Diskusi Bersama Ravi
Malam menjamah detikdetiknya
Membiuskan tubuh
Dan mulai menyempitkan nafas
Nafas dengan frekuensi rendah
Dahaga karena diskusi ini
Tersedia dua cangkir syahwat untuk diteguk
Memabukkan
Baik, mari baringkan tubuh
Dan bersampingan
Untuk berdikusi apa yang telah kita lakukan
Tanpa memejamkan mata
Sayang, untuk apa kau berbisik
Untuk sekedar berbicara?
Hanya ada kita berdua disini
Orang tidak akan tahu
Buktinya, dua cangkir yang tersedia
Aku bosan kalau hanya terusmenerus berdiskusi,
berbaring ditepi,
dan memeluk gemericik ombak
Percepatlah pelayaran kita
Agar cepat pula menyebrang pelabuhan
Agustus,
pada tepi, diskusi kita harus dibawa menyebrang
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment