Saat satu malam lalu
dengan luas hati dan fikiranku,
Aku telah tentukan bahwa Aku adalah langit
dan para awan yang berjalan.
Sedangkan Kau adalah bintang yang bersinar,
isi malam disaat sentuhan dalam redup.
Aku berada dibawahnya,.
Aku hanya insan dalam kata yang membelitku.
Aku tak hempas satu kata keraguan,
untuk desahan yang ada.
Sambil menyanyikan upacara turunnya hujan,
dan tarian penarik ketenagan,
biarkan langit itu menangis,
dan mulailah!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment