Pada pesta yang ku buat untuk mengatakan pada dunia bahwa ada satu pria yang ku cinta dan ku ketahui mencinta. Dalam nyanyian malam dengan bibir angin yang merajalela membisik lirik lirih malam hari. Aku dengan lensa mataku, melihat layar tanpa sandiwara lagi. Dalam layar terlihat peperangan dalam kehidupan, ada sahabatku yang menyambut cinta yang bukan miliknya.
Aku selalu berbicara pada Tuhan bila ada dua orang yang aku cintai dan sayangi melukiskan jalan ceritanya dihatiku dengan jarum-jarum yang mengetuk airmata, apa yang harus aku lakukan?
Aku sebagai orang yang tak sempurna hanya dapat ikhlas menjalaninya, biarkan walau mereka tak bersahabat denganku. Kan tetap ada Tuhan yang menjaga Aku dalam kekuatanya yang di hantarkan di setiap rusukku.
Tuhan setelah ini Aku kan terus menjaga membingkai cinta. Karna tak ada insan yang salah dalam kisah ini. Ini hanya kawat duri yang harus kulewati untuk mbuktikan besarnya kekuatan hatiku dalam kisah ini.
Biarkan jalan ini jadi abu serta asap karna apapun yang ada akan terus ada mawar-mawar yang mengharumkan kasih cinta yang ada atas namanya.
Dini Afiani Iskandar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment