Sekolah lagi, sekolah lagi, tapi bedanya tidak memakai seragam putih abu-abu. Tempat baru, suasana baru, lingkungan baru, orang-orang baru, hari yang baru, perubahan baru, begitupun sahabat baru..
Tak mengenal satupun rekanku kecuali sahabat kecilku, Safira. Safira sahabat dari aku duduk disekolah dasar. Sekarang pun samasama duduk dikursi kuliah dalam kelas yang sama.
Saat MPA seperti aku tidak membuka diriku untuk mengenal rekan lainnya, namun aku harus tetap lakukan itu "membuka, mengembangkan sikap sosialku, karena mereka akan menjadi rekan, teman bahkan sahabat yang baik"
"kaaaa, maaaf saya MABA dari jalur Penmaba. Saya masuk dibarisan mana ya ka?"
"barisan tengah ini ya. Hampir telat! Cepat masuk barisan"
Aku melangkah dan berbaris dalam barisan itu bersama beberapa rekan baru (termasuk welinda). Teman baru yang cantik, aku kira dia benar keturunan cina asli, ternyata tidak. Sambut hangat dia dengan pembicaraan yang menyapa. Ku pikir bukanlah teman yang sombong.
(memang benar terbukti hingga saat ini).
Teman kelompokku yang lainnya, saat itu seperti bisu. Pendiam (hanya sehari). Sella yang diam, cuek dengan keadaan sekitar. Iis yang jutek melihat orang. Dintia yang diam dan sedikit berbicara. Rara wanita kalem yang aku dapat dilihat dikelompok lain. Tapi semua itu pandanganku sementara. Mereka tidaklah seperti itu. Mereka ternyata orang gila, bahkan lebih gila dari pada orang gila.
Hari berikutnya sudahlah kami mengakrabkan diri. Mulai dari tidak menaati peraturan (smsan saat orientasi, ngobrol saat orientasi, mencela senior, dan keonaran lainnya). Kekonyolan yang kami buat dimana safira menjatuhkan mata (karena tidak jatuh cinta, maka tidak menjatuhkan hati) kepada Ka Harris ;senior dari jurusan bahasa Inggris, sella dengan pria pujaannya --> Ka Nadi, Aku sendiri dengan pria bernama Difta.
Masa orientasi yang sangat gila.
Masuk dalam perkulihan tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah orang gila. Mulai dari lelucon yang seru, bolos bersama, dan sikapsikap konyol dari setiap diri kami. Perkenalkan saja, Dintia Chairunnisa dimana wanita cantik ini tidak mau dipanggil dintia, dia lebih senang dipanggil DT. Dt yang selalu buat suasana jadi lebih ramai bahkan terlalu ramai. Lelucon dia sering kali dia lontarkan untuk sella. Mungkin master lelucon di Geng C adalah Dt, semuanya juga akan terkena celaan Dt. Mantan seorang dokter ini sangat baik dan sangat solid dalam persahabatan kami. Mantan seorang dokter dimana juga master POKER, dt buka private poker dan alhasil kami semua bisa berpoker. Dt selalu punya lelucon konyol dan responrespon konyol untuk halhal kecil ataupun besar. I love you my best, forgive me of all my mistake. Bestfriend is number one yaaa beib. A man wouldnt make us separated. I promise that.
Safira, susah untuk berubah. Jam waktu yang ia miliki berbeda dengan waktu yang dimiliki orang lain. Sampaisampai dari sejak SMA seringkali ia terlambat sekolah. Safira mahasiswa jurusan kebatinan (kata Bu Fat, Dosen Dk. Menulis saat itu). Fira yang seringkali dikerjain anakanak tapi entah mengapa dia selalu percaya dengan omongan kami (Teringat peristiwa kebohongan kami ! "dia yang dipanggil bu Lia"). Cewek arab yang buat kami panik karena ketika saat dia absen, dia mengatakan bahwa kakeknya meninggal tapi ternyata meninggalnya sudah lama. Ckck memang cewek arab yang aneh.
Welinda, kalau aku boleh katakan dia orang yang sangat setia pada kekasihnya. keluguannya selalu buat kami tertawa, ketidakmengertian ia menanggapi pembicaraan pun membuat kami terbahakbahak. Waanita ini mempunyai pria pujaan, yaitu Mang Atep. Pria yang menjemputnya sepulangnya kuliah. Kami sayang kepada welinda dari sebab itu kami pengen welinda lebih survive menghadapi masalah yang terjadi.
Sahabatku yang satu lagi ini bernama Iis, iis yang sangat ikhlas ketika pacarnya dibagi oleh kami. Dia memperbolehkan Robi berpacaran juga dengan kami. Sahabatku yang satu ini sangat cerdas dalam menanggapi halhal. Ia juga kritis dalam segala hal. Iis semoga bisa menjadi contoh buat sella dimana keikhlasannya berbagi kekasih (hehe bercanda ya sayang) we love you.
Yang aku lihat sahabatku Sella adalah wanita yang cantik dan baik tapi entah mengapa dt bilang dia "gajah"? Sebenarnya dia bukanlah gajah, dia baru "anak" dari seekor gajah. Sahabat yang benerbener sabar kalau sedang dicela sama kami. Sahabat yang menjadi bahan celaan, bukan hanya geng C yang mencela tapi mama papa nya pun ikut mencela. Tanpa sella harihari sepi. Tanpa sella atau tidak akan tetap ada Sella dalam segala pembicaraan. Sella adalah pacar keduanya Bedun (pacar pertama bedun soalnya dt). Tawa Geng C adalah sella.
Rara yang terakhir, sahabat kami yang paling lebay. Kalau kata dia kenapa dia bisa lebay, itu karena penyakit yang diturunkan orang tuanya. Dia paling konyol tapi pintar. Aku prihatin dengan keadaan rara, karena kegilaannya tidak bisa sembuh. Lebaynyaaaaaa rara itu adalah hidupnya geng C. Sahabat aku yang hebat sampai bisa bertemu dengan Nenden Lilis secara langsung.
Tidak akan habis dan terlalu banyak cerita tentang geng C. Entah berapa ribu malam yang akan dimakan bila aku terus menceritakan tentang kami. Tapi yang pasti, geng C adalah sebuah kehidupan dari masingmasing diri kami. jadi, salah satu diantara kami ada yang sedang lemah geng C tidak akan kuat, dari sebab itu geng C saling mensuport dan mendulung satu sama lain. Satu yang pernah aku ambil untuk menjadikan pelajaran yaitu, "aku akan memilih persahabatan, karena persahabatan adalah semangat dalam hidup". I love Geng C
gue sayang kalian
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment