Selamat datang dalam rasa dan pikiran

Jangan pernah membuang satu pun rasa atau pikiran yang ada!

Friday, December 17, 2010

Hadiah yang Tak Pernah Terlihat

saat itu yang saya baca adalah sebuah nama, "Gustav Sangaji" ya, tanganku tergerak cepat mengarahkan kursornya dalam icon "add as a friend". Ya ya ya, sungguh berbeda. Saya begitu berasa penasaran mengetahui halhal tentangnya. Sampai-sampai see older post, saya lihat. Memang sungguh berbeda. Berbeda. Rasa penasaran. P-e-n-a-s-a-r-a-n, biar lebih jelas lagi saya eja satu per satu hurufnya.



Mungkin maaf yang saya harus ucapkan, terlalu lancang saya menginginkan banyak halhal mengenainnya "Gustav Sangaji". Tahu?. Saya semakin penasaran dengan apa yang saya lihat. Saya melihat sebuah kata berupa campuran abjad dan angka "2263ABB5". Senyum yang saya ekspresikan malumalu didepan komputer saya.



Rasa penasaran saya pun tak berkurang. Dalam hati saya berucap, "bolehlah saya melihat bagaimana dirinya?" Berupa pertanyaan, yang saya kira tidak akan orang jawab, karena hanya ada saya dan komputer saya. Waaaah, hanya ada satu albumphoto di akunnya. Album "CAN", tak banyak foto yang dia unggah dalam album tersebut. Ya ya ya, satu lagi, dia memakai seragam tentara. Apakah Gustav seorang tentara? Jawabannya, pasti iya. Terlihat.



------------------------------------------------------------

Jangka satu minggu

------------------------------------------------------------



Trut.. Trut.. Alert notification facebook "Gustav Sangaji has been confirm you". Saya hanya bisa tersenyum dan mengingat bahwa saya tahu pin blackberrynya. Lagilagi saya bertanya, "bolehlah saya invite pinnya?" Semoga. Boleh atau tidak saya tetap lakukan itu. Selang waktu dalam hitungan detik! Ya, begitu cepat. Terdaftarlah "Gustav" data kontak saya.



Menyapalah kami, pertanyaan pertama yang sudah saya persiapkan jawabannya, "darimana tahu pin bb?" "Dari facebook". Kejujuran penting dalam memulai suatu hal. Pria yang benar baik, menyenangkan, penuh dengan keceplosan, semoga juga apaadanya. Memang benar begitulah Gustav. Saya memang tak pernah melihatnya namun, saya begitu besar mempunyai keyakinan bahwa ia adalah orang yang baik. Baik selalu membuat saya senang dan mendengarkan ceritacerita saya yang sebenarnya memang tidak sangat penting.



Memang baru hitungan hari, saya pun tak pernah melihatnya. Tapi ketahuilah. Merasakan itu jauh lebih kuat, walau lawannya adalah sebuah kelemahan. Pertama kalinya, dia menyentuh hati dengan bujuk rayunya. Saya tahu. Saya tahu saya sedang dirayu, dengan cara yang umum dilakukan orang biasanya. Pria yang begitu hangat dan menyenangkan. Saya tak pernah peduli kapan saya akan diberi kesempatan untuk bertemu. Karena saya begitu meyakini, hal ini bisa terjadi karena Allah dan Allah memberikan jalan terbaik untuk umatnya.



Ketahuilah, beberapa orang yang pernah datang menghampiri pergi begitu saja. Hal ini pun mungkin akan seperti itu. Penuh dengan ketakutan yang terus saya usaha usir. Saya dibuatnya jatuh hati terhadap dirinya "Gustav Sangaji". Gustav Sangaji, dia saya panggil dengan sebutan JAGOAN. Tahu mengapa aku menamainya seperti itu? Karena dia sangat JAGO menghibur saya, bisa membuat saya tertawa dengan tulus. Benerbener orang yang menyenangkan.



Tuhan, setiap harinya semakin ada yang berbeda. Dia mengajarkan aku untuk membutuhkannya, mencarinya, bersandar, dan meletakan hati kepadanya. Apakah hal ini benar ya Allah? Bolehkah saya mempunyai perasaan seperti ini? Tentu bolehboleh saja. Lihat dan terima. Konsekuensi, ya!.



-----------------------------------------------------------

Ya Allah saya begitu menyita waktunya. Seringkali saya mengganggunya dan saya sadar itu. Saya usaha dan semakin berusaha mengerti, mungkin terlalu sulit dikarenakan, saya sudah tak mengenal apa itu cinta dan saya lupa bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Benarbenar saya tidak tahu. Rasa yang banyak orang milik. Dicintai dan mencintai, ya itu.



Saya hanya bisa berbicara sendiri, "Ka, ajaran kamu seperti membutuhkan kamu dan mencintai kamu. Sudah menyetubuhi saya. Saya tak kuasa menahan. Menahan sebuah romantika cinta seperti, cemburu, khawatir, dan kelebihan lainnya dalam bersikap". Kau? Jatuh cinta padamu seperti harihari dalam hitungan 1-10 dan melupakanmu seandainya, seperti detik dalam satu hari dan seperti saya tak pernah melihat orang yang belum pernah saya lihat.



Saya menunggu waktu, waktu yang detaknya perlahan tak menentu melangkah, melangkah yang belum jelas arahnya mengarah. Saya ingin dia mengurung waktu bersama saya. Maaf saya untuk kesekian kalinya, semoga dia lihat.



------------------------------------------------------------



13 Desember 2010- 17 Desember 2010

Jangka yang sangat pendek, hitungannya hanya sampai 4. Namun entah mengapa rasa bersyukurku begitu besar. ya Allah mungkin benar sangat sulit diterima saya jatuh hati dan tak terbangun lagi dengan orang yang belum pernah saya temui sosoknya. Hanya hatihati kami saja yang selalu bermain dan mempertemukan jiwajiwa kami tanpa tempat dan hanya sekedar menjamin waktu. Tuhanku waktu ini simpan baik untuk kami. Ini memang nikmat, menentramkan hati kami. Tuhan jangan jauhkan Gustav dariku. Dekatkanlah dia. Kirimkan semua energi positif dariMu untuknya. Semua jalan ini milikMu, saya pun tak kuasa sebab itu jaga semua ini ya Allah. Bantu dan tolonglah.



***Dpastikan akan ada kelanjutan cerita ini

Ketidakwarasaan

Jangan sebut aku gila.
Mungkin masuk kedalam ketidakwarasan.
Itu, belum berarti gila.

Siapa yang dianggap waras bila diotaknya hanya ada satu hal. Ya, sekali lagi itu yang dinamakan ketidakwarasan. Waras atau tidak waras kau memujiku, mengapa kau selalu ada? Membuat kantuk menjadi terjaga, membuat dingin menjadi kehangatan, segala menjadi senyum.

Kalau ketidakwarasan harus dikurangi? Sebaiknya dihilangkan.

Lihat nanti, pengambilan nyawalah yang dapat menghilangkan ketidakwarasan. Nyawaku terbawa oleh kau hal itu, saat itulah tak ada nyawa akan aku. Kau membawa penuh nyawaku dan menyatukannya pada nyawamu. Menjadikan satu sebagai manusia yang baru.

Ketidakwarasan sebuah jawaban, Jakarta

Bersyukurlah

Semua ini untuk para sahabatku yang beruntung dan mendapat nikmatnya Allah. Tapi yang pasti gue cuma bisa bilang "patut syukuri dan patut jaga hubungan kalian dengan pasangan kalian. Kalau berbeda pendapat atau terdapat kekurangan dari diri pasangan kalian harap dimaklumi. Karena semua yang diinginkan itu tidak pasti semua terwujud. Jaga, syukuri, dan saling menghargai. Mungkin semua hal itu dapat mempertahankan dan memberikan umur panjang terhadap hubungan"


Bersyukurlah kalian masih dapat merasakan mencintai dalam keadaan dicintai.

Bersyukurlah kalian masih dapat melihat orang yang dalam keadaan memiliki, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat mencurahkan perhatian, kemanjaan, keegoisan, keamarahan dalam keadaan kalian tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

bersyukurlah kalian masih dapat berbagi kesedihan dan kesenangan dalam keadaan tahu dan memliki orang yang dicinta, karena memang ada. sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat menunjukan sebuah kebanggaan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih tetap hidup dalam kesepian, dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat diistimewakan dalam keadaan tahu dan memiliki orang yang dicinta, karena memang ada. Sedangkan yang tidak?

Bersyukurlah kalian masih dapat mempunyai hari indah dalam keadaan apapun, karena memang ada. Sedang yang tidak?



Suatu yang indah itu terletak dalam proses. Sesuatu yang indah akan sadar betapa pentingnya dan hidupnya, ketika sesuatu yang indah itu pergi. Kebersamaan, saling menghargai, optimistik yang kuat, dan bersyukur semua itu merupakan kunci dari pertahanan hubungan.

Sedangkan yang tidak, yakinkan dia akan berusaha menjaga hatinya untuk orang yang akan datang.


Untuk sahabat, pembicaraan cinta. Tak pernah merasakan.
(Mungkin, ada yang bilang ini omong kosong karena saya tak pernah merasakan apa yang kalian rasakan selebihnya. Tapi ni hanya yang sekadar dipikirkan)



with love,

Dini Iskandar


untuk para sahabat :)

Tak Ada Ujung Aliran

Jangan katakan langit akan gelap,
lihat didepanmu
dan melangkahlah!
Setelah itu
kau akan lihat
pelangi dengan spektrum indahnya.

Jadikan hujan sebagai nikmat,
kau dapat bercengkrama dengannya
melalui airair
yang kau tadahi.

Sisanya,
pasti menunggu diujung aliran.


"Aliran air tak berujung, Jakarta hujan"

Angsa Putihku

Angsaku, biarkan aku menyentuh air
bersamamu dengan jubah putih yang kau kenakan.
Tapi jangan kau sentuh air sendiri.
Angsaku, bawa aku dengan jejak air
yang terseret olehmu.


Angsa putih, bawa aku. Jakarta

"Rumah"

Benar, ini "rumah"ku
Datang dan mengetuk
Kau membutuhkan sesuatu?
Ataukah kau adalah sesuatu yang dikirimkan Dia, setelahku meminta?

Jangan diam!
Bicaralah..

Aku takkan mengetahui apaapa
Sebelum kau mengabjad satu per satu kata ke kalimat yang bermakna.

Yasudah,
Apakah kau ingin masuk dan berkunjung?
Tapi maaf,
"Rumah" ini reyot, tak berbentuk, tak mempunyai nilai nominalnya
Jadi kau harus memahaminya
Bahwa "rumah" ini kan kau perindah sesudah kakimu melangkah


Aku membuka "rumah" ku untuk siapa saja berupa doa


"Rumah" adalah umpama, 2010.

Sejuk Semoga Datang

Sejuk semoga datang

Pada yang tak pernah terlihat, sejuk hantarkan.
Ngilu tulang.
Dengan diam tanpa tindakan.
Semoga tidak akan hilang.

Datang.

Jakarta , 16:31.

Filosofi

"Filosofi"

Ya, seperti seragammu
Penuh dengan filosofi yang bermisteri tanpa kebanyakan orang tahu
Tapi apakah kau ketahui dari hal itu?

Semoga

Sungguhnya, kau mengetahuinya

Filosofinya takbeda, 2010

"Orang Gila"

Sekolah lagi, sekolah lagi, tapi bedanya tidak memakai seragam putih abu-abu. Tempat baru, suasana baru, lingkungan baru, orang-orang baru, hari yang baru, perubahan baru, begitupun sahabat baru..



Tak mengenal satupun rekanku kecuali sahabat kecilku, Safira. Safira sahabat dari aku duduk disekolah dasar. Sekarang pun samasama duduk dikursi kuliah dalam kelas yang sama.



Saat MPA seperti aku tidak membuka diriku untuk mengenal rekan lainnya, namun aku harus tetap lakukan itu "membuka, mengembangkan sikap sosialku, karena mereka akan menjadi rekan, teman bahkan sahabat yang baik"



"kaaaa, maaaf saya MABA dari jalur Penmaba. Saya masuk dibarisan mana ya ka?"

"barisan tengah ini ya. Hampir telat! Cepat masuk barisan"



Aku melangkah dan berbaris dalam barisan itu bersama beberapa rekan baru (termasuk welinda). Teman baru yang cantik, aku kira dia benar keturunan cina asli, ternyata tidak. Sambut hangat dia dengan pembicaraan yang menyapa. Ku pikir bukanlah teman yang sombong.

(memang benar terbukti hingga saat ini).



Teman kelompokku yang lainnya, saat itu seperti bisu. Pendiam (hanya sehari). Sella yang diam, cuek dengan keadaan sekitar. Iis yang jutek melihat orang. Dintia yang diam dan sedikit berbicara. Rara wanita kalem yang aku dapat dilihat dikelompok lain. Tapi semua itu pandanganku sementara. Mereka tidaklah seperti itu. Mereka ternyata orang gila, bahkan lebih gila dari pada orang gila.



Hari berikutnya sudahlah kami mengakrabkan diri. Mulai dari tidak menaati peraturan (smsan saat orientasi, ngobrol saat orientasi, mencela senior, dan keonaran lainnya). Kekonyolan yang kami buat dimana safira menjatuhkan mata (karena tidak jatuh cinta, maka tidak menjatuhkan hati) kepada Ka Harris ;senior dari jurusan bahasa Inggris, sella dengan pria pujaannya --> Ka Nadi, Aku sendiri dengan pria bernama Difta.



Masa orientasi yang sangat gila.



Masuk dalam perkulihan tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah orang gila. Mulai dari lelucon yang seru, bolos bersama, dan sikapsikap konyol dari setiap diri kami. Perkenalkan saja, Dintia Chairunnisa dimana wanita cantik ini tidak mau dipanggil dintia, dia lebih senang dipanggil DT. Dt yang selalu buat suasana jadi lebih ramai bahkan terlalu ramai. Lelucon dia sering kali dia lontarkan untuk sella. Mungkin master lelucon di Geng C adalah Dt, semuanya juga akan terkena celaan Dt. Mantan seorang dokter ini sangat baik dan sangat solid dalam persahabatan kami. Mantan seorang dokter dimana juga master POKER, dt buka private poker dan alhasil kami semua bisa berpoker. Dt selalu punya lelucon konyol dan responrespon konyol untuk halhal kecil ataupun besar. I love you my best, forgive me of all my mistake. Bestfriend is number one yaaa beib. A man wouldnt make us separated. I promise that.



Safira, susah untuk berubah. Jam waktu yang ia miliki berbeda dengan waktu yang dimiliki orang lain. Sampaisampai dari sejak SMA seringkali ia terlambat sekolah. Safira mahasiswa jurusan kebatinan (kata Bu Fat, Dosen Dk. Menulis saat itu). Fira yang seringkali dikerjain anakanak tapi entah mengapa dia selalu percaya dengan omongan kami (Teringat peristiwa kebohongan kami ! "dia yang dipanggil bu Lia"). Cewek arab yang buat kami panik karena ketika saat dia absen, dia mengatakan bahwa kakeknya meninggal tapi ternyata meninggalnya sudah lama. Ckck memang cewek arab yang aneh.



Welinda, kalau aku boleh katakan dia orang yang sangat setia pada kekasihnya. keluguannya selalu buat kami tertawa, ketidakmengertian ia menanggapi pembicaraan pun membuat kami terbahakbahak. Waanita ini mempunyai pria pujaan, yaitu Mang Atep. Pria yang menjemputnya sepulangnya kuliah. Kami sayang kepada welinda dari sebab itu kami pengen welinda lebih survive menghadapi masalah yang terjadi.



Sahabatku yang satu lagi ini bernama Iis, iis yang sangat ikhlas ketika pacarnya dibagi oleh kami. Dia memperbolehkan Robi berpacaran juga dengan kami. Sahabatku yang satu ini sangat cerdas dalam menanggapi halhal. Ia juga kritis dalam segala hal. Iis semoga bisa menjadi contoh buat sella dimana keikhlasannya berbagi kekasih (hehe bercanda ya sayang) we love you.



Yang aku lihat sahabatku Sella adalah wanita yang cantik dan baik tapi entah mengapa dt bilang dia "gajah"? Sebenarnya dia bukanlah gajah, dia baru "anak" dari seekor gajah. Sahabat yang benerbener sabar kalau sedang dicela sama kami. Sahabat yang menjadi bahan celaan, bukan hanya geng C yang mencela tapi mama papa nya pun ikut mencela. Tanpa sella harihari sepi. Tanpa sella atau tidak akan tetap ada Sella dalam segala pembicaraan. Sella adalah pacar keduanya Bedun (pacar pertama bedun soalnya dt). Tawa Geng C adalah sella.



Rara yang terakhir, sahabat kami yang paling lebay. Kalau kata dia kenapa dia bisa lebay, itu karena penyakit yang diturunkan orang tuanya. Dia paling konyol tapi pintar. Aku prihatin dengan keadaan rara, karena kegilaannya tidak bisa sembuh. Lebaynyaaaaaa rara itu adalah hidupnya geng C. Sahabat aku yang hebat sampai bisa bertemu dengan Nenden Lilis secara langsung.



Tidak akan habis dan terlalu banyak cerita tentang geng C. Entah berapa ribu malam yang akan dimakan bila aku terus menceritakan tentang kami. Tapi yang pasti, geng C adalah sebuah kehidupan dari masingmasing diri kami. jadi, salah satu diantara kami ada yang sedang lemah geng C tidak akan kuat, dari sebab itu geng C saling mensuport dan mendulung satu sama lain. Satu yang pernah aku ambil untuk menjadikan pelajaran yaitu, "aku akan memilih persahabatan, karena persahabatan adalah semangat dalam hidup". I love Geng C







gue sayang kalian

Sandi Untuk Membuka Cinta

1:4:8:9:13, 9 12:15:22:5 22:21:15



Sandi cinta untuk membuka, September 2010

Sepi yang Ramai

Sepi itu meramaikan hati saya,
sepi berteriak kencang
memekakan telinga
hingga dapat bercerita sendiri
atas sepi yang berpesta



September 2010

Kerinduan Si Gila

Merindukan orang yang belum aku temui sebelumnya,
namun sosoknya berada dalam horizon mata





Kerinduan yang gila, 2010

Tidak Mau Dia Tidur

Bangun... Bangun!!!

ssst, sini saya nina bobok-an isyaratnya



Jakarta, Oktober

Diskusi Bersama Peri

Ayah bangun memanggil
Kata ayah ada yang datang
Dalam keadaan tidak terjaga


Setelah kubangun dan melihat yang datang

"Peri kecil? Untuk apa kau datang sebelum larut?"

"ya, sayang.
Lihat ini! Aku hanya ingin sekedar mengingatkan keindahan ini"

"Aku ingat jelas, peri. Keindahan ini tetap sama seperti sekian ratus jam yang lalu, tanpa kusam dan muram merajamnya. Masih terlihat indah. Peri, bungkus keindahan ini tetap sama, dengan kain oranye membalutnya"

"Baik sekali kau mengingat jelas, untuk malam ini coba sadarlah. Bangun! bahwa ini bukan mimpi. kau tak lagi ditempat tidurmu, kau tak lagi merangkai bunga tidurmu, kini kau terjaga"

"peri, tetaplah seperti ini"



Dialog peri dengan setengah terjagaku, 2010

Langkah Membawa Pertanyaan

Saat pertama yang dipandang dalam langkah karpet merah
Sorot bergarisgaris dengan senyum dan mengukir namanya
Seolah membiarkan aku membaca, ini sebuah jalan.
Kau melangkah membawa langkahlangkah berikutnya
untuk menjadikan ini sebuah derivasi yang terisi oleh mulut-Nya.
Dan terima kasih.







Maaf aku membaca gramatikal untuk penyebutan dirimu, Jakarta 2010



Diperuntukkan untuk : Aulia Arif

Tak Mengundang Bertamu

Seraya mengetahuinya
hanya melihat dalam diameter kecil
Tanya tamu dengan pintunya
Hanya berbicara hal-hal kecil


Oktober melahirkan malam, 2010

Menyita Waktu Tidur

Mungkin dia tidak akan tahu dengan jelma ujaran

Tapi saya yakin dia kan tahu dengan setengah tidurnya

Karena hatinya tidak akan tidur bahkan sepenuhnya tidur



Tidur

Tetapi berharap agar tetap terjaga

Tidak dalam tidur atau terjaga

akan tetap kubaringkan




Untuk tidur akan kubaringkan kau

lalu pejamkan malam





Menyita waktu tidurku untuk menidurkan diri, tolong dengar aku. 2010

Tentang Merpati

Cerita tentang merpati

Merpati dengan nafasnya

Menyentuh dinding paruh

Nafasnya mengetuk perlahan agar tetap hidup

Karena merpati memang harus tetap hidup

Dia masih mempunyai tugas untuk mengantarkan pesan



Cerita tentang merpati

Merpati dengan putihnya

Terbang dengan hitungan kepak

Dua sisi sayap, salah satu tidak bisa diam

Keduanya harus bermain degan iramanya



Cerita tentang merpati

Pada sayapnya, seluruh tubuhnya,

Ini yang sulit dihitung

Berapa banyak helai bulu tertancap?

Berapa banyak jarum bulu runcing beriring?

Mungkin akan butuh waktu panjang

Untuk mendapatkan angka dari hitungan



Cerita tentang merpati

Tidak akan habis

Dan janganlah mengeraskan kepala

untuk tetap mencari angka hitungan

dari bulubulu yang menjadikan selimut dalam menemani merpati

terbang denfan membawa pesan



Merpati membawa visualisasi, Agustus

Diskusi Bersama Ravi

Diskusi Bersama Ravi



Malam menjamah detikdetiknya

Membiuskan tubuh

Dan mulai menyempitkan nafas

Nafas dengan frekuensi rendah



Dahaga karena diskusi ini

Tersedia dua cangkir syahwat untuk diteguk

Memabukkan



Baik, mari baringkan tubuh

Dan bersampingan

Untuk berdikusi apa yang telah kita lakukan

Tanpa memejamkan mata



Sayang, untuk apa kau berbisik

Untuk sekedar berbicara?

Hanya ada kita berdua disini

Orang tidak akan tahu

Buktinya, dua cangkir yang tersedia



Aku bosan kalau hanya terusmenerus berdiskusi,

berbaring ditepi,

dan memeluk gemericik ombak

Percepatlah pelayaran kita

Agar cepat pula menyebrang pelabuhan



Agustus,

pada tepi, diskusi kita harus dibawa menyebrang

Diskusi Bersama Ravi

Diskusi Bersama Ravi



Malam menjamah detikdetiknya

Membiuskan tubuh

Dan mulai menyempitkan nafas

Nafas dengan frekuensi rendah



Dahaga karena diskusi ini

Tersedia dua cangkir syahwat untuk diteguk

Memabukkan



Baik, mari baringkan tubuh

Dan bersampingan

Untuk berdikusi apa yang telah kita lakukan

Tanpa memejamkan mata



Sayang, untuk apa kau berbisik

Untuk sekedar berbicara?

Hanya ada kita berdua disini

Orang tidak akan tahu

Buktinya, dua cangkir yang tersedia



Aku bosan kalau hanya terusmenerus berdiskusi,

berbaring ditepi,

dan memeluk gemericik ombak

Percepatlah pelayaran kita

Agar cepat pula menyebrang pelabuhan



Agustus,

pada tepi, diskusi kita harus dibawa menyebrang

Friday, August 6, 2010

Hujan Bercerita, Sembuhkanlah dengan Rintikmu

Bila orang lain benci dengan hujan,
aku malah jatuh cinta pada hujan.
Hujan membawa embun pembicaraan tersembunyimu. Hujan selalu melimpahkan tetes demi tetes air untuk membius kemarau.

Bila orang lain dengan hujan, aku malah jatuh cinta pada hujan.
Hujan membawa sosok atas deburannya. Rintiknya mengambarkan perasaan tersembunyi. Dan tetesnya yang tak terhitung adalah cerminan waktu untuk kami.

Hujan bercerita, sembuhkanlah dengan rintikmu

Bicarakan

Ada yang berteriakteriak
Mengetuk
Menyiksa dirinya sendiri
Atas teriakannya

Memang klise
Semoga tidak sekedar
Ujaran dalam asap

Setelah berteriak baiknya kau bicarakan, Juli 2010

Ketuklah untuk Sekadar Melihat

Mengapa harus ramai sih?
Ini bukan pasar,
ini ruangan tertutup.
Suara ini dapat memecahkan telinga.

Tolong diam!
Karena ruangan ini masih tertutup rapat
dan sengaja tidak diberikan cahaya.
Bila ingin,
ketuk saja untuk sekedar melihatnya.



Ketuklah untuk sekadar melihat, Juli penuh cinta

Jakarta Menunggu Terik kota Bandung

Kemarau yang dipenuhi terik telah berganti
Berganti musim,
musim hujan
Padahal aku butuh terik
terik yang menyengat
Membara dan membakar

Hujan di kota Jakarta
Menghancurkan harapanku
Membiaskan angananganku

Hujan di kota Jakarta
Merupakan tangisan atas terik pada kota Bandung
Terik terakhir yang membius
lalu mematikan

Terik pada kota Bandung,
disini hujan
Apakah kalian tidak akan bertemu pada terik yang membakar?



Jakarta Hujan untuk Terik di kota Bandung

Untuk kisah pada malam

Derap langkahnya samar terdengar
suaranya teriak berbisik
Menyapa shymphoni hari dan
menjadikannya malam yang indah
Kasat mata dipejamkan
karena ini merupakan satu ritual sambutan
Yaa,, sambutan yang indah

Sudahlah, mari masuk kedalam
Tersedia jamuan hangat untukmu
Hilangkan samar langkahmu dengan
hentakan keras.
Biar semua orang tahu!

Duduklah, bersandarlah pada dinding ruangan yang bersedia
mendekapmu
Bukakan pejaman mata
dengan satu sorot tajam
pandangi atmosfer ruangan ini.
Biar semua tahu!

Hanya sebatas berbicara
pada atmosfer ruangan ini,
didepan jamuan yang kusediakan
tanpa cahaya.
Redup Bersina.

Untuk kisah pada malam, 11 Juli 2010. 21:03

Tuesday, July 6, 2010

Dongengku untuk Doa

Ini kisah yang berbeda.
Semoga terkabul.

Aisyah pada Muhammad,
mungkin memang Aisyah tak secantik Siti Khadijah.
Tapi halnya Aisyah merupakan hempasan nyawa sang Suaminya.
Bukan juga si cantik Khadijah.

Lalu Aisyah mendengar "La illahaillallah"
pada pelukan.
Tidurlah Muhammad dalam pelukan Aisyah,
dan Khadijah menatap melalui genggamannya.

Bukan Muhammad yang berdiri dalam shakaratulnya
dan memilih tapi dikarenakan Allah.

Aisyah, tunjuk aku untuk menjelmamu.
Agar dia dipelukku seperti Muhammad kepadamu.

Doa dalam menceritakan kisah, 1 Juli 2010, 21:46

Bercintalah dihadapan gelas

Aku takut ketika gelas ini
terisi penuh dengan air,
mereka malah menengguknya hingga kering.
Padahal air ini hanya untuk kita,
untuk menidurkan kita,
untuk mengikat kita pada aroma malam.

Kamu lihat!
Jangan sampai mereka
yang tertidur pada hasrat,
yang tak bisa tertahan kepada kamu.

Sayang,
tidurlah bersamaku.
Karena aku adalah wanita terbaik,
untuk menemanimu dibanding wanita peneman tidurmu terdahulu.


Cahaya untuk ranjang percintaan, 1 Juli 2010. 21:10

Hari ini aku sakit, mungkin esok akan mati

Kalau aku bercerita aku seperti mengulang kembali kejadian itu, hari ini aku sakit dan mungkin esok akan mati. Aku ingin disamping Tuhan, aku ingin tahu rencana-Nya untuk aku. Tapi untuk yang pertama dalam masalah ini, tidak akan mungkin aku dapat disamping Tuhan, wujud-Nya tidak dapat kulihat. Hanya kuasa yang dapat mewujudkannya.

Hari ini aku sakit dan besok aku akan mati. Hari ini aku mengingat semua waktu yang telah terjadi, aku mempunyai 51 hari bersama dia. Sungguh dia sangat mencintaiku, berusaha menyakinkan aku. Usia kami tak jauh berbeda. Hanya selisih satu tahun lebih tua dia. Sosoknya mengingatkan aku pada seseorang yang sudah mati dulu. Dan aku merasa rienkarnasi telah tercipta. Pada sosok baru tanpa sebuah kegelapan.

Cinta hanya sebatas apa yang dilihat oleh mata, sayangnya cinta itu sebenarnya tak punya mata. Hanya sekejap cinta mengedip, ia langsung memainkan asmaranya. Tapi untuk diriku, aku telah membunuh asmara terlebih dahulu. Menjadikan cinta untuk diriku sendiri. Diriku yang telah mencintai sosok baru itu habis tersorot cahaya yang memutar.

Aku yakin bila aku bercerita tidak akan terjadi apa-apa. Hanya sekedar mati. Aku mencintainya dan dia mencintaiku. Hubungan kami sudah 51 hari tepat hari ini. Selama aku menjalin hubungan dengannya, aku seperti dipenjara, aku bermain dengan teman, berkomunikasi dengan teman wanita ataupun pria, sekadar bermain obrol diinternet adalah suatu masalah yang besar untuk dia. Aku anggap semua ini karna rasa sayangnya yang teramat dalam padaku.

Selama ini aku tahu dia sedang menjalani satu hubungan lagi dengan kekasih lain. Dengan mantan kekasihnya. Saat itu aku meminta untuk mengakhiri hubungan ini, tapi dia tidak mau. Dia selalu berkata, "aku sayang kamu, aku ingin selamanya dengan kamu. Maafkan aku, ini yang terakhir, aku khilaf sayang". Karena permintaanya yang merengek "untuk kali petama ini saja, aku akan memaaafkan kamu. Kesempatan tidak akan ada dan hidup diwaktu lain. Hanya ada pada kali pertama diberikan"

Jalannya waktu setelah peristiwa tersebut (satu bulan usia hubungan kami). Aku mencoba memberikan kesepampatan dan kepercayaan untuknya. Dia jalani dengan nikmat dan dimataku ada perubahan yang menyenangkan. Entah pada perubahan yang sebenarnya atau hanya menutupi sesuatu luka busuk yang takut tercium baunya.

Selanjutnya yang terjadi adalah saat aku sedang berada disampingnya dering telepon gengamnya berbunyi dan yang kulihat ada pesan singkat yang tertulis "sayang aku pergi ya". Aku kira itu adalah pesan dariku, namun apa? Aku tidak mengirim pesan saat itu. Kekasih siapa itu?

Aku lihat pesan singkat itu yang untungnya bernama. Nama yang sama seperti sebelumnya, nama mantan kekasihnya. Aku bertanya mengenai penjelasan darinya. Yang aku dapat perkataa dia, "aku minta maaf, aku khilaf dan aku salah. Wanita itu yang mengeja aku, wanita itu sudah kuberi tahu namun tetap saja mengejar aku. Aku salah merespon dia. Aku salah dan aku minta maaf. Aku tidak pernah bertemu dengannya. Hanya sekadar berkomunikasi lewat telepon genggam". Aku mengingat dan berfikir, ini adalah kesalahan yang kali kedua yang diperbuat dan yang kufikir tidak akan ada lagi kesempatan.

Sama untuk kali kedua aku mengakhiri hubungan ini dan lagi-lagi dia tidak ingin. Keras kepala aku yang ingin mengakhiri hubungan dan keras kepalanya dia yang tidak ingin hubungan ini berakhir membuat keputusan aku semakin keras. Dalam dudukku dia bersujud untuk meminta maaf, perimintaan maaf pasti ku terima namun untuk kembali. Sepertinya harus ku pikirkan.

Diwaktu yang sama dia berubah menjadi sosok yang baik, tapi itu tidak mengalihkan aku atas kesalahannya. Dia berjanji untu tidak mengulangi kesalahannya dan meyakinkan bahwa dia memilih aku. Serta meyakinkan bahwa wanita itulah yang mengejar dia. Bukan dia. Aku akan mempercayainya. Karena ucapnya yang ingin sampai menutup mata bersamaku. Semoga.

Aku berharap mulai dari detik itu, aku akan ulang semua dari awal dan menghapus masala yang ada. Untuk kehidupan yang baru dalam hubungan. Serta untuk harapan yang telah ada.

Aku yakin dengan keputusanku. Aku ikhlas wanita itu menjalani hubungan dengan kekasihku. Lebih tepat mantan kekasihku.

Aku ikhlas mencintai dia, tanpa harap apapun. Sekiranya aku telah mencintainya maka aku harus siap untuk kehilangan dia. Ada satu hal yang akan kurindukan dari akhir hubungan kami, yaitu keluarganya. Aku menganggap kedua orang tuanya adalah orang tuaku. Aku menjaga hati mereka. Berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarganya.

Boleh aku berpesan hangat untuk yang pernah menjadi kekasihku?
"Tanggungjawab aku atas kamu dari keluarga kamu sudah tidak padaku. Terima kasih kepercayaan yang keluarga kamu berikan dan kasih sayang hangat. Aku ingin kamu tidak menyakiti hati kedua orangtuamu. Dan mulailah menemukan jatidiri. Jangan terus mencari. Aku juga berterima kasih atas pemberian cintamu, cintamu membuatku tidak menghadirkan pria lain dihidupku. Aku berdoa yang terbaik untukmu. Aku ikhlas dirimu bersama wanita itu. Balut doa untuk kalian berdua. Optimis jalan terbaik akan kalian lalui."

Sekali lagi, aku sayang kedua orang tuamu dan keluargamu. Jaga hati mereka, beri mereka yang terbaik untuk hidup mereka dari tanganmu. Jangan sekalipun buat mama mengusap dada untuk sabar. Aku yakin kamu bisa. Kamu adalah pria yang baik. Salam cinta yang pernah ada

Aisyah itu Sosok yang Berpesta Nyawa

Aisyah itu Sosok yang Berpesta Nyawa

“Aisyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh, bangun sudah pagi! Mau berangkat jam berapa kamu sayang? Ibu sudah menyediakan sarapan untukmu. Ini hari pertamamu kuliah nak” , ibu berteriak pagi-pagi dari dapur. Sulit aku membuka mataku dan beranjak dari pulau kapukku ini, disebabkan aku tidur larut malam untuk menyiapkan keperluan dan perlengkapan ospekku. Ibu menyiapkan sarapan untukku sepotong roti dengan isi telur, keju dan susu, hmmm ibu memang sangat memperhatikan kesehatan aku. Karena kegiatan ospek nanti aku akan lelah. Ibu memberikanku bekal untuk dikampus, seperti anak sekolah dasar saja. Berangkatlah aku menuju kampus, dan berharap tidak terlambat.

“maaf kak, itu tadi ban motor tukang ojeknya bocor, jadi…” , dipotong alasanku terlambat. Senior tak menghiraukan, sama halnya sewaktuku berada di SMA guru-guru sudah bosan mendengar alasanku dan kadang bosan mereka menunggu aku mencari sebuah alasan. Dengan gaya cupu seperti badut senior memerintahkan aku ini dan itu, harus aku kerjakan semua itu kewajiban dari seorang mahasiswa baru. Kegiatan yang sangat membosankan, sekiranya hal-hal ini sangat tidak menarik bagiku. Bagiku lebih baik tidur dirumah atau menonton televisi daripada hal-hal yang membuatku bosan seperti ini. Mendengar penjelasan mengenai seputar kampus, pembelajaran, dosen, dan administrasi perkuliahan, membuatku mengantuk. Untuk apa mereka berpanjang-panjang menjelaskan mengenai itu semua? Lah toh nanti aku akan berkuliah disini. Untuk apa juga para panitia dan senior memperkenakan dirinya, nanti juga akan kenal sendirinya, benar-benar membosankan.

Bagian yang seru dari ospek ini adalah disaat kegiatan permainan, cukup menyenangkan. Usai kegiatan games? Duh, membosankan lagi. Untung saja ospek ini berlangsung hanya sehari, aku tak bisa membayangkan kalau ospek ini terjadi selama seminggu. Tidak sanggup aku.

Usai ospek, aku langsung bergegas pulang karena aku sangat letih. “Assalamualaikum, ibu.. hari ini aku lelah sekali. Maaf ibu bekal yang ibu berikan tidak termakan olehku ibu” semoga ibu tidak marah, tapi ku yakin ibu kecewa. Sahut ibu, “tidak apa-apa nak, langsunglah aisyah mandi lalu aisyah beristirahat”. Baiklah mungkin ibu tidak menunjukan kekecewaannya. Aku lekas mandi lalu aku istirahat, aku tidur dan bangun ketika adzan magrib. Lalu segera sholat berjamaah bersama kedua orang tuaku, ayah dan ibu.

“Ibu, boleh gak aku pergi bersama teman-temanku? Aku pengen nonton film terbaru, bu. Filmnya bagus, nera, fania sudah nonton film itu mau nonton lagi. Boleh kan?”, regek aku pada ibu. Sebenarnya diijinkan atau tidak oleh ibu aku akan tetap pergi. Ibu capek melarang aku pergi malam, hampir setiap hari aku pergi bersama teman-temanku. Entah itu makan, nonton, berbelanja dan hanya sekedar nongkrong-nongkrong saja disebuah kafe.

Aku menonton di mal yang kawasannya berada didekat SMA ku dulu, di Jakarta Selatan. Interest yang memuncak merasuki hati aku, fania, dan nera. Kami memesan tiket terlebih dahulu, sambil menunggu jam film dimulai kami mencari restaurant untuk makan. Filmnya mulai satu jam lagi. “eh kamu mau makan apa? Binggung nih”, karena melihat menu. Fania bilang, “ bagaimana makan chiken teriyaki? Udah lama aku gak makan makanan itu cha”. Saran yang bagus. “mbak, saya pesan 3 teriyaki yaaaa! Jangan pake lama, dan minumnya tiga-tiganya orange juice”. Kami makan sambil ngobrol-ngobrol, menikmati suasana karena kami bertiga berkuliah tidak diuniversitas yang sama. Fania dan nera di universitas swasta yang berbeda, dan hanya aku yang diterima diuniversitas negeri. Memang aku lebih unggul daripada mereka, presstasiku disekolah sangat membanggakan. Selalu peringkat pertama.

“udah mulai nih filmnya ren, cepet kebioskopnya lagi”, fania bersemangat menonton film tersebut untuk kedua kalinya. Kami dengan langkah cepat masuk kedalam studio untuk film fantasi luar negeri tersebut. Pemain utamanya idola aku banget. Jalan cerita dan semua unsur yang ada difilm ini memang sangat bagus, dan tidak membosankan.

****

“hari ini hari pertama perkuliahan dimulai, bu”, aku bicara pada ibu. Kelas pertama diadakan jam delapan, untuk matakuliah matematika dasar. Saat aku duduk didalam kendaraan umum, jenuh meradang. Untuk membuang kejenuhanku, aku browsing informasi tentang kehebohan beberapa waktu lalu. Semua orang heboh dengan satu hal ini, aku tak tahu banyak akan hal ini.

Baru-baru ini sosok itu lagi-lagi menggemparkan dunia. Mereka mengadakan pesta besar-besaran untuk sekelompok sosok kecil seperti mereka. Entah apa yang melatari mereka mengadakan pesta tersebut. Aku bisa melihat sosok itu lewat televise, Koran, dan radio tapi setelah pesta itu usai. Yang hebatnya mereka berpesta nyawa. Sangat tertarik dengan hal ini. Jatuh hatiku pada sosok ini. Walau baru sedikit ku tahu mengenai sosok ini. Tapi sosook ini sangat salah dan tidak berkprimanusiaan, sosok ini harus diberi apresiasi dengan hukuman mati. Memang aku jatuh hati namun jatuh hati pada sosok ini dalam kebencian dan bukan bersahabat.

Aku telah sampai dikampus dan aku langsung masuk kekelas, lagi-lagi aku terlambat dan untungnya hanya lima menit keterlambatanku. Dosen untuk mata kuliah matematika dasar sangat mengasikan, cara proses belajar menyenangkan, pendekatan kepada mahasiswa erat, aturan untuk perkuliahan sangat tepat yang beliau buat, dan untuk penyampaian materi pertama kuliah dapat diserap dengan baik. Hari ini hanya satu mata kuliah, sungguh hari pertama yang menyenangkan. Aku mendapat teman-teman yang baik dan tidak sombong. Semua sangat terbuka untuk menjalin pertemanan. Tidak seperti saat di SMA dulu, banyak sekali teman-temanku yang bermain atau berteman memandang status sosialnya saja. Yang kaya dengan yang kaya, yang miskin dengan yang miskin.

***

Membahas mengenai sosok yang sangat misteri itu tidaklah ada habisnya, karena sosok itu memang sulit ditemukan. Kemeriahan pesta mereka ditandai dengan meledaknnya petasan yang melepaskan nyawa orang. Hotel-hotel dan gedung pencakar langit tempat mereka mengadakan pesta, entah pesta untuk perayaan apa, mereka yang lebih tahu bukan aku.

Aku berpandang dengan pria yang enak dipandang, sopan, kuning langsat, dan dia tidak seperti pria seadanya yang bergaya. Penampilannya sederhana, tidak juga seperti mantan-mantanku yang memakai kaos, celana robek-robek, sepatu butut, atau memakai jeans ketat, sepatu jaman sekarang, bergaya seekali lah mereka. Dan ini berbeda, pria ini membuatku tertarik dengan kederhanaannya.
“kenalkan aku Aisyah,” memperkenalkan diri aku kepadanya. Karena dia hanya berani melihat aku sebentar-sebentar saja, tidak pernah waktu lama dan tercengah. Sahutnya, “saya husien azzamar”. Mulailah dari saat ini aku dan dia resmi untuk kenal, dan berbicara dalam hati aku akan mengatur pertemuan berikutnya. Tak susah yang penting nomor telfonnya sudah ku catat di phonebook handphoneku.

Tak lama, jelang satu minggu aku berpacaran dengan dia. Tapi anehnya aku tak tahu banyak mengenai kepribadiaannya. Sulit mencari kepribadian dari dirinya, husein juga tak banyak cerita mengenainya. Yang ia ceritakan hanya hal-hal yang bersifat umum saja. Husein pria yang pintar, wawasannya luas dan pengetahuan mengenai agama sangatlah dalam. Ibadahnya tak jarang ia tinggalkan, ia selalu memprioritaskan ibadah menjadi nomor satu. Saat kita berdua bertemu seringkali ia member pengetahuan,-pengetahuan-pengetahuan mengenai islam, dan mengenai wawasan lainnya. Ibu sudah mengenal husein, tapi ibu tidak suka dengan hubungan ini. Kata ibu, ibu sreg dan mempunyai perasaan yang tidak enak akan kepribadiaan husein. Tapi aku melawan ibu, aku tetap menjalini hubungan diam-diam tanpa sepengetahuan ibu.

Aku mempunyai harapan, dengan hubungan aku sekarang dengan husien. Usia hubungan kami sudah genap satu tahun. Tapi tidak pernah sekalipun aku diajak kerumahnya. Aku tak pernah menuntut ia untuk memperkenalkan aku dengan orangtuanya, karena orangtuanya berada di luarkota tepatnya di Jawa Timur. Sejak ia berusia 20 tahun ia sudah tinggal di Jakarta seorang diri. Sepengetahuanku ia tidak mempunya sanak saudara di Jakarta.

Rumahnya, aktifitas sebenarnya aku tidak pernah tahu. Ia menghubungiku saat pagi sebelum ia berangkat untuk kerja, dan malam setelah ia kerja serta aku bertemu dengannnya hanya saat sabtu-minggu libur ia kerja. Pernah aku bertanya mengenai pekerjaaannya, aktiitas lainnya, dan alamat rumahnya, namun ia tidak pernah menjawabnya. Dia hanya berkata, “Nanti yaa syah, Husein akan memberitahu dan mengajak isyah nanti bila waktunya susah tepat”. Mau diapakan lagi, aku tak ingin menuntut banyak hal darinya, karena ia tidak pernah menuntut satu hal dariku.
Masuk kedalam usia hubungan kami yang kedua tahun, harapanku belum juga diwujudkannya. Aku sempat berfikir, hubungan ini baginya serius atau tidak. Sebab aku sampai sekarang tidak bisa juga mengenal sosoknya lebih jauh. Aku tidak tahu dengan cara apa aku dapat mendapatkan cerita akan kepribadian ia.

Hari ini aku ingin merayakan hubungan kami yang sudah keduapuluhempat bulan. Hari ini resmi, usia kedua tahun. Kami hanya merayakan disebuah rumah makan sederhana. Berbincang-bincang akan tentangku. Aku bercerita kepadanya, apa pekerjan ibu, ayah, dan aku bercerita hal-hal mengenai keluargaku dengan niat ia akan mengenal aku. Dan berharap ia akan bercerita hal yang sama kepadaku, tapi ternyata tidak.

Setelah kami merayakan hari jadi kami yang kedua, aku diantarkan tepat sampai depan rumah. Dan ibu memergoki kami. Aku disuruhnya tegas untuk masuk kedalam rumah. Tanpa mempersilahkan Husein untuk masuk, setidaknya bertamu dan diseduhkannya teh. Saat aku masuk ibu langsung memarahi aku, ibu bertanya mengapa aku masih menjalin hubungan dengan husein?, selama ini ibu tidak tahu bahwa aku tetap berhubungan, berpacaran dengan husein. Ibu menasehati aku agar aku berhati-hati terhadap husein, firasat ibu yang kuat membuat ibu melarang aku keras untuk melanjutkan hubungan aku dan husein. Aku akan terima perkataan ibu, tapi lagi-lagi aku tak akan menuruti perintah ibu. Dan berharap kepada ibu, ibu akan menyetujui hubungan kami. Ayah tidak tahu mengenai hal ini. Karena ayah sedang banyak tugas dan mempercayakan ibu untuk bisa mengatur dan menasehati aku.

****

Aku bertemu husein di halte bus, tapi aku tak ingin menyapa ia. Ia sedang menunggu angkot yang menuju rumahnya malam-malam gini. Lalu aku mengikutinya, aku penasaran dimana tempat tinggalnya yang tidak pernah ia beritahu kepadaku. Ternyata ia tinggal ditempat yang terpencil, yang warganya juga tak banyak. Sepetak rumah kontrakan, berlingkungan kumuh bukan perumahan bahkan komplek elit. Aku kira mungkin juga tak bertetangga. Akhirnya aku tahu dimana tempat tinggal husein, dengan aku tahu dimana husein tidak mengurangi rasaku kepadanya. Walau aku tahu ia bukanlah orang kaya. Itu tak apa bagiku.

Aku berencana besok akan bolos untuk kuliah, padahal aku sedang mempersiapkan materi untuk bahan skripsiku. Tapi hal yang membuat aku bolos kuliah cukup penting. Hari ini aku yakin pada jam-jam ini husein tidak ada dirumah. Baiknya aku kerumahnya untuk melihat dan sekedar mencari informasi tentang ia.

Sampai aku didepan rumahnya, yang sepetak dan hanya kontrakan. Aku melihat jendelanya yang tidak ditutupi gorden. Aku kaget dengan apa yang aku lihat. Walau rumahnya kecil sepetak, aku tidak melihat barang-barang atau benda-benda selayaknya sebuah rumah. Rumah ini kosong seperti tisdak ada yang menghuninya. Lalu aku pergi kesamping bagian rumahnya, aku ingin mengintip kamarnya. Ternyata kamar jendelanya tertutup gorden dan aku tidak dapat melihat apa-apa.

Aku memikirkan cara bagaimana aku bisa membuka jendela kamar itu, dan aku coba untuk menariknya. Alhasil jendela itu terbuka dan aku masuk kedalam kamarnya melalui jendelanya. Hanya ada kasur, satu batal, dan lemari kecil plastik. Sungguh aneh dan aku semakin bertanya-tanya. Apa ini cerminan dari kederhanaannya atau ada hal lain dibalik cerminann ini semua.
Aku penasaran melihat lemarinya. Saat aku membuka lemari dan melihat isi lemarinya ada yang aneh dan membuat aku kaget. Lemari ini tidak terisi baju, melainkan kabel-kabel, barang yang terlihat seperti tembaga, bahan-bahan kimia seperti petasan-petasan yang disatukan dan diberi benda penanda waktu.

Aku langsung mengingat ibu, yang sudah melarangku untuk menjalani hubungan ini. Aku melawannya dan membela husein kekasihku yang ternyata merupakan pengikut dari sosok yang berpesta nyawa digedung-gedung pencakar langit dan hotel berbintang. Aku telah menjalin hubungan dengan orang-orang yang tidak berkprimanusiaan. Salah satu dari orang-orang yang ayahku cari ternyata adalah kekasihku, pantas saja ia memacari aku dan begitu terlihat aman. Ia tahu apa yang sedang ayahku lakukan, rencana ayahku dan rekan-rekannya untuk menangkap teroris diluar sana dari ceritaku.

Apa yang harus aku lakukan, orang yang aku cintai adalah orang yang benar-benar harus dihukum dan diserahkan pada aparat kepolisian. Hal yang sangat memalukan dan tidak dibenarkan bahwa aku anak dari salah satu aparat kepolisian berpacaran dengan salah satu dari teroris. Membuat kakiku lemas dan melamun duduk ditempat tidur, tiba-tiba aku mendengar orang membuka pintu. Husein sepertinya pulang.

Aku lalu keluar melalui jendela yang sama, dan aku tetap mengumpat di samping jendela pada dinding. Husein mungkin tahu, dan ia berbicara dengan keras, “Aisyah, pergilah! Aku tidak ingin menyakitimu. Sekarang kau telah tahu dengan sendirinya. Tak ada yang bisa disalahkan, tak ada yang harus disesali. Pergi isyah.. pergi isyah.. Anggap tidak ada pertemuan, maka tidak ada kisah selama dua tahun. Maafkan aku isyah, aku mencintaimu. Karena aku mencintaimu tolong pergi! Dan janagn campuri urusan aku. Aku hanya punya kau isyah. Tak ada keluarga. Aku anak tunggal dan orangtuaku sudah dipanggil Allah, dan aku akan menyusul mereka dengan kesyahid-an. Mungkin kamu dapat melihatnya ditelevisi. Pergi isyah.. pergi…”.

Aku mengencangkan gerak kakiku untuk berlari dan pulang kerumah. Aku bercerita kepada ibu. Karena harus dan kewajiban husein harus ditangkap dan dihukum. Lalu, dari ibu ayah tahu mengenai hal itu. Ayah dan segenap rekannya menjadikan aku saksi untuk pelacakan. Aku diminta untuk menunjukan dimana tempat tinggal, pekerjaan, dan tempat kerjanya serta tempat biasa husein datang. Tapi yang aku tahu hanya tempat tinggal, masih dihari aku mengetahui semua tentang husein, aku dan ayah serta rekannya bahkan aparat kepolisian lainnya, mengepung rumah kontrakan husein. Ketika dicheck kedalam rumah, tidak ada husein tidak Nampak apapun barang bukti yang ada. Yang ada hanya ingatan aku saja saat merayakan usia hubungan aku diharinya yang kedua tahun, husein berkata “aku akan letakan hadiah kecil disamping pot. Kamu dapat ambil ketika kamu sudah dapat mengetahui dengan sendirinya dimana temapat tinggalku”. Aku langsung mencarinya. Dan ternyata benar.

Hadiah kecil sebuah Al-quran yang dapat kubawa kemana-mana dan sebuah kaset yang dilabelnya tertanggal 22 maret 2006. Namun yang terlihat pada jamku adalah tanggal 29 maret 2008. Berarti saat dua tahun yang lalu. Saat dia dan aku resmi berpacaran. Aku repot dan menjadi orang penting untuk kesaksian dalam pelacakan ini. Ayah dan ibu juga terus menasehati aku. Aku down dan aku depresi akan masalah yang ada. Kaset yang diberikan oleh husein belumku dengar dan aku takut untuk mendengarnya. Membuat aku selalu berbicara dalam hati, “aisyaaaaaaahhhh, jangan lakukan itu lagi. Aisyah jadilah lebih baik, aisyah itu sosok yang berpesta nyawa yang dulu kau bilang harus dihukum mati”.

Aku tidak ingin mengulangi ini lagi, ayah ibu! Suatu hari nanti ayah bertemu husein. Ayah dapat membunuh dia. Tidak ada pertemuan, tidak kisah selama dua tahun , dan tidak juga ada yang namanya cinta.

Kisah satu mei

Aku ingin merasakan puisi hangat darinya, walau bukan berupa tulisan gramatikal aku harap hatinya yang memberikan.
Tuhan Tuhan!
Aku ingin bertemu dengan-Mu berdialog pendek mengenai "kisahku" aku tahu, Kau mengetahuinya tapi biarlah aku bicarakan ini pada-Mu. Layaknya umat-Mu melafazkan sebuah doa yang Kau kabulkan, realisasikan doaku dengan nikmat-Mu, jadikan aku dan dia sebagai satu yang Kau antar dalam surga-Mu.

Dan satu lagi Tuhan,
tanpa aku katakan "Titipan-Mu atas namanya selalu ku jaga" Pasti Kau tahu

Tuan, Ini Nyawaku..

Tuan,
Buat aku mencintai dia, seperti aku besok akan dijemput kematian.
Buat aku menangisi dia, seperti aku melihat dia ku beri kebahagiaan.
Buat aku dalam sedikit waktu membentuk cerita, seperti aku disisakan dua sampai tiga halaman lagi mengisahkan kisah indah kita.
Buat aku menjadi janjinya kepadaMu, seperti Aku adalah dijadikan pendampingnya disaat aku menyerahkan titipan nyawa dariMu.

Detik-detik pada upacara penyerahan nyawaku jadikan dia sebagai nyawa baru setelah aku lepas nyawa sebelumnya.

Tuan,

Tuesday, May 18, 2010

Semoga II

Kayuh sampai malam itu terpelosok dan tak ada gelap!
Yang tinggal hanya peri dengan senapan yang bisa kapan pun ia lepaskan

Gelapnya hilang, walau dua-tiga langkah
kedepan tak akan ada lagi
Biarkan
Senapan?

Dan semoga bukan kita


Malam Disebuah Kertas

Rahasia Akhir

"Aku punya rahasiaku sendiri setibanya prediksi itu hadir dalam paruh nafas yang menghentikan durasi hidup. Tuhan hari ini jangan jadikan akhir dari jalan cerita yang baru aku mulai dengannya, detik dursiku harus tetap berjalan mengubah satu demi satu angka yang bernafas. Aku punya jalanku. Peranku bersamanya harus terjadi"

Di depannya, Malam

Lima huruf

Sayang kamu itu sederhana
Hanya Lima huruf yang bisa aku berikan dan kecup
dalam liur bibirmu yaitu "cinta".
Satu yang sulit diberi makna

Sayang sekarang kau berikan aku kesederhanaan
Hanya Lima hruruf yang kau berikan dan kau kecup
yaitu "pergi". untuk bola mata
yang sedang menjadi awan.
Lalu hujan



Sayang bila Kau lakukan itu, 18 Mei 2010

Ayatmu

"Bila ini tetap tidak membawaku menjadi seorang kekasih, sambut hangat lalu dekap aku sebagai kehalalanmu melalui satu per satu ayat setelah tiap rakaatmu"


Satu yang akan tetap hangat, 23:04, 04 Mei 2010

Hujannya mana?

Kalian tidak perlu iri
Aku ternyata istimewa di mata Allah
Buktinya saja kemelut hangat ini sedang meraja
Dan terguran menjatuh bangunkan aku

Kalian jangan iri ya
Karena Allah memilihku
Menjadi emas dalam julur korek apiku


Hujannya mana?, 9:34

Semoga,

Lihat
Pantai menguncang-uncangkan kakinya
Dia tetap santai menunggu kita melihat ombak dan butir pasir yang menyelimuti dia

Kamu tahu kita dibiarkan menjadi penghuninya,
Sebentar lagi udara yang bernafas, ombak berirama, dan butir pasir akan menjadi bagian dari kita
Semoga,

Jakarta, 13:14
Dini Iskandar

Kenali Dirimu

Aku hanya dapat berbisik
Kenali dirimu
Dengan potret maupun cermin kecilmu
Dengan gelap maupun terang

Aku pagi untukmu, bila kamu lakukan itu sore akan menyisihkan pagi

Lalu
kedua dari bisikan pertamaku,
Terima kasih
Satu lembar dari halamanhalamanku
Terdapat puisi yang berjudul Kamu,


00:07

Syahwat yang Terteguk

Membiarkan syahwat terteguk,
memang ini racun bagi kesucian
Namun tak apa, sekiranya syahwat yang terteguk olehku dapat membunuh sebagian dari diriku, berhentikan nyawa!


Jakarta, 23:47

Sunday, April 18, 2010

Fiksi mini by me

Fiksi mini adalah cerita yang hanya 140 karakter. Melatih seseorang yang mempunyai bakat menulis. Beberapa fiksi mini yang telah saya buat.


cinta kamu dimana? cinta jangan datang kesini yah? karena aku sudah tidak membutuhkan kamu. 8:58 AM Apr 17th via TweetDeck

Mama, kenapa mama bilang cinta aku cinta monyet? Emang aku monyet ma? #fiksimini 7:03 AM Apr 17th via Snaptu

Cinta? Kata sederhana memiliki makna yang luar biasa. 6:59 AM Apr 17th via Snaptu

Saya ingin tak ingin rhasiany trbongkar! "ibuny sorg pelacur. ankny jg placur. blm sempat brtemu ayahnya, anak melacur dgn ayah" @fiksimini 10:02 AM Apr 12th via Snapt

ak ingn mengencani anaknya sj drpd ibunya, ibunya sm skali tdk mmbuat akuterayu. Apa tarif semalamnya? pasti tidak sama dgn ibuny @fiksimini 10:29 AM Apr 11th via TweetDeck

bagaimana aku yang merayumu lalu, kau tertidur disebelahku, dan ku lepas @fiksimini 10:20 AM Apr 11th via TweetDeck

"sudah tiga tahun berpacaran denganmu, mengapa kau tak pernah menyiumku?", "aku tak suka bibir pria, aku lebih suka bibir wanita" @fiksimini 12:59 AM Apr 10th via TweetDeck


"larut mlm bgini km br plg syg?Apkh mlm ini kt brcnta?","Iy syg","cetakan lipstik syp yg ad dpunggungmu?" "pelacur","oh baiklah". @fiksimini 8:42 PM Apr 9th via Snaptu
Dgn snang hati. knp km tdk mngenalkan ak pd prempuan it? Pdhl nnt dy akn mjd partnerku melayanimu. Dy sbg istri kduamu. @fiksimini 11:47 AM Apr 9th via mobile web

Kalenderku belum habis menghitung tanggalnya. Mngapa kisah kami sudah berakhir? smakin parah kisah kami sebatas hitungan 1-31 sj #fiksimini

ak tdk brhrp surat cinta yg dtg kpdku syg..yg ak hrpkn itu surat srtifikat rmh, surat kendaraan, surat stfikat berlian ats namaku @fiksimini 1:58 AM Apr 9th via Snaptu

harga diri ddalam kcantikannya dpt dibeli dgn sebotol alkhol dan sisanya dgn rayuan murahan #fiksimini 7:31 PM Apr 8th via TweetDeck

Tuhan telah menyediakan telapak-telapak berbaris untuk kita injak. #fiksimini 8:45 AM Apr 8th via web

"sayang.. hubungan kita sampai disini saja", "mengapa?" karena laptopku rusak dan tidak bisa melanjutkan cerita cinta kita"

yhnda ; bunda bunda tahu tidak bahwa bunda itu surga aku? 8:35 AM Apr 7th via Seesmic

Gadis! prkenalkan saya Toto. Saya org kaya punya banyak warung soto juga punya banyak oto. Lihat saya keren punya tato "soto very delicious" 4:42 AM Apr 7th via web

"neng soto?", tukang soto. "bukannn abang..! " cewek baju hitam. "hah?", tukang soto. "aye ntu siti bukan soto bang" cwek baju hitam. 4:39 AM Apr 7th via web

Kamu melihat, mengajak bicara tentang hubungan kita dan menawarkan hal memabukan tapi percuma aku sudah mati! Sudah mati sayang

PENGERTIAN DAN HAKIKAT PENDEKATAN STILISTIKA

Stilistika dalam konteks bahasa dan sastra mengarah pada pengertian studi tentang style (gaya bahasa), kajian terhadap wujud performasi kebahasaan (Nugrgiyantoro, 1998:2179). Menurut Roland Barthes (dalam Aminuddin, 1995: 1-38)… style is a historical concept. Seiring pengertian itu, konsep bidang kajian dan metode stilistika tentunya terus mengalami perkembangan yang beragam/ berbeda-beda dalam setiap disiplin ilmu, tetapi dapat saling melengkapi.

Dengan memahami gaya dalam perspektif kesejarahan, dapat diketahui bahwa studi stilistika dalam konteks kajian sastra secara rasional dapat memanfaatkan berbagai wawasan untuk menentukan sudut pandang maupun sikap dan sifat kajian. Studi stilistika seakan-akan hanya perpanjangan tangan kajian linguistic. Sedangkan dalam kenyataannya, studi stilistika tersebut ditinjau dari sejarah perkembangannya dapat dihubungkan dengan sejumlah disiplin keilmuan, baik retorika, semiotika, linguistic, maupun teori sastra (Aminuddin, 1995:2)

Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro, 1998:280) stilistika kesastraan merupakan sebuah metode analisis karya sastra yang mengkaji berbagai bentuk dan tanda-tanda kebahasaan yang digunakan sperti yang terlihat pada struktur laihirnya. Metode analisis ini menjadi penting, karena dapat memberikan informasi tentang karakteristik khusus sebuah karya sastra. Bahkan, menurut WEllek dan Warren, ia dapat memberikan manfaat yang besar bagi studi sastra jika dapat menentukan prisip yang mendasari kesatuan karya sastra, dan jika dapat menemukan suatu tujuan estetika umum yang menonjol dalam sebuah karya sastra dari keseluruhan unsurnya (Wellek dan Warren).

Melalui pendekatan stilistika dapat dijelaskan interaksi yang rumit antara bentuk dan makna yang sering luput dari perhatian dan pengamatan para kritikus sastra (Panuti Sudjiman, 1993:vii). Sebab, kajian stilistika dalam ssatra melihat bagaimana unsure-unsur bahasa digunakan untuk melahirkan peasan-pesan dalam karya sastra. Atau dengan kata lain, kajian stilistika berhubungan dengan pengkajian pola-pola bahasa dan bagaimana bahasa digunakan dalam teks sastra secara khas. Analisis bahasa yang dipolakan secara khas tersebut kita tuntut untuk dapat menunjukkan kekompleksitasan dan kedalaman bahasa teks sastra tersebut dan juga menjawab bagaimana bahasa tersebut memiliki kekuatan yang menakjubkan, kekuatan kreatifitas karyaa sastra (Cummings dan Simmons, 1986:vii).

Langkah pertama yang lazim diambil dalam analisis stalistika adalah mengamati deviasi-deviasi seperti pengulangan bunyi, inverse susunan kata, susunan hierarki klausa, yang semuanya mempunyai fungsi estetis seperti penekanan, atau membuat kejelasan atau justru kebalikannya: usaha estetis untuk mengaburkan dan membuat makna menjadi tidak jelas (Wellek dan Waren, 1993: 226).

Untuk mengetahui cirri pembeda gaya sebuah teks dari teks lain, perlu dilakukan penghitungan frekuensi pemunculan tanda-tanda linguistik yang terdapat di dalamnya. Gaya kemudian “diukur” berdasarkan kadar deviasinya terhadap bahasa yang wajar dan baku. Data kuantitatif yang diperoleh dari analisis seperti ini dapat memberikan bukti-bukti konkret yang dapat menopang deskripsi stilistika sebuah karya dengan cara yang lebih dapat dipertanggungjawabkan (Nurgiatoro, 1998:283)

Stilistika adalah pendekatan kritis yang mempergunakan metode-metode dan pengetahuan linguistik untuk mempelajari karya sastra dan non-sastra. Pendekatan ini bertujuan untuk mempelajari cara fitur-fitur linguistik mempengaruhi makna sebuah karya secara keseluruhan dan efek-efeknya pada pembaca.

Pada mulanya, stilistika lebih terbatas pada persoalan bahasa dalam karya sastra. Namun dalam perkembangannya, pengertian gaya juga dilihat dalam hubungannya di luar karya sastra. Maka dibedakan anatar gaya sastra dan gaya non sastra. Jalan pikiran yang nmenyebutkan betapa eratnya hubungan antara bahasa sastra dapat dikemukakan sebagai berikut. Pada perinsipnya , ‘seni sastra’ (baca juga ‘seni bahasa’) dapat dipandang dari dua segi kemungkinan. Pertama, ‘seni sastra’ dipandang sebagai bagian dari seni pada umumnya. Di sini, karya sastra dikaji sebagi objek estetika, dengan mengkhususkan perhatiannya pada gejala bahasa , plastik bahasa, dan penggunaan bahasa kias/majas atau bahasa figurative(figurative language), serta sarana retorika yang lain. Jadi pengkajiannya masuk kedalam kajian stilistika, retorika dan estetika. Kedua, seni sastra dipandang sebagai bagian dari ilmu bahasa (linguistics) pada umunnya.Dalam hal ini seni sastra dikaji dengan berdasarkan penggunaan bahasa yang khas. Jadi masuk pada lingustik terapan. Ia dikaji ragam bahasa yang digunakan. Apa jenisnya. Penekanannya pada pengkajian teks sastra. Landasan teorinya adalah konvensi-konvensi atauu konsepsi-konsepsi sastra atau bahasa.


Ragam Bahasa: fungsi, Teks, dan Unsur Stilistika

Bernand Asmuth dan LUIS Berg-Ehlers (1978:61) menamakan gaya bahasa sastra dan gaya bahasa non sastra ke dalam ‘gaya fungsional’, berhubungan dengan fungsi tertentu dan bersifat sosiologis , seperti apa yang dikatakan oleh William O. Hendricks (1976:34). Juga dikutip oleh Asmuth dan Luise Berg-Ehlers cirri gaya fungsional dari Elise reisel yang berhubungan dengan pemakaian bahasa Jerman (DALAN Junus, 1989:xi-xiii) berikut.

a. gaya bahasa Pergaulan resmi

fungsi : melaksanakan hubungan resmi antara pegawai pemerintah dengan rakyat.
Teks : bersifat perintah, melukiskan dengan berbelit-belit.
Unsur Stilistika : konstruksi kalimat pernyataan yang rumit; gagal menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan perasaan.




b. gaya bahasa Ilmu

Fungsi : penyampaian kebenaran ilmu dan hukumnya dengan pembuktian logic dan objektif.
Teks : karangan ilmiah, komentar, kuliah.
Unsur stilistika : kata-kata yang netral dari nilai sastra dan tanpa warna emosi jarang ditemuni ungkapan-ungkapan pepatah; jalinan yang padu anatara kalimat atau kelompok kata-katanya.

c. Gaya bahasa surat kabar

Fungsi : informasi, menjelaskan sehingga orang tahu dengan jelas tentang peristiwa yang dilaporkan.
Teks : artikel surat kabar dan sebagainya.
Unsur stilistika : lukisan tentang apa yang terjadi, penggunaan slogan, perifrase dan kata pemula (yang menarik).

d. gaya bahasa sehari-hari

Fungsi : digunakan dalam pergaulan santai yang alamiah.
Teks : bahasa sehari-hari
Unsur Stilistika :kesantaian, mudah, ketegangan emosi terlihat pada kelancaran dan hambatan dalam pembicaraan, cenderung pada kaliamat pendek, yang mementingkan ketepatan gramatikal.

e. Gaya bahasa sastra

Fungsi : penyampaian fikiran melalui bahasa yang bergaya.
Teks : karya sastra
Unsur stilistika : unsur dari segala gaya; menghasilkan srgala kemungkinan kesan bahasa.



Kriteria Pendekatan
Menurut Atmazaki (1990:97), seorang peneliti yang ingin menggunakan pendekatan stilistika dalam menguraikan sebuah karya sastra harus menguasai dengan baik konsep-konsep linguistik. Perinsip-prinsip yang harus diketahui sebelum
Meslipun para ahli dalam mendefinisikan gaya (style) sudah persoalan tersndiri sebagaimana diakui Greimas dan Courttes ( 1979: 318) bahwa

Prosedur Kajian Stilistika
Kajian Stilistika merupakan bentuk kajian yang menggunakan pendekatan obyektif. Dinyatakan demikian karena ditinjau dari sasaran kajian dan penjelasan yang dibuahkan, kajian stilistika merupakan kajian yang berfokus pada wujud penggunaan system tanda dalam karya sastra yang diperoleh secara rasional-empirik dapat dipertanggung jawabkan. Landasan empiric merujuk pada kesesuian landasan konseptual dengan cara kerja yang digunakan bila dihubungkan dengan karakteristik fakta yang dijadikan sasaran kajian.
Pada apresiasi sastra, analisis kajian stilistika digunakan untuk memudahkan menikmati,memahami,dan menghayati system tanda yang digunakan dalam karya sastra yang berfungsi untuk mengetahui ungkapan ekspresif yang ingin diungkapkan oleh pengarang.
Dari penjelasan selintas di atas dapat ditarik kesimpulan tentang analisis yang dilakukan apresiasi sastra meliputi :
1. Analisis tanda baca yang digunakan pengarang.
2. Analisis hubungan antara system tanda yang satu dengan yang lainnya.
3. Analisis kemungkinan terjemahan satuan tanda yang ditentukan serta kemungkinan bentuk ekspresi yang dikandungnya (Aminuddin : 1995 :98).
Kaitannya dengan kritik sastra, kajian stilistika digunakan sebagai metode untuk menghindari kritik sastra yang bersifat impesionistis dan subyektif. Melalui kajian stilistika ini diharapkan dapat memperoleh hasil yang memenuhi kriteria obyektifitas dan keilmiahan (Aminuddin :1995 : 42).
Pada kritik sastra ini prosedur analisis yang digunakan dalam kajian stilistika, diantaranya :
1. Analisis aspek gaya dalam karya sastra.
2. Analisis aspek-aspek kebahasaan seperti manipulasi paduan bunyi, penggunaan tanda baca dan cara penulisan.
3. Analisis gagasan atau makna yang dipaparkan dalam karya sastra (Aminuddin : 1995 :42-43).

Friday, April 16, 2010

Identitas Buku

Judul buku : Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
Pengarang : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2006
Cetakan pertama tahun 2006
Cetakan kedua tahun 2006
Tebal buku : 124 halaman

Resensi Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek

Buku cerita pendek tentang cerita cinta pendek salah satu karya Djenar Maesa Ayu, cerita pendek tentang cerita cinta pendek merupakan buku keempatnya setelah buku yang berjudul Mereka Bilang, Saya Monyet!, Jangan Main-main (dengan kelaminmu), dan Nayla. Buku ini merupakan kumpulan cerpen karya Djenar Maesa Ayu. Djenar dalam penulisan Ia telah meraih penghargaan 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2005. adapun karya Djenar yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Richard Oh karena mendapatkan Cerpen terbaik 2003 versi Jurnal Perempuan dengan judul cerpen Menyusu Ayah.

Djenar adalah feminis tanpa jargon. Sejumlah cerpennya dianggap banyak kritikus sastra sebagai karya yang mengelaborasi tema seksualitas dan dunia perempuan. Tak jarang, setiap karyanya terbit, selalu saya disertai kontroversi. Djenar sendiri tak sungkan memasukan sejumlah tema-tema krusial seksualitas berikut idiom dan frasanya. Hubungan tak lazim dalam dunia seks, dan sejumlah tema pemberontakan perempuan yang selama ini masih jarang dijamah penulis seangakatannya sekalipun. Djenar termasuk perempuan penulis yang produktif

Dengan buku sebelumnya, buku ini sama. Yang dimaksudkan sama adalah buku ini merupakan kumpulan-kumpulan cerpen. Djenar dalam Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek kekhasan Djenar dalam kumpulan cerpen ini tidak hilang, masih saja berbau seksual. Djenar tidak sungkan-sungkan menulis hal-hal mengenai seks. Dalam pemilihan kata dan cara penulisan berirama, bernada namun terlihat tidak disengaja sehingga indah untuk dibaca.

Buku ini sangat mempunyai kekhasan dari buku sebelumnya, karena disetiap cerpen mempunyai ilustrasi gambar sendiri dari masing-masing cerpen. Keromantisan dan kecupan-kecupan hangat Djenar dalam menggunakan bahasa membuat pembaca terperanggah. Membuat pembaca menjadi samar-samar dalam menentukan ending cerita, gaya puitis Djenar selalu indah dan tidak murahan. Kepandaian Djenar dalam memilih kata dapat diacungi jempol.

Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek berisi tentang percintaan. Namun, Djenar membuat hal yang lebih khas dalam karya-karyanya lebih kompleks dari karya-karya pengarang lain yang pastinya dalam tema percintaan itu akan sama “memiliki happy ending-sad ending, cinta remaja, cinta sekolah”. Tapi Djenar memilih percintaan yang tidak lazim perselingkuhan, pelacuran, dan bahkan insect. Ini yang membuat karya Djenar itu berbeda dengan karya pengarang lain.

Bagi pembaca yang awam dan pembaca yang sulit mencerna terhadap suatu bacaan, buku Djenar ini dapat membuat bingung pembacanya. Mungkin pembaca akan membaca berkali-kali agar mengerti atas maksud pesan yang disampaikan. Itu sedikit kekurangan yang ada dari buku ini.

Kesan saya terhadap buku ini adalah buku yang mnyenangkan dan memberikan saya insprisasi dan menyadarkan saya dalam menulis tidak pernah ada batasan. Tidak harus malu-malu menuangkan apa yang ada dipikiran dan apa ynag kita lihat. Serta memberikan sedikit pencerahan dalam memilih kata dan cara penulisan agar lebih bernada. Sangat dibutuhkan juga untuk pengetahuan seputar seksual, karena selama ini banyak orang yang menutup diri untuk tahu tentang seksualitas.

Apakah buku ini berterima untuk dikonsumsi? Pastinya berterima dan bahkan suatu yang bagus bila orang mengonsumsi bacaan buku ini , kumpulan ncerpen karya Djenar Maesa Ayu. Apa saja yang didapat dari karya Djenat ini? Banyak, kehidupan percintaan yang berkonflik perselingkuhan, pelacuran, bahkan konflik yang belum banyak dipakai pengarang lainnya.


Sinopsis

Jangan mencari kisah cinta yang berakhir happy ending di dalam buku ini. Cinta dilukiskan Djenar sebagai sesuatu yang memiliki banyak segi dan banyak arah. Para pelakunya pun bukan seperti Cinderella dan pangeran tampan. Mereka adalah karakter yang berkutat dengan kegetiran. Tokoh-tokoh perempuannya adalah steel magnolia yang mengakhiri kisah cinta tidak dengan kalimat and they live happily ever after. Pengkhianatan, perselingkuhan, perbedaan orientasi seksual, pelecehan seksual, penganiayaan anak, diangkat Djenar dalam beberapa cerpennya. Tidak cukup dengan menulis, Djenar pun membuat sketsa untuk mengekpresikan pikiran dan kegelisahannya. Buku ini diperuntukkan bagi pembaca dewasa dengan pikiran dan hati terbuka untuk melihat bahwa ada sisi-sisi lain yang tak semuanya bahagia dan baik-baik saja di dunia ini. Percintaan yang ditampilkan bukan sekedar cinta biasa yang ada namun lebih kompleks dan kita sebagai pembaca akan sulit menebak ending dari cerpen-cerpennya.

Ia menghampiri saya sambil membawa sekeping koin dan sebotol minyak angina. Tubuh saya tergolek lemah diatas sofa. Saya begitu tak bertenaga, begitu pasrah ketika Ia melucuti pakaian saya. Ketika Ia menelungkupkan tubuh saya. Ketika tangan Ia mengerikan koin yang sudah dilumuri minyak angin di atas pungung saya. (Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek). Cerpen ini menggunakan pemilihan kata yang indah dan sangat berani dalam pengunaan kata untuk menggambarkan pesan si pengarang.

Pada cerpen Ha… HA… Ha… “setan! Ia berdoa lagi. Bersimpul kanan kiri jari. Bertekuk lutu kaki” Djenar sedikit menyulitkan sebenarnya apa yang dimaksud dalam kalimat ini. Sulit ditebak namun membuat penasaran untuk diketahui. Seperti yang sudah dikatakan dimana pengarang sangan romantis dan menadakan penulisan agar mudah untuk dipahami.

“Membalas dekapan ketika kami tidur, Membalas kecupan hangat di unujng bibirnya. Membalas sedikit julur lidahnya dengan isapan lebih dalam bibir saya. Membalas belaiannya di rambut saya dengan belaian yang jauh lebih lembut di rambut kelaminnya. Membalas dengan lebih, asal saya diperblehkan memanggilnya Alex. Mencintainya sperti alex.” Pengarang fulgar dalam menggambarkannya. Tapi itu karena dalam karya sastra apa yang dituangkan tidak ada batasannya. Semuanya dapat diterima dan pemilihan kata itu tepat dalam penggambaran. Memang kekhasan karya Djenar dalam feminisme juga seksualitas.

Kelemahan dan kelebihan Buku

Beberapa kelemahan , bagi sebagian kecil orang akan sulit memaknai apa yang ditulis oleh Djenar. Dan dalam penggunaan Ejaan belum baik. Masih terdapat ejaan yang salah. Seperti hruf capital setelah tanda koma “,”. Sedangkan kelebihan yang terdapat dari buku ini adalah, buku ini merupakan kumpulan dari cerpen-cerpen karya Djenar dan seperti cerpen-cerpen sebelumnya cerpen ini pun merupakan cerpen terbaik entah dari versi apa (penilaian banyak orang). Disetiap karya cerpennya terdapat ilustrasi yang melatari dari setiap masing-masing cerpen. Dari jumlah halaman sangat cukup berpotensi, dan bicara dengan cover desain, cover dari buku ini mencakup dan serasi dengan judul serta isi. Sangat menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan oleh Djenar itu tidak berbelit-belit, karena apa yang dia tulis itu sperti tidak disengaja. Ditulis secara alamiah sejalan yang dia fikirkan.

Buku ini sangat cocok untuk penulis pemula, untuk dijadikan insprirasi. Agar dapat dikembangkan kemampuan yang dimilikinya. Dan bagi orang yang cukup dewasa boleh membaca buku ini, karena dari bacaan karya ini kita dapat mengetahuui penggambaran dari dunia seksualitas dan tidak menutup diri untuk mengetahuinya. Bagi yang sudah jauh lebih baik juga dapat membaca ini untuk membandingkan atau sekedar melihat perkembangan sastra dalam masa ini.

Saturday, April 10, 2010

Melanjutkan cerita dalam kisah

Pintunya tertutup
Ada orang disana
Pasti tidak,

Aku boleh berkunjung lagi?
Sekarang aku berkunjung tanpa tangan kosong
Bisa kamu lihat aku membawa sesuatu
Untukmu

Aku membawa kalender, buku dan satu buah pena
Kamu tidak mempersilahkan aku masuk?
Baiklah, bukan suatu hal
Karna aku sudah pernah
Bahkan bermalam

Aku jawab pertanyaanmu
Sayang kalender ini belum selesai menghitung tanggalnya
Aku juga belum menyelesaikan tulisanku, masih banyak halaman kosong
Masih banyak halamanhalaman kosong yang belum tertanggal dan bercerita

Aku beri kesempatan untuk kamu menulis di satu halaman

Aku tunggu

"habis"
mengapa?
Bukankah masih ada halaman selanjutnya

Kerangka kamar, 10 April 2010

Sambutan Untukmu

ketika saat aku menyambut sosokmu, jangan kau bertindak mundur.

Jangan lakukan itu!

Walau satu langkah kebelakang aku takut kau jatuh !

Aku akan mengulurkan tanganku untuk menggapaimu, jangankan satu tangan kedua tangan pun kan dihadapan mata.

Jangan Hitung Hujan yang Turun

Tuhan hujan ini semakin deras jauh, aku telah basah pada kemarau-Mu dan bercumbu dengan jalanku

"saat tidak hujan Jakarta, 23 Maret 2010"

Pesan

terkirim atau tidak pesan
bahwa kasih dan sayang semakin

aku mengirimkan surat yang tak pernah sampai
tapi, jelmaku bukanlah sehelai kertas
melainkan visualisasi dalam realita tentang hadiah Tuhan
terlimpah pada aku atas dua nama
yaitu, kamu dan cinta


untuk kekasih yang tak ku miliki
Jakarta, 25 Maret 2010

Edelwish cinta satu kecupan

Panggil saja Edelwish. Tak sebanding dengan mawarmawar berwarna. Warnaku putih, tak bercorak. Aku hanya segenggam. Sungguh sulit cinta memetiknya, bukan pertangkai. Edelwish tak punya keindahan dipandang banyak mata, tak punya keharuman dicium udara pagi. Edelwish sederhana, yang mengeluarkan keindahan bagi yang mengenggamnya dan harum bagi kecupan sederhana ditengah kelopak. Edelwish tak mengenal seorang pun namun ia memiliki pemiliknya sendiri. Yang Edelwish damba hanya cinta itu sendiri diatas satu kecupan dan membekas kelopak sederhana.

Edelwish layu takkan perlihatkan uap air yang menetes. Dia akan memperlihatkan dimana kesederhanaan itu akan menjadi sorot indah dalam cinta. Edelwish hanya ingin cinta itu sendiri, lemah berarti, kuat dirasa, menjadikan satu doa dalam harapan.--


Kejujuran Edelwish ibarat aku

Menjadi Puisi Baru

Aku tak pernah mengirimkan apaapa
kecuali aku akan mengirimkan puisi baru
untuk mengubahsatu jalan yang disertai romanroman
tapi aku ingin pikirmu ikut

karena aku sadar
aku bukan buku barumu yang tertulis dalam puisi
biarkan aku menjadi halamanhalaman indah
tertulis dalam puisi

dan aku yang lakukan itu


Jakarta, 17 Maret 2010

Syair gila

Kamu tahu tidak? Aku berbicara sendiri seperti orang gila didepan orang gila karena hal yang gila. Kamu tahu tidak? aku ini gila, semakin gila akan hal gila. Dasar gila! sudah tahu aku gila, mengapa menggilai aku? Dasar gila! sudah tahu ini hal gila, mengapa menghina hal ini gila? Dalam keadaan yang gila aku menjadi orang gila atas halhal yang gila.

Cuplikan cinta

"aku punya hanya cinta sesungguhnya, walau terhitung ini bukan syahwat romantisme yang menjadikan kita menjadi sebuah luka--"

Petik Klasik Muhammad dan Aisyah

Cantikku tak menyerupai Aisyahmu, Muhammad
Ketampanannya pun tak bernama Muhammadmu, wahai Aisyah

Muhammadmu adalah lafaz kekuatan cintamu wahai wanita cantik...
Aisyahmu adalah pelengkap lafazmu...

Aku tak tahu bagaimana rupa kalian, sepasang kekasih Tuhan!

Kau dan Wanitamu bercengkrama digaris Alloh, sambil melafazkan keabadian dan penyejuk keindahan dalam sifat yang ikhlas. Tahu? Kami pun seperti kalian, dipertemukan oleh Alloh! Tapi, Kami tidak akan seperti kalian, karna kami bukan kalian.

Kami hamba-hamba Alloh yang lemah, yang menjadikan Alloh sebagai kekuatan kami. Persilahkan kami, malam ini berdoa untuk memetik klasik kisahmu. Agar halalnya Aisyah untukmu dapat kami rasakan. Mersakan hari-hari terakhir seperti klasik hari terakhirmu.

Doa Kami Dalam Syair

"Setelah tarikan nafas lalu ku hembuskan disetiap fikiranku, berikan setetes air dengan tanganmu Tuhan!. Agar disetiap tarikan nafas selanjutnya aku dapat dikatakan terus bernafas."

Nama

"Aku hidup dengan bagian-bagian yang sempurna. Namun, separuh kesempurnaan itu terkait dengan satu nama "cinta *****". Aku terdiri dari nafas-nafas, terdiri dari nadi-nad, terdiri dari rusuk-rusuk, terdiri dari darah yang mengalir!

Tengoklah!
Nama itu telah merebut sebagian nafas, rusuk-rusuk terangkai indah memenuhi kelabu kosong dipojok sinar dan membawa aliran sampai kedalaman.

Aku dan Kamu mempertahankan nama itu bersamaan kita mengeja satu per satu nadi kita atas kekuatannya. Dari teduhnya telapak tangan-Mu, di bawahnya aku dan kamu akan terbaring di tanah-Mu"

Saturday, January 2, 2010

Maya akan Ini Itu

Ini?
Itu?
Adalah ini..
Adalah itu..

Dan,
ini adalah ini..
itu adalah itu..

namun,
ini tetap ini..
itu tetap itu..

tidak!
Ini tidak akan menjadi itu
begitu pun dengan itu

lalu,
ada apa dengan ini?
Sedangkan itu?

Tunjuk ini!
lalu lihat itu..
Ini akan membawa itu..
Lalu, itu akan memperlihatkan ini..

Maka janganlah bimbangkan ini dengan petunjuk itu..


Dini Afiani Iskandar

Isyarat Kesempatan Terakhir

Bila malam ini kesempatan terakhir untuk bicara berbisik, tersedu, dan dalam hati. Biarkan...
Bila malam ini kesempatan terakhir untuk menyusun huruf ke kata, kata ke kalimat, kalimat menjadi bait-bait rahasia. Biarkan...
Bila malam ini kesempatan terakhirk untuk mengerakan tanganku, menuliskan semua pembicaraan hati. Biarkan...

Namun malam ini masih menjadi misteri dalam detik ini, biarkan...
Aku sampaikan hasrat serta nyata kekuatan cinta ini dan mengatakan bahwa AKU MENCINTAI RIZKY, sampai detikku habis untuk menyusun kata hingga detik pembaca tulisan ini habis membaca dan mengartikan makna tak hanya itu, aku mencintainya hingga daya gravitasi tak hanya habis untukku namun untuk semua yang bernafas


Dini Afiani Iskandar

Cerita Kami yang Tak Berdaya Menolak Cinta

Sofa empuk itu berteriak-teriak halus.
Kami dipangkunya.
Bersandar tak punya daya.
Malaikat-malaikat dan para setan berdebat serau.

Aku tak punya kata lain,
Bahwa ini adalah kendali kami.
Yang terkapar disampingku.

Lalu, kain putih bersih yang kumiliki,
Dan yang menjadi bentukku sendiri kau ambil!

Kau miliki,
Kau kuasai,
Dan Kau sentuh!
Sehingga hati ini lemah..

Sampai kain itu lebih tak berdaya,
dan tak bernafas.
Terkapar dalam lantai yang basah.

Kemudian, dua mata kaki terangkat,
terbuka lebar keatas dan tertahan.
Menyambut kedatangan jelma cinta

Dan ia masuk ke dalam celah-celah.
Yang tadinya tertutupi oleh kain putih.

Lantai yang basah semakin dalam,
dan kami nikmat bermain.
Sampai kami terkapar,
tak berdaya, tak bernafas,
karena cinta.

Ini menyatukan nafas dan jiwa, baiklah.
separuh nafasku berada di dirinya.

Ini cinta!!!
Jangan hentikan ini,
jaga kami.
Nikmat ini sedang kami nikmati



Dini Afiani Iskandar

Detik Hujan Berdansa

Menunggu detik-detik hari ke tiga puluh
Berakhir dalam hitungan bulan di kalender pink itu,
Dan ku pegang pena untuk memberi tanda silang
Sebagai penanda hari ke emam puluh usia hubungan kami.

Saat aku memberi tanda silang pada kalender pink-ku
Hujan turun berdansa dalam senyap alunan


Dini Afiani Iskandar

Bukan Syahwat

Kata yang tak bisa dilafalkan,
ini bukan syahwat romantisme.
Yang lahir dari rahim makhluk Tuhan.

Melainkan, kesederhanaan dan shirotul
yang menghantarkan mereka sahabatku,
menghidupkan,
menjabat,
menjagaku dalam grafitasi.

Dewa alam terus menjaga manusia,manusiamu dalam kotakan pijak.


Dini Afiani Iskandar

Biarkan Langit dan Hujan itu Menangis

Saat satu malam lalu
dengan luas hati dan fikiranku,
Aku telah tentukan bahwa Aku adalah langit
dan para awan yang berjalan.

Sedangkan Kau adalah bintang yang bersinar,
isi malam disaat sentuhan dalam redup.
Aku berada dibawahnya,.
Aku hanya insan dalam kata yang membelitku.
Aku tak hempas satu kata keraguan,
untuk desahan yang ada.

Sambil menyanyikan upacara turunnya hujan,
dan tarian penarik ketenagan,
biarkan langit itu menangis,
dan mulailah!!!

Di titik itu Kau!

Putih, putih dan putih.
Diatasnya tidak ada apa-apa.
Kelabupun menjadi air.

Menyegarkan!
Membangunkan Aku,
Dan terdengar pria bernyanyi melafalkan syahadat cinta.

Lalu,
Sehelai kain melayang.
langkahi semut-semut kecil.
Menata dimana harus membalutku.
maka, Ia menjatuhkan titknya.
Dan Kau!


Dini Afiani Iskandar

Priaku Hidupkan Nafas dengan Air-air Ini

Kamu menghantarkan aura indahku sebagai wanita, pria terbaik pernah mencintai aura indahku. Cintamu menarik aliran darahku tunduk dalam ketulusanmu, menuju ikhlas sang hatimu menerima adaku. Indahku, hanya dalam kotaku dalam keramaian kotamu memang Aku bukanlah keindahan. Maafkan, bila kemudian Aku menerjang emosi yang lama telah Kau baringkan. Dalam kotaku Aku mendirikan air-air yang sedikitnya mengindahkan dan menghidupkan nafas-nafas yang kan dijemput oleh sang pencabutnya. Priaku biarkan air-air ini terus menghidupkan nafas-nafas kita, lalu jerat semua yang pencabut dengan maaf serta dinginnya ikhlasmu.

Dini Afiani Iskandar

Sayap-sayap kepakan merpati --word's dear just my first sight

Terkepak sayap-sayap sang merpati, dia melangkah kearah pagi dihari esok. Langkah pertamanya beralas serpihan kaca berasal dari cermin yang terlihat sebelum langkah pertamanya. Ketakutan meretakan benih paginya dengan segala sautan serta kilauan. Dengan putih merpati yakinkan dia dengan kicauan yang menghangatkan memuja hati dan memberi aura cintamu


Dini Afiani Iskandar

Elektro Dewa Kematian

Ini adalah merangkai pagi menghauskan satu nyanyian indah dalam lonceng yang berdebah. Menepuk belah plafon roset dari rangka langit-langit berwajah isolator pita yang takkan terpatahkan. Hawa dari sang tranducer berubah dari energi listrik yang mematikan menjadi energi yang menusuk kerangka tulang. Yang esa mengirimkan permainan trafo adaptor kehidupan untukku yang teruji dalam volt meter detik tuhan.

Tak mampu mengukurnya, jemariku adalah kerdilnya hamba-hamba yang terhempas oleh satuan komponen jari-jari tuhan yang mencakar dunia. Nafas wofer yang ku lafazkan merunduk rendah untuk meriahkan kesepianku. Hantarkan seorang adam keluar dari resistor yang tak ingin lagiku jalani karna Dia sebatas sang pagiku yang menyambutku satu detik.

Terus menyimpan dan mengumpulkan prajurit catu dayaku, yang mendayakanku untuk menjejak sebagai sang harap. Salahkah arah yang menuaiku? Membujuku dalam meriam yang mematikan. Terus mencaci sang pencabut nyawa agar membawa dewa kematian bersamaku. Dan kematian itu kulihat untuk pelupuk mata dengan sosoknya.

Hanya Permukaan pada Pagi

Aku baru hanya mengambil pagi. Rekat-rekat menjemari di hati. Aku menyentuh horizon langit membuai asa yang mengasap, terbungkus oleh luas keindahan. tapi diam ! aku tak mengenal sosoknya.

Aku hanya menyapa permukaan dan merebahkan telapak tangan untuk memulai langkah. Malam menyirat cahaya pagi untuk sosok pertama di mataku. Kata-kata lapar akan kepercayaan, hanya teriakan dan cacian dari rakyat terkasih untuk menjabatku dari jatuh. Untuk ini aku takkan mencari kekasih sahabat, aku diam menghirup sapaan hangat pagi di permukaan.

Aku ingin kamu dan aku jadi pagi mengikat malamnya dari permukaan hingga dasar dan membuka ikatan yang ku kunci dari hausnya air mata yang menyakiti.


Dini Afiani Iskandar

Geografi Keindahan Cinta

Perempuan dengan kesederhanaan terbaring dibawah horizon langit dengan ijab kepada para kerlip mengenai curahan yang berbicara di hatinya. Perempuan yang terbalut oleh dingin malam karna mencinta satu pria dengan keindahannya. Dengan sehelai kain putih yang menutup seluruh lekuk tubuh Ia hantarkan kejernihan perasaan serta ucapan. Di gurun dengan aliran pasir yang bertabuh berjalan ditengah jembatan yang terbuat dari sehelai benang dan terputus-putuslah benang itu, perempuan sahaya kah dia lelah menawarkan kesabaran yang luar biasa hebatnya untuk melewati jembatan tersebut? Tuhan berikan tangan ini kepada satu pria dengan keindahannya karena bila tidak sebelum sampai ujung jalan perempuankan terjatuh.

Dari palung yang harus ku gapai kedasar, aku lemah!. Jalan setapaku terkuasai sang meander hingga tak dapat memandang jauh lurus. Jagat raya mengilhami kebesaran cinta perempuan mampu menghapus kelelahan ketika kelelahan mencabik tulang-tulang rapuhku. Perempuan itu melihat indahnya laguna dengan lirik lirihnya, menenangkan jiwa sampai Ia di ujung fyord. Dari kerajaan marine yang di kuasai oleh satu pria dengan keindahan menghembuskan aeolis yang menelan semua lelahku. Sampai keikhlasanku mencinta terus menjelma seperti dewa barkhan.

Biar perempuan terus mencintai satu pria dengan keindahannya. Karna hibernasi dalam angan dan percaya bahwa cinta kembali, kan terwujud dengan sejuta meteor kebahagia bersama pria tersebut. Biar perempuan itu aku.


Dini Afiani Iskandar

Manusianya Allah itu Kerdil

Aku tak dapat melihatnya, Para Sahabat maupun semua nyawa bernafas yang menjadi pemainnya sungguh tak melihat. Aku dan Mereka tak dapat melukiskannya bahkan sampai yang terhebat dan penguasa. Dengan tundukku sujud sembah hanya terdapat keberadaannya. Beserta lafaz-lafaz ayat suci bawa menuju pintu surga kumandangkanlah.

Manusianya Allah itu kotor penuh dengan serbuk serpih dosa. Sucikan semua kotormu dengan sujudmu, sembahyangmu, waktu beserta gerak langkahmu dalam kotak kebaikan. Aku termasuk dalam manusianya Allah yang lemah tanpa isyarat terdiam dan terinjak karena Aku tak dapat bangun dalam kawat-kawat duri ini. Kawat-kawat duri yang menaikan derajat keridhoanku sujud kepada Allah. Aku unsur yang membutuhkan air pertolongan para Sahabat-sahabat untuk melepas dahaga tangisanku, menghantarkan raga-raga sejuta cita dalam tulang-tulang yang membaur. Dan bermain dalam ayun-ayun yang teranta bersama para Sahabat bermulut manis.

Manusianya Allah lihat cermin ini, bahwa kau bukan siapa-siapa bahkan kau adalah kerdil butir-butir dunia. Setinggi apa pun kau menatap sesamamu untuk dirimu. Kau tetap kerdil wahai manusia. Buang jauh pandangan angkuhmu untuk dunia.


Dini Afiani Iskandar

Bicara Indonesia

Indonesia bersamaku, dengan kumandang Indonesia Raya.
Kibarkan Merah-Putihku, ujung tundukku satu telapak tangan hadapkan pelipis. Rakyatmu hadapkan masa depan pada pion-pion calon penguasamu.

Bicaralah Indonesia! Kita tak punya banyak waktu tuk berdiam diri. Rakyatmu rapuh dalam nestapa kemiskinan. 3 pion berdiri dengan teriakan suara "BAHWA AKULAH". tanyakan Mereka, Mereka itu siapa?

Adakah Mereka Putih dibawah merah untuk kejujuran bangsa ini?
Adakah Mereka Merah diatas Putih untuk keberanian membawa bangsa ini di hormati oleh jagat raya?
Adakah Indonesia Raya terus meramaikan semangat juang pemuda bangsa memajukan Indonesia?
Adakah pion menjaga semut bangsa dalam tidur pulasnya?
Adakah ribuan ratus juta kebudayaan akan selalu mengisi layar kaca mata bangsa ini?

Penguasa hari esok masih ada banyak sedikitnya pertanyaaan yang harus dilampirkan dengan tanggungjawab untuk satu dunia Indonesia Raya



Dini Afiani Iskandar

Api dan Diam

astaghfirullah..

fuhh..


(diam diperapian lilin)

Dini Afiani Iskandar

Tangis Ini Milik Siapa?

Pada pesta yang ku buat untuk mengatakan pada dunia bahwa ada satu pria yang ku cinta dan ku ketahui mencinta. Dalam nyanyian malam dengan bibir angin yang merajalela membisik lirik lirih malam hari. Aku dengan lensa mataku, melihat layar tanpa sandiwara lagi. Dalam layar terlihat peperangan dalam kehidupan, ada sahabatku yang menyambut cinta yang bukan miliknya.

Aku selalu berbicara pada Tuhan bila ada dua orang yang aku cintai dan sayangi melukiskan jalan ceritanya dihatiku dengan jarum-jarum yang mengetuk airmata, apa yang harus aku lakukan?

Aku sebagai orang yang tak sempurna hanya dapat ikhlas menjalaninya, biarkan walau mereka tak bersahabat denganku. Kan tetap ada Tuhan yang menjaga Aku dalam kekuatanya yang di hantarkan di setiap rusukku.

Tuhan setelah ini Aku kan terus menjaga membingkai cinta. Karna tak ada insan yang salah dalam kisah ini. Ini hanya kawat duri yang harus kulewati untuk mbuktikan besarnya kekuatan hatiku dalam kisah ini.

Biarkan jalan ini jadi abu serta asap karna apapun yang ada akan terus ada mawar-mawar yang mengharumkan kasih cinta yang ada atas namanya.


Dini Afiani Iskandar

Kisah di Pinggir Pantai

Kemarin saatku mengukir indah awal kisah aku dan kamu pada pasir lembab dengan seratserat daun yang berasal dari pepohonan pantai.
tak ada ombak yang menghapus nya. Ombak hanya menerjangnya, dan berharap menjaganya untuk di tundukan pada keabadian. Nyawa nyawa kematian pun melenyapkan kesendirianku.

Karena kamu berlari mendekat diri, membawa cahaya api yang terbungkus air hujan. dan menghangatkanku pada keyakinan. Aku pun menyelimutinya dengan keikhlasanku yang berjalan di sampingmu.

Tuhan Allah dengan kuasamu, jatuhkan penjaga-penjaga surga dunia mu untuk kami. Dan peri kecil yang kau datangkan menyejukan kami dengan sahabat kebahagiaan.

Diam untuk menjawab keraguan, karna keraguan tak pantas selalu bertamu dalam hati yang tersirat. Tak usah menjawab untuk pertanyaan para penghuni ragu. Dan berteriaklah untuk keyakinanmu agar daun daun, udara segar, bintang kecil dapat menghantarkannya kebanyak dunia.


Dini Afiani Iskandar

Sebuah Sesal

Kesederhanaanku berubah menjadi taring-taring yang menyentuh lembut jiwa sampai akhirnya melukai jiwa yang dianugrahi kasih. Kesederhanaanku diikuti dengan kebimbangan tanpa setitik petunjuk akan langkah apa yang kan dijalani. Satu angan dalam hati tergoyahkan karna takada satu gengaman yang kuat didalamnya.
Wahai para kasih yang dianugrahi, beri satu waktu untuk mencari genggaman yang kuat dalam ombak yang tak menepi. Aku pun kasih yang dianugrahi terus berlari melawan angin yang akan membawa satu kebahagiaan dalam hitungan nafas yang terhempas.


Dini Afiani Iskandar

Jangan Beserta Aku

Jangann...
Serahkan malam pada siang.
Serahkan siang pada malam.
Aku semakin tak mengenal diriku.
Aku semakin tak mengerti mauku.

Aku saat ini membuang lembaran pikiranku yang tertulis.
Aku saat ini memasung semua khayalku yang terkotakan retakan kaca.
Aku saat ini mengembunkan kalimatku yang menjadi tetesan air yang tak berarti.
Aku saat ini mencabik hatiku dan terluka tanpa ada setetes darah...

Udara bersahabat dengan waktu menghantarkan auranya yang masuk melalui poripori tulang dan memberikan sedikit benihbenih yang dapatku jadikan kekuatan untuk menakhlukan makhluk bumi tuhan...

Yang paling kuasa, jadikan unsur unsur kasih untuk makhluk bumimu sebagai penghias indah untuk satu alur cerita kehidupan. Jadikan segalanya ikut mencibir kebahagiaan yang tertuju pada lafaz-lafazku yang bersenandung...

Aku dan Ku

Mengapa tak ada kata tepat yang membuai hatiku? Bibir pun tak dapat bersentuhan, aku ucap ini namun terucap itu. Diamlah! Berhenti berteriak-teriak halus di indraku, semakin jauh suara itu bersahabat dengan waktuku menerkam detik detak hari. Lihat! Berlayar ke arah manakah musuhmusuh ketenangan hati?

Aku bertanya padaku " Apa yang hangat di pikiranmu?" jawabku untuk pertanyaan aku, "ketidakpastian akan perasaan hatiku".
Aku berkata padaku "wahai kekasih tuhan yang lemah tanpanya bersabarlah, lemahkanlah hatimu dari keputusasaan" jawabku untuk pertanyaan aku "mengenai hal yang agung yang tunduk pada agungnya tuhan"
aku bertanya padaku " apa?" jawabku pada aku " sosok sinar perapian yang mencairkan dingin dinding kasihmu" aku berkata padaku " sosok itu meraihnya dan memenangkannya , ia mengempurkan semua ketakutanku akan kasih"
pastikan kekasih tuhan yang lemah tanpa kekuatannya, apa yang dirasa? Tetesan air yang mengalirkah? Ato kemungkinan sejati yang akan terlahir wahai kasih ?

Berceritalah pada detik detak di hariku, karna mereka membenci sang pengetuk pintu kegelisahan ketika mencoba tuk bersahabat dengan mereka.

Dini Afinai Iskandar

Tak Perlu Judul

Berpangku dalam ribuan butir pasir. Saat ini malam tanpa cahaya yang menemani hanya bintang yang terbentuk.

Angin memainkan hembusannya. Ombak pun memainkan desahannya. Lalu bersama kamu mengetarkan hati di depan perapian mendekap jiwa.

Genggaman atau sentuhankah yang membekukan ke dua bibir kita sampai kata tak berucap? Lalu, bersama kamu bagaimana mengusir kerinduan? Dengan cinta apa dosakah yang akan memasung ke dua hembusan nafas?

Kekasih marilah malam ini mainkan cinta di depan perapian diiringi oleh angin serta hembusanya dan ombak serta desahanya sampai kerinduan ini lenyap.


Dini Afiani Iskandar

Bunga Edelwis

Ini bukan kecantikan yang tertampak dari bunga-bunga dunia. Namun keindahan jalan kehidupan.
Bunga edelwis tanpa keindahan yang terlihat mata. Namun, genggamlah kau tersenyum melihat keindahannya. Bunga edelwis hanya indah untuk orang yang memilikinya, dilain itu tidak. Karena edelwis sebuah kesederhanaan yang mengungkap dimana kebahagiaan itu sendiri dengan sejuta senyuman.


Dini Afiani Iskandar

Kisah Kita

Ketika aku menangis dan bunga-bunga tertawa, sang dewa pun datang menghampiri. Dia datang dengan mengikat pelangi dunia. Mengindahkan isi bumi yang ku anggap hanya asap-asap para pembual.

Dan terjelmalah sang dewa menjadi penyair yang suatu hari aku menguasai hati ini. Karena kian lama kerajaan hati tak berpenguasa.

Penyair kau desahkan lafaz-lafaz yang mendiamkan ku tanpa kata. Karena ku memiliki rasa yang sama. Dan akhrnya kamu menjadi pemeran utama dalam khdpanku.

Kasih, sentuh dan mendekatlah bahwa aku di sini di depan perapian. Musim dingin menyelimuti dengan malam, aku butuh kau .
Melangkahlah kehadapanku, dengar hatiku, tersenyumlah karena segenap rindu yang memuncak hadir bersama.

Untuknya

Jutaan jiwa, biarkan aku terdiam
Jutaan jiwa, biarkan aku kecewa
Puaskanlah sosok itu melukaiku...
Jutaan jiwa, biarkan aku terluka
Jutaan jiwa, biarkan aku menangis
Puaskanlah sosok itu bahagia di kehidupanku...

Aku mengilhami keinginanmu dengan tangis yang kau tinggalkan
Aku mengilhami keinginanmu dengan ribuan helai kelopak yang diam ketika ku ajak berbicara

Datang kehadapanku kau ketuk ribuan gerbang yang kau pilih
Pergi menjauh kau hilang tanpa sedikit sinar yang dapat dijadikan kekuatanku

Inginku..
Kau bertanya, "Apa yang ada dan selalu menguasai kehidupanmu?"

inginku..
Menjawab, "Semua yang mendasarimu"

Andai..
Kau bertanya, "Apa makna di dalamnya?"

Andai...
Kulengkapi "Yaitu seni indah yang tuhan berikan dalam bentuk kesempurnaanmu, detik yang kau ajak berlari mendampingi tingkahmu dan, kejujuran yang mendasari sikap dan hatimu"

hhmm.. Sadarkan aku...
Semua ini hanya egoku untuk biarkanmu hidup dengan sosok tanpa keindahan
semua ini hanya egoku untuk biarkanmu hidup dengan sosok kesederhanaan

Tuhan...
Turunkan hujan lebat yang dapat menyadarkan aku, serta memberikanku kekuatan atas liku yang kau ciptakan...
Redahkan egoku dengan kenyataan yang ada bahwa kemunafikanku biarkan dia bahagia tanpa diriku...

Tanpa Kekuatan

Aku perempuan tanpa kekuatan, aku begitu lemah untuk melangkahkan kaki ku, mewujudkan semua anganku, membaringkan semua amarahku. Dan saat ini pun ketika seseorang membangunkan aku dalam mimpi burukku. Dan saat ini pun ketika seseorang mengeringkan luka hatiku. Dan jauh saat ini pun ketika pandanganku kepada pria, pria adalah seorang pencabut nyawa, di rubahnyalah semua pikirku tentang semua itu.

Namun dia lengkapi lemahku dengan hadirnya dia yang merubah satu kehidupanku yang menjulang menjelma menjadi butir kekuatan dalam diriku merasuk dalam hati dan jiwa


Dini Afiani Iskandar