Kemarin saatku mengukir indah awal kisah aku dan kamu pada pasir lembab dengan seratserat daun yang berasal dari pepohonan pantai.
tak ada ombak yang menghapus nya. Ombak hanya menerjangnya, dan berharap menjaganya untuk di tundukan pada keabadian. Nyawa nyawa kematian pun melenyapkan kesendirianku.
Karena kamu berlari mendekat diri, membawa cahaya api yang terbungkus air hujan. dan menghangatkanku pada keyakinan. Aku pun menyelimutinya dengan keikhlasanku yang berjalan di sampingmu.
Tuhan Allah dengan kuasamu, jatuhkan penjaga-penjaga surga dunia mu untuk kami. Dan peri kecil yang kau datangkan menyejukan kami dengan sahabat kebahagiaan.
Diam untuk menjawab keraguan, karna keraguan tak pantas selalu bertamu dalam hati yang tersirat. Tak usah menjawab untuk pertanyaan para penghuni ragu. Dan berteriaklah untuk keyakinanmu agar daun daun, udara segar, bintang kecil dapat menghantarkannya kebanyak dunia.
Dini Afiani Iskandar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment