diameter kecil
Tanya tamu dengan pintunya
Hanya berbicara hal-hal kecil
Oktober melahirkan malam, 2010
hanya melihat dalam diameter kecil
Tanya tamu dengan pintunya
Hanya berbicara hal-hal kecil
Oktober melahirkan malam, 2010
Menyita Waktu Tidur
Mungkin dia tidak akan tahu dengan jelma ujaran
Tapi saya yakin dia kan tahu dengan setengah tidurnya
Karena hatinya tidak akan tidur bahkan sepenuhnya tidur
Tidur
Tetapi berharap agar tetap terjaga
Tidak dalam tidur atau terjaga
akan tetap kubaringkan
Untuk tidur akan kubaringkan kau
lalu pejamkan malam
Menyita waktu tidurku untuk menidurkan diri, tolong dengar aku. 2010
Tentang Merpati
Cerita tentang merpati
Merpati dengan nafasnya
Menyentuh dinding paruh
Nafasnya mengetuk perlahan agar tetap hidup
Karena merpati memang harus tetap hidup
Dia masih mempunyai tugas untuk mengantarkan pesan
Cerita tentang merpati
Merpati dengan putihnya
Terbang dengan hitungan kepak
Dua sisi sayap, salah satu tidak bisa diam
Keduanya harus bermain degan iramanya
Cerita tentang merpati
Pada sayapnya, seluruh tubuhnya,
Ini yang sulit dihitung
Berapa banyak helai bulu tertancap?
Berapa banyak jarum bulu runcing beriring?
Mungkin akan butuh waktu panjang
Untuk mendapatkan angka dari hitungan
Cerita tentang merpati
Tidak akan habis
Dan janganlah mengeraskan kepala
untuk tetap mencari angka hitungan
dari bulubulu yang menjadikan selimut dalam menemani merpati
terbang denfan membawa pesan
Merpati membawa visualisasi, Agustus
Merpati dengan nafasnya
Menyentuh dinding paruh
Nafasnya mengetuk perlahan agar tetap hidup
Karena merpati memang harus tetap hidup
Dia masih mempunyai tugas untuk mengantarkan pesan
Cerita tentang merpati
Merpati dengan putihnya
Terbang dengan hitungan kepak
Dua sisi sayap, salah satu tidak bisa diam
Keduanya harus bermain degan iramanya
Cerita tentang merpati
Pada sayapnya, seluruh tubuhnya,
Ini yang sulit dihitung
Berapa banyak helai bulu tertancap?
Berapa banyak jarum bulu runcing beriring?
Mungkin akan butuh waktu panjang
Untuk mendapatkan angka dari hitungan
Cerita tentang merpati
Tidak akan habis
Dan janganlah mengeraskan kepala
untuk tetap mencari angka hitungan
dari bulubulu yang menjadikan selimut dalam menemani merpati
terbang denfan membawa pesan
Merpati membawa visualisasi, Agustus
Diskusi Bersama Ravi
Diskusi Bersama Ravi
Malam menjamah detikdetiknya
Membiuskan tubuh
Dan mulai menyempitkan nafas
Nafas dengan frekuensi rendah
Dahaga karena diskusi ini
Tersedia dua cangkir syahwat untuk diteguk
Memabukkan
Baik, mari baringkan tubuh
Dan bersampingan
Untuk berdikusi apa yang telah kita lakukan
Tanpa memejamkan mata
Sayang, untuk apa kau berbisik
Untuk sekedar berbicara?
Hanya ada kita berdua disini
Orang tidak akan tahu
Buktinya, dua cangkir yang tersedia
Aku bosan kalau hanya terusmenerus berdiskusi,
berbaring ditepi,
dan memeluk gemericik ombak
Percepatlah pelayaran kita
Agar cepat pula menyebrang pelabuhan
Agustus,
pada tepi, diskusi kita harus dibawa menyebrang
Malam menjamah detikdetiknya
Membiuskan tubuh
Dan mulai menyempitkan nafas
Nafas dengan frekuensi rendah
Dahaga karena diskusi ini
Tersedia dua cangkir syahwat untuk diteguk
Memabukkan
Baik, mari baringkan tubuh
Dan bersampingan
Untuk berdikusi apa yang telah kita lakukan
Tanpa memejamkan mata
Sayang, untuk apa kau berbisik
Untuk sekedar berbicara?
Hanya ada kita berdua disini
Orang tidak akan tahu
Buktinya, dua cangkir yang tersedia
Aku bosan kalau hanya terusmenerus berdiskusi,
berbaring ditepi,
dan memeluk gemericik ombak
Percepatlah pelayaran kita
Agar cepat pula menyebrang pelabuhan
Agustus,
pada tepi, diskusi kita harus dibawa menyebrang
Diskusi Bersama Ravi
Diskusi Bersama Ravi
Malam menjamah detikdetiknya
Membiuskan tubuh
Dan mulai menyempitkan nafas
Nafas dengan frekuensi rendah
Dahaga karena diskusi ini
Tersedia dua cangkir syahwat untuk diteguk
Memabukkan
Baik, mari baringkan tubuh
Dan bersampingan
Untuk berdikusi apa yang telah kita lakukan
Tanpa memejamkan mata
Sayang, untuk apa kau berbisik
Untuk sekedar berbicara?
Hanya ada kita berdua disini
Orang tidak akan tahu
Buktinya, dua cangkir yang tersedia
Aku bosan kalau hanya terusmenerus berdiskusi,
berbaring ditepi,
dan memeluk gemericik ombak
Percepatlah pelayaran kita
Agar cepat pula menyebrang pelabuhan
Agustus,
pada tepi, diskusi kita harus dibawa menyebrang
Malam menjamah detikdetiknya
Membiuskan tubuh
Dan mulai menyempitkan nafas
Nafas dengan frekuensi rendah
Dahaga karena diskusi ini
Tersedia dua cangkir syahwat untuk diteguk
Memabukkan
Baik, mari baringkan tubuh
Dan bersampingan
Untuk berdikusi apa yang telah kita lakukan
Tanpa memejamkan mata
Sayang, untuk apa kau berbisik
Untuk sekedar berbicara?
Hanya ada kita berdua disini
Orang tidak akan tahu
Buktinya, dua cangkir yang tersedia
Aku bosan kalau hanya terusmenerus berdiskusi,
berbaring ditepi,
dan memeluk gemericik ombak
Percepatlah pelayaran kita
Agar cepat pula menyebrang pelabuhan
Agustus,
pada tepi, diskusi kita harus dibawa menyebrang
Subscribe to:
Comments (Atom)