Tuhan apa yang terjadi? Mengetarkan gerak langkah dalam pikirku? Dihadapanku pun sosok itu merusuk dengan membawa hawa dingin api kerinduan. Dingin menyelimuti setiap pelosok hati dengan seribu tanya diam.
Dan Tuhan, maafkan saat tangannya menggenggam tanganku. Milik kekasih hati ini tuhanku. Aku tanpa gerak menyerupai gadis, gadis berkelut kemunafikan. Sejarah-sejarah masa lalu hanya menghantarkan keegoisan dan kemunafikan kedalam dirinya. aku menutup hatiku agar tak ada seorang pun datang mengetuk melukaiku. Namun, saat ini goresan menyertai dan berada didepan, mengetuk pintu yang tertutup.
Dan maafkan Tuhan, saat peluknya menyatukan pelukku tak ada dayaku melepasnya. Dia berbisik saat menyentuh hati bahwa dia takkan melepas genggaman dan pelukku. Namunku tak percaya itu.
Dan maafkan Tuhan, saat kedua jiwa menyatu, tak ada sau kata yang terhempas. Saling menghirup nafas jiwa. Aku benar tak berkata, bisu ketika bisuku terpasung oleh sentuhan jiwa ini.
Kekasih hati ini ku percayakan satu anak kehidupan atas penyatuan kedua jiwa. Bila akhirnya kau tak memikirkannnya biarkan semua ini hidup dengan keikhlasan yang melemahkan pada rasa sakit dan mengurangi luka.
Kusadar ku takkan pernah menjadi yang pantas karna tak ada satu keindahan. Hanya ada hangatnya keikhlasan untuk mendekapmu.
Saturday, January 2, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment