Aku perempuan tanpa kekuatan, aku begitu lemah untuk melangkahkan kaki ku, mewujudkan semua anganku, membaringkan semua amarahku. Dan saat ini pun ketika seseorang membangunkan aku dalam mimpi burukku. Dan saat ini pun ketika seseorang mengeringkan luka hatiku. Dan jauh saat ini pun ketika pandanganku kepada pria, pria adalah seorang pencabut nyawa, di rubahnyalah semua pikirku tentang semua itu.
Namun dia lengkapi lemahku dengan hadirnya dia yang merubah satu kehidupanku yang menjulang menjelma menjadi butir kekuatan dalam diriku merasuk dalam hati dan jiwa
Dini Afiani Iskandar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment