Sofa empuk itu berteriak-teriak halus.
Kami dipangkunya.
Bersandar tak punya daya.
Malaikat-malaikat dan para setan berdebat serau.
Aku tak punya kata lain,
Bahwa ini adalah kendali kami.
Yang terkapar disampingku.
Lalu, kain putih bersih yang kumiliki,
Dan yang menjadi bentukku sendiri kau ambil!
Kau miliki,
Kau kuasai,
Dan Kau sentuh!
Sehingga hati ini lemah..
Sampai kain itu lebih tak berdaya,
dan tak bernafas.
Terkapar dalam lantai yang basah.
Kemudian, dua mata kaki terangkat,
terbuka lebar keatas dan tertahan.
Menyambut kedatangan jelma cinta
Dan ia masuk ke dalam celah-celah.
Yang tadinya tertutupi oleh kain putih.
Lantai yang basah semakin dalam,
dan kami nikmat bermain.
Sampai kami terkapar,
tak berdaya, tak bernafas,
karena cinta.
Ini menyatukan nafas dan jiwa, baiklah.
separuh nafasku berada di dirinya.
Ini cinta!!!
Jangan hentikan ini,
jaga kami.
Nikmat ini sedang kami nikmati
Dini Afiani Iskandar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment