Selamat datang dalam rasa dan pikiran

Jangan pernah membuang satu pun rasa atau pikiran yang ada!

Saturday, January 2, 2010

Elektro Dewa Kematian

Ini adalah merangkai pagi menghauskan satu nyanyian indah dalam lonceng yang berdebah. Menepuk belah plafon roset dari rangka langit-langit berwajah isolator pita yang takkan terpatahkan. Hawa dari sang tranducer berubah dari energi listrik yang mematikan menjadi energi yang menusuk kerangka tulang. Yang esa mengirimkan permainan trafo adaptor kehidupan untukku yang teruji dalam volt meter detik tuhan.

Tak mampu mengukurnya, jemariku adalah kerdilnya hamba-hamba yang terhempas oleh satuan komponen jari-jari tuhan yang mencakar dunia. Nafas wofer yang ku lafazkan merunduk rendah untuk meriahkan kesepianku. Hantarkan seorang adam keluar dari resistor yang tak ingin lagiku jalani karna Dia sebatas sang pagiku yang menyambutku satu detik.

Terus menyimpan dan mengumpulkan prajurit catu dayaku, yang mendayakanku untuk menjejak sebagai sang harap. Salahkah arah yang menuaiku? Membujuku dalam meriam yang mematikan. Terus mencaci sang pencabut nyawa agar membawa dewa kematian bersamaku. Dan kematian itu kulihat untuk pelupuk mata dengan sosoknya.

No comments:

Post a Comment